Friday, December 9, 2022

Tekan Biaya Logistik, Kualitas Jalan Nasional di Maluku Utara Ditingkatkan

Konektivitas antar wilayah diperlukan agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pemerintah terus meningkatkan konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Selain pembangunan jalan tol, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga melakukan pembangunan dan pemeliharaan jalan arteri nasional. Salah satunya adalah pemeliharaan atau preservasi ruas jalan nasional di Pulau Halmahera dan Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Tujuan pemeliharaan jalan ini adalah untuk menjaga kemantapan kondisi jalan sehingga biaya logistik dapat ditekan. Efisiensi biaya transportasi ini akan meningkatkan daya saing komoditas yang diangkutnya.

Baca Juga: Program KOTAKU Sentuh Kawasan Kedaung Kota Tangerang

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan konektivitas antar wilayah diperlukan agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien. “Dengan konektivitas yang semakin lancar akan membantu proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut,” kata Basuki.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara Herdiantor Arifin mengatakan, di Provinsi Maluku Utara terdapat 67 ruas jalan nasional dengan total panjang 1.208 km.

“Khusus di Pulau Halmahera pada tahun 2022 tengah dikerjakan pemeliharaan ruas jalan sepanjang 796,78 km dan di Pulau Ternate sepanjang 43,98 km,” kata Herdiantor.

Baca Juga: Kementerian PUPR Target Bangun PSU untuk 27.825 Rumah Subsidi di 2023

Menurut Herdiantor, terdapat tiga ruas jalan yang tengah ditangani di Pulau Halmahera yakni preservasi Jalan Kao – Boso – Sidangoli (Derm. Fery) – Sp. Dodinga – Bobaneigo – Ekor sepanjang 137,65 km yang menghubungkan Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara. Alokasi anggaran untuk pekerjaan di ruas tersebut sebesar Rp13,13 miliar.

Ruas selanjutnya yakni Preservasi Jalan Ekor – Subaim – Buli –Maba di Kabupaten Halmahera Timur sepanjang 156,80 km dengan anggaran Rp65,75 miliar.

Terakhir adalah Preservasi Ruas Jalan Sp. Dodinga-Sofifi-Akelamo (Km.60)- Payahe –Weda sepanjang 127,83 km yang menghubungkan Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Tengah, dengan anggaran Rp38,41 miliar.

Baca Juga: Imbas Infrastruktur, Pencarian Properti di Luar Jakarta Semakin Meningkat

Selanjutnya di Pulau Ternate, pada tahun 2022 tengah dilaksanakan Preservasi Jalan Keliling Pulau Ternate sepanjang 43,98 km dengan anggaran Rp4,12 miliar.

Pulau Ternate merupakan salah satu sentra produsen rempah dan memiliki beberapa tempat bersejarah seperti Benteng Oranje, Masjid Sultan Ternate, dan Benteng Kalamata. Beberapa bangunan tua peninggalan sejarah tersebut pun masih dirawat.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU