Wednesday, September 22, 2021

Mau Beli Rumah? Pertimbangkan 6 Hal Ini

Keuntungan yang berlipat membeli rumah sekarang ini, jangan sampai membabi-buta dan asal membeli tanpa pertimbangan yang matang. 

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pemerintah baru-baru ini memberikan stimulus di sektor properti. Bank Indonesia memberikan kebijakan Down Payment (DP) pembelian rumah atau apartemen nol persen. Disusul dengan Menteri Keuangan yang membuat gebrakan PPN ditanggung pemerintah alias gratis.

Dua kebijakan itu bertujuan untuk menggairahkan bisnis properti, mengingat kontribusinya cukup signifikan terhadap perekonomian nasional yaitu sebesar 13%. Namun, sejak pandemi Covid-19 sektor properti mencatatkan pertumbuhan negatif 2%.

Baca Juga: 5 Langkah Mudah Beli Rumah DP Nol Persen dan Gratis PPN

Kebijakan langka itu disambut cukup antusias oleh masyarakat kelas menengah atas. Menurut Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Totok Lusida ada pengembang yang omzetnya meningkat tiga kali lipat dari Rp 100 miliar menjadi Rp 300 miliar. Walaupun dia mengakui belum menghitung penjualan rata-rata per bulannya untuk semua pengembang.

Kebijakan itu paling tidak menumbuhkan optimisme para pelaku bisnis properti yang sempat tertidur selama satu tahun terakhir. Bagi masyarakat berpenghasilan menengah atas menjadi momentum untuk berinvestasi.

Berikut keuntungan membeli properti saat program DP nol rupiah dan bebas PPN:

#Harga Spesial

Di dalam bisnis properti tetap berlaku hukum permintaan dan penawaran. Ketika pandemi praktis permintaan menurun sedangkan penawaran cenderung meningkat (over supply).

Di sini banyak pengembang yang menurunkan harganya atau dengan cara menambah diskon. Jika Anda membeli saat ini maka akan mendapatkan harga spesial.

#DP Nol Rupiah

Sesuai ketentuan dari Bank Indonesia sebelumnya DP yang diberikan debitur adalah 10%. Namun, dengan adanya program tersebut maka akan menghemat dana 10%.

Misalnya harga rumah Rp500 juta seharusnya menyediakan untuk uang muka Rp50 juta. Adanya program ini maka cukup memberikan uang tanda jadi sebesar Rp5 juta hingga Rp10 juta, sesuai dengan ketentuan dari pihak pengembang.

Baca Juga: Supersol Karbol Wangi Eucalyptus, Rumah Lebih Bersih dan Nyaman

Namun, perhitungan tersebut belum termasuk membayar BPHTB sekitar Rp19 juta dan biaya proses KPR kurang lebih Rp18 juta.

Walau pun ada beberapa pengembang yang membuat gimmick dengan memberikan subsidi BPHTB dan Biaya Proses KPR.

#Bebas PPN

Peraturan Menteri Keuangan mensyaratkan harga rumah atau apartemen hingga Rp 2 miliar, diberikan bebas PPN atau PPN ditanggung pemerintah.

Jika rumah seharga Rp500 juta maka PPN yang ditanggung pemerintah sebesar Rp45 juta. Perhitungannya adalah (Rp500 juta + Rp3 juta) : 1.1 x 10%.

Biasanya pengembang akan memberikan refund “pengembalian” dana kepada konsumen setelah satu tahun.

Mengacu PMK bahwa peserta program tidak boleh menjual rumah selama satu tahun sejak serah terima bangunan. Program ini hanya berlaku untuk pembelian rumah ready stock “siap huni”.

Baca Juga: Kementerian PUPR Siap Bangun 100 Rumah Khusus di NTT

Keuntungan yang berlipat membeli rumah sekarang ini, jangan sampai membabi-buta dan asal membeli tanpa pertimbangan yang matang.

Berikut ini setidaknya ada 6 kiat membeli rumah:

1. Reputasi Pengembang

Perhatikan reputasi pengembang, proyek-proyek apa saja yang telah di bangun. Jika pengembang baru dapat mengecek keanggotaan di REI.

Siapa pimpinan di perusahaan tersebut. Juga dapat mencari tahun legalitas tanah di BPN (Badan Pertanahan Nasional).

2. Lokasi Properti

Apakah lokasi tersebut berada di kawasan yang sedang bertumbuh? Yang didukung dengan munculnya pembangunan infrastruktur jalan atau fasilitas pendukung misalnya sekolah, pusat perbelanjaan dan lain-lain.

3. Bebas Banjir dan Aman

Pastikan lokasi perumahan tidak banjir dengan melakukan survei pada waktu hujan, mencari informasi di media atau menanyakan warga yang bertempat tinggal di lingkungan itu. Termasuk mencari tahu apakah perumahan relatif aman dari pencurian tidak.

4. Fasilitas

Fasilitas dapat dibagi dua internal dan eksternal. Fasilitas di dalam perumahan minimal ada rumah ibadah, pusat kebugaran, area bermain mini market untuk keperluan sehari-hari.

Sedangkan fasilitas di luar perumahan paling tidak ada rumah sakit, pusat perbelanjaan, sarana transportasi dan sekolah hingga menengah atas.

5. Akses

Akses jalan merupakan salah satu faktor yang tidak kalah penting. Adanya beberapa akses jalan akan memudahkan dalam mobilitas.

Karena menjadi alternatif jika di titik tertentu terjadi kemacetan. Minimnya akses akan mengunci sehingga tidak bebas untuk bergerak.

6. Desain Bangunan

Pertimbangan yang terakhir adalah desain bangunan. Apakah pencahayaan cukup? Sirkulasi udara bagus dan tinggi plafon yang cukup supaya tidak panas.

Juga perlu diperhatikan spesifikasi bangunan yang tentunya disesuaikan dengan harga rumah.

Baca Juga: Inner City Perkuat Sinergi Pengelolaan Apartemen di Era New Normal

***

Bagi Anda yang ingin memanfaatkan momentum ini, ada baiknya persiapkan dari sekarang dengan berdiskusi bersama keluarga. Mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai pilihan properti yang akan diambil. Jangan sampai salah pilih dan sesal kemudian. [Rujukan: www.industry.co.id]

 

Kris Banarto, MM, CPM (Asia), CPHRM, Praktisi Bisnis Properti dan Blogger

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU