Iklan Youtube Properti Terkini
Sunday, November 27, 2022
Iklan Youtube Properti Terkini

Kendalikan Banjir Bandung Selatan, Kementerian PUPR Bangun Kolam Retensi Andir

Dikerjakan sejak Desember 2020, nilai kontrak proyek konstruksi ini mencapai Rp141 miliar. Ini menjadi bagian dari proyek penanggulangan banjir Kabupaten Bandung.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (BANDUNG) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menambah kapasitas infrastruktur pengendalian banjir di Bandung sesuai amanat Presiden Joko Widodo melalui Perpres No 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

Setelah Terowongan Nanjung, Sudetan (Floodway) Cisangkuy dan Kolam Retensi Cieunteung, saat ini juga telah dirampungkan pembangunan Kolam Retensi Andir dan empat polder di Kabupaten Bandung sebagai tambahan tampungan pengendali banjir untuk mengurangi risiko banjir di Kawasan Bandung Selatan.

Baca Juga: Bangun Infrastruktur Pengendali Banjir Bandara YIA untuk Dukung Pariwisata Borobudur

Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S Atmawidjaja yang juga Juru Bicara Kementerian PUPR mengatakan, pembangunan kolam retensi Andir dan empat polder menjadi bagian dari proyek penanggulangan banjir Kabupaten Bandung yang sudah direncanakan. Selain ini, juga telah menyelesaikan Sudetan Cisangkuy, Kolam Retensi Cieunteung dan beberapa normalisasi anak sungai Citarum yang lainnya.

Menurut Endra, pembangunan kolam retensi Andir dan empat polder merupakan kerja sama pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menanggulangi banjir musiman di wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah Kabupaten Bandung.

“Sejak masa saya kuliah di Bandung pada akhir tahun 1980-an, Kawasan Bandung Selatan seperti Dayeuh Kolot, Baleendah hingga Rancaekek ini sangat padat penduduknya dan langganan digenangi banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter dengan durasi yang cukup lama. Masyarakat sangat dirugikan secara sosial-ekonomi. Oleh karena itu, keberadaan berbagai infrastruktur pengendali banjir ini sangat dibutuhkan,” papar Endra.

Baca Juga: Kenalkan Pinhome Home Service, Pinhome Sasar Pengunjung MBloc Space Jakarta

Kolam Retensi Andir dirancang dan dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Ditjen Sumber Daya Air untuk mampu menampung genangan banjir sebanyak kurang lebih 160 ribu meter kubik (m3). Banjir yang biasa menggenangi wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah nantinya bisa ditampung oleh kolam retensi, dan dipompa ke sungai setelah normal.

Kolam retensi Andir dibangun dengan luas daerah tangkapan air (catchment area) 149 hektar, dilengkapi pompa tiga unit berkapasitas masing-masing 500 liter/detik. Selain itu juga telah dibangun empat polder, yakni Polder Cipalasari-1 dengan catchment area seluas 22 hektar dan volume tampungan 1.250 m3; Polder Cipalasari-2 (catchment area 21 hektar dan volume 1.250 m3; Polder Cijambe (catchment area 137 hektar dan volume 1.250 m3, dan Polder Cisangkuy (catchment area 8 hektar dan volume 450 m3.

Baca Juga: Sinar Mas Land dan Pemprov Kepri Gelar Vaksinasi Booster untuk Para Pekerja Pariwisata

Pembangunan kolam retensi Andir dan empat polder tersebut dilaksanakan sejak Desember 2020 dilaksanakan oleh kontraktor PT Adhi Karya dan konsultan supervisi PT Raya Konsult-PT Transka Dharma Konsultan, dengan nilai kontrak konstruksi Rp141 miliar.

Sebelumnya Kementerian PUPR juga telah melakukan pembangunan Kolam Retensi Cieunteung dengan luas genangan 4,75 hektar dan volume tampung 190.000 m3. Tujuan pembangunan Kolam Retensi yang selesai pada 2018 lalu ini untuk mereduksi banjir seluas 91 hektar (sekitar 1250 bangunan/rumah) dan memiliki potensi sebagai area wisata. Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT Nindya Karya – PT. Barata (KSO) dengan nilai kontrak Rp203 miliar.

Baca Juga: Kementerian PUPR Kebut Penataan Rumah di Koridor Sirkuit MotoGP Mandalika

Selanjutnya juga telah dirampungkan pembangunan Sudetan (Floodway) Cisangkuy. Sudetan Cisangkuy akan mengalirkan debit banjir sebesar 230 m3/detik yang semula bermuara ke Dayeuhkolot menjadi bermuara ke Pameungpeuk sehingga mengurangi lama genangan dan luas genangan di daerah Dayeuhkolot, Baleendah, Andir, dan sekitarnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU