Thursday, February 2, 2023

KEKUATAN SEORANG PEREMPUAN

- Advertisement -

(Sebuah catatan di hari Kartini…)

Seorang ibu membuktikan kepada anaknya bahwa perempuan itu kuat.

Perempuan itu kuat karena ia mampu menahan beban di rahimnya selama 9 bulan dan rasa sakit saat melahirkan, bahkan ketika tidak ada suami yang menghibur atau menguatkan. Ia juga mampu memelihara dan membesarkan anak sendiri ketika suami tak ada di sampingnya.

Perempuan itu kuat karena hatinya tidak lagi untuk dirinya sendiri tetapi terarah kepada orang yang ia cintai agar dapat merasakan cinta dan kasih sayang di dunia. Itulah hati seorang perempuan yang mengalirkan kehangatan agar anak merasa berharga dan belajar mencintai orang lain.

Perempuan itu kuat karena intuisinya mampu melindungi anaknya dari bahaya atau merasa bahwa anaknya dalam keadaan tidak nyaman. Bahkan ketika semangat anaknya hampir padam, kehangatan jiwa perempuan akan mengobarkan kembali semangat hidup.

Perempuan itu kuat ketika ia harus menahan lidahnya dari hinaan dan caci-maki yang menderanya, bahkan datang dari orang yang ia kasihi. Sekalipun cemberut atau sedih terlihat di wajah atau lewat air mata, namun ekspresi tegar tetap ia tunjukkan kepada anak. Bahkan ketika diperlakukan kasar oleh orang lain, di bibirnya masih terucap, ‘Tidak apa-apa kok nak. Aku baik-baik saja.’

Perempuan itu kuat karena ia mampu berdiri tegar di samping suami ketika ada masalah. Meski kadang tanpa kata, dirinya sendiri adalah kata-kata inspiratif yang membuat laki-laki terpacu. Ia bisa tersenyum pada pagi hari seakan-akan ia tidak menangis semalam tadi.

Perempuan itu kuat karena satu sentuhan lembutnya pada orang yang dikasihi bisa membangunkan sejuta impian. Bahkan ketika dunia menguburkan impiannya, kasih seorang perempuan akan memberi harapan dan kekuatan, tanpa minta dikasihani.

Perempuan itu kuat karena ia belajar untuk terus mencintai meski kadang tersakiti. Cinta seorang perempuan tanpa syarat dan takan pernah mengharap kembali.

Setidaknya itu yang kudapatkan dari perempuan terkuat dalam hidupku, Ibu.

Selamat hari Kartini.

P. Joseph Pati Mudaj, Msf

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU