BERITA TERKAIT

Investor Berebut Unit di Malibu Walk Jababeka, Ruko Rp1,7 Miliar Laris di Fase Pertama

Respons pasar terhadap ruko komersial di Movieland Jababeka langsung terlihat sejak peluncuran. Ekosistem matang dan captive market jadi faktor utama yang mendorong penyerapan cepat.

PropertiTerkini.com(JABABEKA) — Malibu Walk produk komersial terbaru dari Jababeka Residence, mencatat penjualan fase pertama dengan respons positif sejak diluncurkan di kawasan Movieland Jababeka, Cikarang.

Produk komersial ini tidak sekadar menawarkan unit ruko, tetapi masuk ke dalam kawasan yang sudah hidup—dengan aktivitas harian yang stabil dari pendidikan, hunian, hingga lifestyle.

Baca Juga: Jababeka Bizpark: Sinergi Strategis dengan BCA, Ratusan Unit Terjual dan Siap Serah Terima 2026

Situasi ini menjadi penting karena pasar properti komersial belakangan cenderung selektif. Produk yang berdiri di kawasan belum matang biasanya membutuhkan waktu panjang untuk “hidup”. Di sini, pola itu tidak terjadi.

Yang terdampak langsung adalah pelaku usaha dan investor ritel. Mereka tidak lagi membeli sekadar bangunan, melainkan membeli akses ke traffic yang sudah ada.

Keberhasilan peluncuran Malibu Walk dinilai berpotensi melanjutkan tren positif kawasan komersial di Movieland Jababeka, menyusul keberhasilan Hollywood Boulevard dan HB Signature yang kini telah dipenuhi berbagai aktivitas bisnis.

Malibu Walk Jababeka dan Kekuatan Ekosistem Kawasan

Kawasan Movieland Jababeka bukan proyek baru yang masih “menunggu ramai”. Ini merupakan kawasan bisnis dan gaya hidup yang terintegrasi dan terus berkembang dan menjadi salah satu pusat aktivitas utama di Kota Jababeka.

Baca Juga: Tembus Okupansi 90%, Gudang Modern Astra Property di Bekasi Jadi Incaran Industri

Aktivitasnya sudah terbentuk dari kombinasi kampus, sekolah, hunian, hotel, dan pusat lifestyle.

Ada arus harian dari ribuan mahasiswa, profesional, hingga komunitas ekspatriat. Ini yang disebut captive market—pasar yang sudah ada, bukan yang masih harus dibangun.

Keberadaan institusi pendidikan seperti President University dan sekolah BPK Penabur, hunian premium, kawasan dormitory atau asrama mahasiswa, pusat lifestyle, hotel berbintang serta konsep mini Transit Oriented Development (TOD) di Hollywood Junction, yang mempercepat mobilitas.

“Produk komersial di dalam ekosistem matang seperti Movieland Jababeka memiliki daya serap pasar yang sangat tinggi,” ujar Ivonne Anggraini, Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang.

Dari sisi positioning, Malibu Walk berada di boulevard utama. Kawasan ini juga telah dikenal sebagai destinasi kuliner dan gaya hidup favorit, sehingga memberikan peluang bisnis yang langsung “hidup” sejak awal.

Baca Juga: Pasar Properti 2026 Masuk Fase Transisi: Pasok Baru Turun hingga 80%, Pemulihan Mulai Terlihat

Ini bukan sekadar lokasi strategis di brosur, tetapi titik dengan visibilitas dan traffic yang sudah terbukti berjalan.

Konsep Fleksibel dan Skema “Buy 1 Get 2”

Menariknya, Malibu Walk tidak hanya bermain di lokasi, tetapi juga di konsep produk.

Mengusung tagline “Where Business Meets Lifestyle”, Malibu Walk hadir dengan konsep yang menggabungkan fungsi komersial dan gaya hidup dalam satu kawasan strategis.

Dan salah satu keunggulan yang paling menonjol adalah konsep “Buy 1 Get 2”. Artinya, satu unit bisa dimanfaatkan untuk dua bisnis berbeda atau bisa disewakan secara terpisah.

Dalam konteks bisnis, ini membuka dua opsi, yakni diversifikasi usaha atau optimalisasi yield sewa.

Baca Juga: Dari Hype ke Ekosistem, Transformasi 88 Plaza Balikpapan di Tengah Pasar Properti yang Semakin Selektif

Secara desain, fasad dibuat untuk eksposur maksimal yang menggabungkan estetika konsep Parisian Style dengan fungsionalitas modern.

Area pedestrian dipisahkan dari jalur kendaraan, dan parkir motor serta mobil diatur terpisah. Detail kecil, tapi berdampak pada kenyamanan dan durasi kunjungan.

“Saya melihat Malibu Walk bukan hanya sebagai tempat usaha, tetapi peluang bisnis yang sudah memiliki pasar jelas,” kata Alvi Faidaturrosyida, salah satu pembeli.

Konsep seperti ini biasanya lebih relevan di kawasan dengan traffic tinggi. Jika tidak, fleksibilitasnya tidak akan optimal.

Harga, Akses dan Konektivitas Pendorong Kenaikan Nilai Properti

Malibu Walk Jababeka ditawarkan dengan harga mulai dari Rp1,7 miliar untuk ukuran 73/50 m² hingga 82/56,3 m²—masih berada di rentang kompetitif untuk kawasan dengan ekosistem aktif, seperti Movieland.

Baca Juga: Medical Suites BSD City Targetkan Operasional 2026, Solusi Kesehatan Global di KEK ETKI

Presentasi fasilitas kawasan Malibu Walk Jababeka
Paparan fasilitas penunjang di kawasan Malibu Walk Jababeka yang mencakup pendidikan, hunian, hingga area komersial. (Foto: Dok. Jababeka)

Bahkan, Sebagai bentuk apresiasi, setiap pembelian unit ruko Malibu Walk akan mendapatkan hadiah langsung berupa trip Hunting Aurora di Norwegia untuk 1 orang, serta promo menarik lainnya.

Nilai tambah lainnya datang dari sisi konektivitas dan akses. Kawasan ini didukung oleh beragam pilihan transportasi publik seperti DAMRI Bandara Soekarno–Hatta, Primajasa Bandung, AO Shuttle (rute Jababeka–Deltamas dan Jababeka–Blok M), hingga Swatantra S01 yang terhubung dengan Stasiun KRL, serta layanan Transjabodetabek rute Cawang Sentral–Cikarang Jababeka.

Selain itu, kawasan ini juga didukung empat akses pintu tol serta rencana pengembangan infrastruktur strategis seperti MRT Fase III Cikarang–Balaraja dan LRT Jakarta–Cikarang.

Baca Juga: PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk Perluas Jangkauan, Targetkan 80 Toko Baru Tahun 2026

Infrastruktur seperti ini biasanya menjadi pendorong kenaikan nilai properti dalam jangka menengah hingga panjang.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page