Friday, July 19, 2024
Banner Louis

Zero Waste to Landfill, Saatnya Jadi Keharusan di Perusahaan

Terlepas dari industri yang dijalankan, perusahaan harus berusaha menuju ekonomi sirkular.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Tingkat kesadaran masyarakat Indonesia, bahkan termasuk organisasi perusahaan akan permasalahan sampah saat ini dinilai masih butuh perhatian. Untuk ini, sudah saatnya menerapkan sistem zero waste to landfill.

Untuk diketahui, Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, per bulan Mei tahun 2024, menunjukan bahwa berdasarkan data yang dikumpulkan dari 171 kota di Indonesia tahun 2023, masih ada sekitar 33,85% atau setara 6,737,665.98 (ton/tahun) sampah yang belum terkelola.

Baca Juga: Award4Change “Circular Township Award” untuk Sinar Mas Land: Buktikan Komitmen Pengelolaan Sampah yang Bertanggungjawab

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tahun 2022 telah tercatat lebih dari 65,83% sampah berakhir di landfill atau yang dikenal juga sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Melihat fakta tersebut, baik secara pribadi maupun sebuah organisasi perusahaan sudah selayaknya memberikan perhatian lebih untuk melindungi dan merawat lingkungan.

Pada sebuah organisasi perusahaan, jika bisnisnya sedang mempertimbangkan keberlanjutan dengan serius, perusahaan tersebut mungkin bersinggungan dengan program zero waste to landfill.

Baca Juga: Paramount Land Gelar CSR “Berbagi Kacamata untuk Anak Negeri” di Tangerang

Christina Ng, Head of Facilities Management Colliers Indonesia mengatakan bahwa, Zero Waste to Landfill adalah konsep yang bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan bahan limbah sebagai bahan baku untuk proses lain.

“Melalui penerapan ini, ekosistem terpadu tercipta, berkontribusi pada lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan secara menyeluruh,” katanya.

Selain itu, menurut dia, dari sudut pandang perusahaan organisasi dan gedung komersial, konsep ini juga membantu dalam memaksimalkan implementasi Environmental, Social, Governance (ESG).

Bagi organisasi korporat, sangat penting untuk mengukur kontribusi bulanan mereka terhadap keberlanjutan yang sejalan dengan strategi ESG perusahaan.

Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan memiliki Laporan Keberlanjutan, yang berkontribusi pada tujuan agar tercapai Keuangan Berkelanjutan.

Baca Juga: NTT DATA: 80% Perusahaan Mengakui, Teknologi Usang Menjadi Penghambat Inovasi

Bagaimana prinsip ESG sejalan dengan zero waste, dan dimana investasi berkelanjutan dapat dilakukan? Hampir semua peringkat ESG yang ada termasuk didalamnya manajemen limbah dan penggunaan bahan digunakan sebagai indikator kunci.

sampah

Dalam investasi berkelanjutan, faktor ESG memainkan peran yang signifikan, menekankan pentingnya perusahaan menganggap peringkat ESG dengan serius. Hal ini menegaskan perhatian yang diberikan oleh para investor terkait manajemen limbah.

Baca Juga: Limbah Plastik Disulap Jadi Aspal Mulus di Kota Deltamas, Komitmen Sinar Mas Land Wujudkan Kota Ramah Lingkungan

Terlepas dari industri yang dijalankan, perusahaan harus berusaha menuju ekonomi sirkular. Melalui penerapan tersebut, perusahaan tidak hanya dapat mencapai efisiensi sumber daya, tetapi juga menciptakan peluang, berdampak pada berbagai sektor, dan meningkatkan kualitas hidup.

Laporan lengkap Zero Waste to Landfill, ada di sini!

Baca berita lainnya di GoogleNews

- Advertisement -
Demo Below News

BERITA TERKAIT

Sharp Plasmacluster
Sharp Plasmacluster

BERITA TERBARU

Demo Half Page