Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal
Tuesday, January 13, 2026
Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal

BERITA TERKAIT

ICBT 2025: Pameran Teknologi Pemeliharaan Fasilitas, Smart Building, dan Sustainability

Keberlanjutan Jadi Strategi Bisnis: 48% Perusahaan Indonesia Manfaatkan AI Hadapi Tantangan Ekonomi

Sektor pusat data, utilitas, serta jasa keuangan tercatat sebagai yang paling agresif mengintegrasikan teknologi untuk menjawab lonjakan kebutuhan energi dan komputasi yang sejalan dengan pertumbuhan AI.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Keberlanjutan kini tidak lagi diposisikan sebagai agenda tambahan, melainkan telah menjadi strategi inti bisnis bagi perusahaan di Indonesia.

Hal ini tercermin dari hasil Schneider Electric Green Impact Gap Survey 2025 yang menunjukkan bahwa 48% perusahaan di Indonesia telah memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung target keberlanjutan sekaligus memperkuat daya saing di tengah tekanan ekonomi dan geopolitik yang kian kompleks.

Baca Juga: 15 Tahun Beroperasi, Pasar Modern Paramount Gading Serpong Jadi Nadi Aktivitas Kota

Survei tahunan yang dilakukan oleh Schneider Electric ini melibatkan 4.500 pemimpin bisnis di sembilan negara Asia, termasuk Indonesia, dan memberikan gambaran komprehensif mengenai bagaimana dunia usaha memandang keberlanjutan sebagai penggerak pertumbuhan jangka panjang, bukan sekadar kewajiban kepatuhan.

Salah satu temuan paling menonjol dalam laporan tahun ini adalah meningkatnya adopsi teknologi digital, khususnya AI, sebagai enabler keberlanjutan.

Di Indonesia, hampir separuh perusahaan telah menerapkan solusi berbasis AI, terutama untuk:

  • otomatisasi pengumpulan dan pelaporan data keberlanjutan,

  • optimasi konsumsi energi,

  • serta peningkatan efisiensi proses dan desain produk.

Pemanfaatan AI ini dinilai mampu menjawab tantangan klasik dunia usaha, yakni efisiensi biaya dan pengelolaan risiko energi, yang hingga kini masih menjadi kekhawatiran utama banyak perusahaan nasional.

Baca Juga: Wajib Tahu! 2 Inovasi Semen Merah Putih: Semen Hijau dan Beton Modular Percepat Konstruksi Berkelanjutan

Survei juga mengungkap pergeseran signifikan dalam cara pandang para CEO dan pimpinan perusahaan di Indonesia. Pada 2025:

  • 43% CEO menilai keberlanjutan meningkatkan citra dan reputasi perusahaan, naik tajam dibandingkan 2023.

  • 51% menyebut keberlanjutan mampu menciptakan peluang bisnis baru.

  • 49% memprioritaskan keberlanjutan untuk mendorong efisiensi biaya operasional.

Data ini menegaskan bahwa keberlanjutan kini telah menjadi alat strategis untuk bertahan dan bertumbuh, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga energi yang terus berulang.

Tantangan Ekonomi dan Geopolitik Masih Membayangi

Meski adopsi teknologi dan komitmen keberlanjutan terus meningkat, survei mencatat bahwa dunia usaha Indonesia masih menghadapi hambatan struktural.

Ketidakpastian ekonomi, kebijakan, dan geopolitik masih menjadi faktor utama yang menahan laju investasi keberlanjutan.

Baca Juga: EcoStruxure Building Operation 7.0: Solusi Terbaru Schneider Electric untuk Efisiensi Energi dan Keberlanjutan Bangunan

Sekitar dua dari lima perusahaan menyebut dinamika geopolitik global sebagai penghambat, sementara sebagian lainnya masih mencermati kesiapan regulasi dan insentif jangka panjang.

Namun, dibandingkan dua tahun sebelumnya, berbagai hambatan seperti birokrasi, keterbatasan data pasar, dan minimnya insentif justru menunjukkan tren penurunan, menandakan iklim investasi yang semakin kondusif.

Laporan ini juga menyoroti fenomena Green Impact Gap, yakni kesenjangan antara ambisi keberlanjutan dan implementasi nyata di lapangan.

Pada 2025, sekitar 97% perusahaan di Indonesia telah memiliki target keberlanjutan, namun kurang dari separuh yang telah menjalankan strategi komprehensif dan terukur untuk mencapainya.

Kesenjangan ini relatif stagnan di kisaran 48% sejak 2023, meskipun tingkat optimisme meningkat.

Menariknya, 89% perusahaan di Indonesia menyatakan yakin dapat mencapai target iklim 2030, bahkan 23% mengaku berada lebih cepat dari jadwal.

Baca Juga: Harga Rumah Sekunder Turun 0,3%, Kawasan Industri Bekasi–Subang Justru Makin Dilirik Investor

Kepercayaan diri tertinggi tercatat pada perusahaan yang telah melakukan verifikasi target oleh pihak ketiga, menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas publik.

Digitalisasi Jadi Prioritas Investasi Dua Tahun ke Depan

Infografik keberlanjutan bisnis Green Impact Gap 2025
Infografik Green Impact Gap 2025 menunjukkan posisi keberlanjutan bisnis perusahaan Indonesia serta tantangan dan peluang menuju target 2030. (Dok. Schneider Electric)

Ke depan, dunia usaha Indonesia masih menempatkan digitalisasi sebagai prioritas utama. Sekitar 36–40% perusahaan berencana mengalokasikan investasi minimal US$1 juta untuk inisiatif keberlanjutan dalam dua tahun ke depan, dengan fokus pada:

  • digitalisasi sistem,

  • efisiensi energi,

  • keberlanjutan rantai pasok,

  • dan penerapan green IT untuk menekan jejak karbon dari komputasi dan pusat data.

Sektor pusat data, utilitas, serta jasa keuangan tercatat sebagai yang paling agresif mengintegrasikan teknologi untuk menjawab lonjakan kebutuhan energi dan komputasi yang sejalan dengan pertumbuhan AI.

Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Martin Setiawan, menegaskan bahwa perusahaan di Indonesia semakin melihat keberlanjutan sebagai langkah strategis jangka panjang, bukan sekadar respons terhadap tekanan regulasi.

Baca Juga: TV Micro RGB 115 Inci Jadi Andalan, Samsung Siapkan 6 Ukuran TV Premium di 2026

Dalam konteks bisnis yang volatil, pendekatan berbasis digitalisasi dan AI dinilai mampu membantu perusahaan:

  • meningkatkan efisiensi operasional,

  • mengurangi risiko energi,

  • serta menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan.

Survei Green Impact Gap 2025 menegaskan satu pesan utama: perusahaan yang bergerak lebih awal dan serius dalam keberlanjutan tidak hanya lebih siap menghadapi krisis, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk unggul dalam kompetisi pasar.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com
Pameran Teknologi Pendinginan, Ventilasi, Pemanas, dan Efisiensi Energi (Refrigeration & HVAC Indonesia)

BERITA TERBARU

Demo Half Page