Youtube Channel PT
Friday, July 19, 2024
Iklan Youtube Properti Terkini

Pengembang Swasta Jadi Motor Penggerak Bangkitnya Sektor Properti di 2025

Saat proyek-proyek hunian vertikal banyak yang pembangunannya terhenti, namun Elevee tampil beda dengan terus meng-update progres pembangunannya.

PropertiTerkini.com, (TANGERANG) — Pengembang swasta punya kontribusi besar dalam mendorong sektor properti di Tanah Air, bahkan akan menjadi motor bangkitnya bisnis ini, juga tumbuhnya ekonomi Indonesia di 2025 mendatang. Demikian dikatakan pengamat properti nasional, Panangian Simanungkalit.

Menurut dia, pasar properti terutama perumahan akan semakin membaik di era pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka yang akan dilantik menjadi presiden dan wakil presiden pada Oktober mendatang.

Baca Juga: Properti Hijau Jadi Keharusan, Pengembang Swasta Berkontribusi Besar dalam Upaya Mengantisipasi Perubahan Iklim

“Kontribusi pengembang swasta dalam merealisasikan visi pemerintah mendatang tentunya sangat besar,” kata Panangian dalam acara Talkshow Properti dengan tema “Meneropong Pasar Properti di Era Pemerintahan Baru” yang digelar di Marketing Office Alam Sutera, Tangerang, Banten, Selasa (25/6/2024).

Panangian memrediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik di 2025 mendatang, dimana pertumbuhannya berkisar antara 5,2-5,7 persen.

Selain berkaitan dengan kebijakan dan situasi global, visi ekonomi pemerintahan baru, sebut Panangian juga sangat mendukung pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

“Dan salah satu sektor yang turut menopang pertumbuhan ekonomi kita adalah dari sektor properti. Sektor ini telah terbukti tahan banting dalam perekonomian di Indonesia, menyerap tenaga kerja yang banyak, serta memiliki multiflier effect dan trickle down effect,” kata Panangian.

Baca Juga: Koridor Barat Real Jakarta Masa Depan: Paramount Petals Kian Gencar Membangun Infrastruktur dan Fasilitas

Krisis yang terjadi pada tahun 1999, kata Panangian, dimana ekonomi Indonesia -13,8, sementara nilai tukar Rupiah juga anjlok hingga sekitar Rp16 ribuan, justru sektor propertilah yang membuat ekonomi Indonesia bangkit.

“Bayangkan dari minus 13,8, setelah properti bangkit, pertumbuhan ekonomi Indonesia langsung tumbuh plus 3,3 persen lebih. Dan akhirnya booming properti terjadi di 2005,” terangnya.

Begitu juga terlihat dimana ketika Indonesia resesi di tahun 2020 lalu. “Saat itu ekonomi Indonesia -2,1, sementara sektor properti justru tumbuh 2,32 persen. Jadi properti tahan banting plus bisa menciptakan lapangan kerja dalam jumlah yang massif,” tegas Panangian.

Booming Properti Mulai 2025

Sinyal-sinyal melesatnya sektor properti sangat terasa, lanjut Panangian. Hampir semua indikator mendukung booming-nya bisnis ini mulai 2025 sampai 2029 mendatang.

“Para pengusaha, termasuk beberapa asosiasi seperti REI dan lainnya memberi signal bahwa properti akan bangkit di era pemerintahan yang akan datang,” ungkapnya.

Baca Juga: Ruko Gudang Multiguna Taman Tekno X Tahap Kedua Diluncurkan di BSD City, Mulai Rp2,5 Miliaran

Menurut dia, hal ini terlihat dari salah satu visi dan program pemerintahan mendatang, Prabowo-Gibran yang akan membangun 3 juta rumah, dimana 1 juta berada di perkotaan dan 2 juta di perdesaan.

“Ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kegairahan industri properti secara umum,” tambah Panangian.

Pada tahun 2023 lalu, masih menurut Panangian, terdapat sebanyak 26,9 juta rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di perkotaan sebanyak 14,7 juta dan di perdesaan sebanyak 12,2 juta.

“Data tahun 2023 lalu juga menunjukkan bahwa masih sebanyak 10 juta lebih masyarakat Indonesia yang belum memiliki rumah (backlog), dimana sebanyak 7,8 juta berada di perkotaan dan 2,2 juta di perdesaan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Panangian berharap agar program 3 juta rumah Prabowo-Gibran harus sukses dilaksanakan. Apalagi sebagian besar dari program tersebut merupakan produk baru, dan lainnya merupakan renovasi rumah yang tidak layak huni.

Baca Juga: HUT REI ke-52: Komitmen REI Membangun Program Sejuta Rumah

“Program 3 juta ini akan dikerjakan secara bertahap, karena sebagian terbesarnya merupakan produk baru, baik pembangunan rumah di perdesaan maupun rusunawa dan rusunami di perkotaan,” katanya.

Sejalan dengan itu, pemerintah juga sangat konsern memenuhi kebutuhan rumah agar pada tahun 2045 tercapai zero backlog.

Talkshow Properti Elevee Condominium
Pengamat properti nasional, Panangian Simanungkalit (kiri) dan Chief Marketing Officer (CMO) Elevee Condominium, Alvin Andronicus (tengah), usai acara Talkshow Properti “Meneropong Pasar Properti di Era Pemerintahan Baru” di Marketing Office Alam Sutera, Tangerang, Banten, Selasa (25/6/2024). (Foto: Pius/PropertiTerkini.com)

“Pada 2023 backlog rumah masih dikisaran 10 juta unit, jika pemerintah membangun 500 ribu per tahun, artinya baru 20 tahun ke depan baru akan selesai,” ujarnya.

Jumlah ini, kata dia, belum ditambah dengan kebutuhan hunian untuk keluarga baru yang mencapai 750 ribu hingga 800 ribu per tahun.

Baca Juga: Dana Abadi Perumahan Atasi Keterbatasan Pembiayaan Perumahan

“Jadi pemerintah perlu membangun 500 ribu + 750 ribu ribu = 1,25 juta per tahunnya. Untuk mewujudkan itu sangat dibutuhkan kolaborasi dan peran aktif pengembang swasta,” tegas Panangian.

Peran Besar Pengembang Swasta

Panangian menegaskan bahwa sektor properti adalah penggerak perekonomian dan juga memberikan kontribusi dalam pembangunan.

Untuk itu menurutnya, pemerintahan mendatang harus bisa melihat ini sebagai peluang yang lebih besar untuk menggerakkan perekonomian.

“Dan satu hal yang perlu dicatat, peran dan kontribusi pengembang swasta dalam merealisasikan visi pemerintah sangat besar. Hal ini bisa kita lihat di sekitar Jabodetabek, dimana jumlah properti dalam skala besar seperti Alam Sutera ini telah jadi penggerak perekonomian di kawasannya,” urainya.

Pada kesempatan yang sama, Chief Marketing Officer (CMO) Elevee Condominium, Alvin Andronicus mengungkapkan bahwa penguatan ekonomi dalam pemerintahan mendatang sudah terlihat dengan adanya program 3 juta rumah.

Menurutnya, ini akan menggerakkan perekonomian dimana dalam sebuah proyek properti yang dikembangkan yang diikuti dengan multiplier effect kepada 180 sektor lainnya.

Baca Juga: Goldland Group Luncurkan Hunian Milenial, Terranea Homes Jatake Tangerang, Investasi Capai Rp1,5 Triliun

“Kami melihat, pemerintahan ke depan berorientasi pada perekonomian, dan tentunya sektor bisnis properti adalah salah satunya yang akan didorong karena memberikan efek berantai untuk menggerakkan berbagai industri lainnya,” tegas Alvin.

Terkait kondisi saat ini dimana nilai tukar rupiah dengan dolar yang berada di angka Rp16,391, Alvin mengaku tidak khawatir karena produk material yang digunakan hampir 100 persen konten lokal. Untuk itu Elevee Condominium terus menggerakkan pasar karena menurut Alvin, properti adalah produk investasi.

“Kita harus akui bahwa pandemi Covid-19 pada 3 tahun lalu memberikan dampak luar biasa pada industri properti. Meski demikian, setelah pandemi berlalu sektor properti mampu bergerak dan kembali menjadi motor penggerak perekonomian. Dan Elevee sendiri tetap bisa berjalan dengan baik hingga saat ini, baik dari sisi penjualan unitnya maupun pembangunan fisiknya.

Hanya saja menurut Alvin, pemerintah harus lebih banyak memberikan stimulus yang berkelanjutan untuk menggerakkan pasar.

“Seperti program PPN DTP yang sudah diterapkan beberapa waktu belakangan ini, perizinan yang cepat dan mudah, menurut kami itu sudah bagus dan harus dilanjutkan,” katanya.

Baca Juga: Altea BLVD, Proyek Baru Senilai Rp2,6 Triliun Garapan Astra Land Indonesia dan Sinar Mas Land Mulai Dibangun

Sementara itu, terkait dengan progres pembangunan Elevee Condominum di Alama Sutera, Alvin menegaskan hingga saat ini masih sesuai dengan schedule yang telah ditetapkan.

EleVee Penthouses & Residences Alam Sutera
EleVee Penthouses & Residences dibangun dalam kawasan seluas 4 hektar dengan total area pengembangan mencapai 19 hektar. (dok. Alam Sutera)

Elevee Condominium juga secara berkala memberikan informasi terkini terkait progres pembangunan dari 2 tower yang saat ini sedang dibangun.

Menurut Alvin, di saat proyek-proyek hunian vertikal banyak yang pembangunannya terhenti, tapi Elevee tampil beda dengan terus meng-update progres pembangunannya.

Baca Juga: Sektor Industri Teknologi Aktif Mencari Lahan Industri: Data Centre Mendominasi, Diikuti Otomotif

“Kami yakin, target kami untuk jadwal serah terima Elevee pada April tahun 2025 akan bisa terealisasi. Elevee memiliki kekuatan dan karakter yang berbeda karena dikembangkan oleh Alam Sutera di dalam kawasan skala kota yang sudah berkembang,” pungkas Alvin.

Baca berita lainnya di GoogleNews

- Advertisement -
Demo Below News

BERITA TERKAIT

Sharp Plasmacluster

BERITA TERBARU

Demo Half Page