BERITA TERKAIT

Tarif Sewa Kantor Diproyeksi Naik, Pasokan Gedung Baru Menurun

Pasar perkantoran Jakarta mulai menunjukkan perbaikan pada awal 2026 seiring meningkatnya aktivitas relokasi dan ekspansi perusahaan. Di tengah terbatasnya pasokan baru, tarif sewa kantor diperkirakan tumbuh bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Tarif sewa kantor di Jakarta diproyeksikan mengalami kenaikan bertahap dalam beberapa tahun mendatang seiring terbatasnya pasokan gedung baru dan mulai membaiknya aktivitas pasar perkantoran.

Laporan kuartalan terbaru dari Colliers Indonesia mencatat rata-rata tarif sewa kantor di kawasan CBD Jakarta mencapai sekitar Rp218.000 per meter persegi per bulan pada kuartal pertama 2026.

Baca Juga: Properti 2026 Bergerak Pelan: Apartemen Turun 80%, Logistik Hampir Penuh, Kantor Lesu, Hotel Fokus Experience

Angka tersebut mengalami kenaikan moderat dibanding kuartal sebelumnya dan dinilai menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan pemilik gedung terhadap kondisi pasar.

Colliers memperkirakan rerata tarif dasar sewa kantor dapat tumbuh sekitar 3–4% per tahun selama periode 2026 hingga 2029.

Proyeksi tersebut ditopang terbatasnya tambahan pasokan gedung baru, sekaligus meningkatnya aktivitas relokasi penyewa menuju gedung berkualitas lebih tinggi.

Pasokan Gedung Baru Mulai Terbatas

Pasar perkantoran Jakarta masih berada dalam fase tenant market, namun tekanan akibat oversupply mulai perlahan berkurang.

Terbatasnya pembangunan gedung baru dinilai membantu mempersempit kesenjangan antara pasokan dan permintaan ruang kantor, terutama di kawasan CBD Jakarta.

Baca Juga: 87% Pekerja Indonesia Kembali ke Kantor, Gedung Premium Jakarta Diprediksi Langka

Kondisi ini membuat pemilik gedung mulai lebih percaya diri mempertahankan tarif sewa dibanding beberapa tahun terakhir yang cenderung stagnan.

Pada saat bersamaan, aktivitas inquiry dan relokasi perusahaan juga mulai meningkat. Banyak perusahaan kembali mengevaluasi strategi ruang kerja mereka setelah beberapa tahun menahan ekspansi.

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan permintaan pasar saat ini mulai bergerak dari sekadar perpanjangan kontrak menuju relokasi dan ekspansi ruang kantor.

“Perusahaan semakin terdorong meningkatkan kualitas ruang kerja, efisiensi operasional, atau mempertimbangkan gedung yang lebih modern setelah menempati lokasi yang sama dalam jangka panjang,” ujar Ferry.

Baca Juga: Arumaya Residences Tawarkan Skema Sewa Premium Lewat Kolaborasi Astra Land dan Kozystay

Gedung Premium dan Grade A Makin Diminati

Pemulihan pasar perkantoran Jakarta saat ini terutama ditopang gedung Premium dan Grade A di kawasan CBD.

Colliers mencatat tingkat hunian gedung Premium mendekati 82% pada awal 2026. Sementara gedung Grade A mencatat okupansi sekitar 76% pada kuartal pertama tahun ini.

Tingginya minat terhadap gedung berkualitas membuat ruang kosong di segmen premium semakin terbatas. Bahkan, gedung Premium hanya menyumbang sekitar 8% dari total ruang kosong di kawasan CBD Jakarta.

Tren ini memperlihatkan perubahan preferensi penyewa yang kini lebih mengutamakan efisiensi ruang, kualitas bangunan, fasilitas modern, hingga aspek sustainability.

Baca Juga: Adopsi Standar ESG, Kawasan Properti 36 Hektare di Medan Kantongi Sertifikasi “Greenship Neighborhood”  Pertama di Sumatera

Gedung dengan usia relatif baru, khususnya di bawah 10 tahun, mulai menjadi pilihan utama karena dinilai lebih efisien secara operasional dan memiliki standar bangunan yang lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat ini.

Relokasi Masih Jadi Penggerak Pasar

Hingga kuartal pertama 2026, tingkat hunian pasar perkantoran CBD Jakarta tercatat sekitar 75,5%, menunjukkan pemulihan bertahap dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Colliers memperkirakan permintaan relokasi akan tetap menjadi penggerak utama pasar sepanjang 2026, khususnya menuju gedung Premium dan Grade A.

Dengan pertumbuhan okupansi sekitar 1% per tahun, tingkat hunian perkantoran di CBD Jakarta diproyeksikan dapat kembali mendekati level 80% pada 2028.

Sementara itu, pasar kantor di luar CBD masih bergerak lebih lambat dengan tingkat hunian sekitar 70% pada awal tahun ini.

Baca Juga: Sustainability Bukan Tren Lagi, Tapi Standar Baru Hotel Bintang Lima

Meski demikian, kawasan Jakarta Selatan tetap menjadi salah satu destinasi potensial penyewa karena didukung aksesibilitas dan pertumbuhan aktivitas bisnis.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page