PropertiTerkini.com, (SINGAPURA) — The Ascott Limited mencatatkan performa terbaik sepanjang sejarah perusahaan pada tahun 2025. Bisnis penginapan yang berada di bawah naungan CapitaLand Investment ini berhasil menambah lebih dari 7.300 unit properti baru di kawasan Asia Tenggara.
Angka tersebut melonjak tajam sebesar 55 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan 4.700 unit, menempatkan perusahaan ini di jajaran tiga besar pengelola perhotelan dengan pertumbuhan tercepat di kawasan ini menurut data Horwath HTL.
Baca Juga: Hotel “Chelsea” Diluncurkan Ascott di Jakarta: 2 Kamar Ikonik Resmi Hadir untuk Penggemar The Blues
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kepercayaan pemilik properti yang terus meningkat terhadap strategi multi-tipe yang dijalankan perusahaan.
Saat ini, portofolio operasional telah mencakup lebih dari 200 properti, dengan tambahan sekitar 150 properti yang tengah dalam tahap pembangunan di berbagai negara.
Penambahan masif ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang, terutama di tengah pulihnya sektor pariwisata yang didorong oleh tingginya permintaan intra-ASEAN dan peningkatan pengeluaran pengunjung.
Pasar perhotelan di Asia Tenggara dinilai masih sangat terfragmentasi, dimana mayoritas suplai hotel masih dikuasai oleh properti independen tanpa merek internasional. Kondisi ini menjadi celah strategis bagi perusahaan untuk terus melakukan penetrasi pasar melalui strategi penandatanganan dan konversi aset.
Baca Juga: Citadines Antasari Jakarta Resmi Dibuka: 175 Unit Hunian Modern Tawarkan Konsep One Stop Living
Dengan lebih dari 25 properti yang dijadwalkan beroperasi dalam kurun waktu 12 bulan ke depan, perusahaan kini fokus pada eksekusi teknis di lapangan untuk memastikan standar layanan tetap terjaga di setiap lokasi baru.
Pihak manajemen menekankan bahwa pertumbuhan ini dilakukan secara sengaja dan berorientasi pada kemitraan jangka panjang dengan pemilik aset yang menginginkan model bisnis flex-hybrid.
Chief Growth Officer Ascott, Serena Lim, menyatakan bahwa Asia Tenggara tetap menjadi pasar perhotelan paling dinamis di dunia, sehingga posisi perusahaan sangat diuntungkan oleh keahlian pasar selama empat dekade terakhir.
Perluasan ini mencakup berbagai tipe penginapan, mulai dari residensi berlayanan hingga properti gaya hidup sosial yang mampu memberikan hasil resilien bagi investor.
Baca Juga: Liburan Keluarga di Singapura: Paket Hotel + Tiket Atraksi Mulai Rp4 Jutaan di PARKROYAL Beach Road
The Ascott Limited Manfaatkan Strategi Konversi dan Diversifikasi Pasar
Salah satu kunci utama dalam mempercepat waktu masuk ke pasar adalah melalui konversi properti yang sudah ada, dengan sekitar 30 persen dari total pipeline pembangunan akan diselesaikan melalui skema ini.
Pendekatan dual-track yang mengombinasikan pembangunan baru dengan reposisi aset lama terbukti efektif mengatasi kendala suplai lahan di banyak lokasi strategis.
Sebagai contoh, terdapat tiga properti bermerek Bayview di Penang dan Langkawi yang akan segera dirombak menjadi Ascott Batu Ferringhi Penang, Oakwood Georgetown Penang, dan FOX Hotel Langkawi paling lambat tahun 2028.
Ekspansi ini tidak hanya menyasar kota-kota besar, tetapi juga menjangkau sekitar 20 destinasi baru di Asia Tenggara, termasuk lokasi-lokasi bisnis dan wisata potensial seperti Labuan Bajo dan Medan di Indonesia, hingga Phuket di Thailand.
Baca Juga: Proyek Baru Las Vegas Sands Gandeng Woh Hup Bangun Ikon Ultra-Mewah Senilai Rp136 Triliun
Chief Strategy Officer dan Managing Director Southeast Asia Ascott, Wong Kar Ling, menyampaikan bahwa gelombang pembukaan properti mendatang akan menjadi ajang pembuktian strategi multi-tipe perusahaan.
“Fokus utama saat ini terletak pada eksekusi disiplin dan keandalan operasional untuk mengubah proyek dalam daftar menjadi realitas di lapangan,” katanya.
Pentingnya penguatan tim lokal juga menjadi faktor krusial dalam menerjemahkan strategi menjadi hasil nyata yang memenuhi ekspektasi pemilik maupun tamu.
Selain itu, penambahan properti resor di berbagai destinasi wisata dipandang sebagai langkah penting untuk menyeimbangkan portofolio perusahaan yang selama ini didominasi oleh segmen bisnis.

Hal ini sekaligus memperluas opsi destinasi bagi para anggota Ascott Star Rewards untuk menikmati fasilitas dan layanan di berbagai lokasi baru yang sebelumnya belum terjangkau oleh jaringan mereka.
Strategi ini mencakup berbagai merek mulai dari Ascott, Citadines, lyf, Oakwood, Somerset, The Crest Collection, hingga The Unlimited Collection.
Baca Juga: Triniti Land-Artotel Teken MoU Strategis, Target Rp1,5 Triliun Recurring Revenue dalam 10 Tahun
Keragaman merek ini memungkinkan perusahaan menangani kebutuhan segmen tamu yang berbeda, dari pelancong bisnis hingga wisatawan keluarga.
Dengan dukungan penuh dari sistem manajemen investasi CapitaLand Investment, perusahaan tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan fee-related revenue melalui pengelolaan properti yang efisien dan berkelanjutan.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com





