Monday, August 15, 2022

Gelar Halal Bi Halal dan Diskusi Outlook Property 2022, REI Bekasi: Property Expo Segera Kami Adakan

Setelah mengalami kelesuan akibat pandemi, para pengembang anggota REI Bekasi kini mulai bergairah dan penuh antusias. Penjualan pun sedang meningkat-ningkatnya.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (CIKARANG) — Komisariat REI Bekasi untuk pertama kalinya menggelar acara “Halal Bi Halal & Outlook Property 2022”, setelah dua tahun vakum tidak ada kegiatan akibat pandemi yang melanda Indonesia. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Nuanza Cikarang, Jawa Barat, Kamis (2/6/2022).

Ketua Komisariat REI Bekasi, Hj. Tuti Mugiastuti dalam sambutannya mengatakan acara ini untuk mengembalikan kehangatan yang pernah terjalin sebelum pandemi, sekaligus untuk berdiskusi berbagai hal terkait perkembangan properti di Bekasi.

Baca Juga: Paramount Petals Segera Luncurkan Cluster Baru, Rumah 2 Lantai

“Ada strategi-strategi yang bisa kita sharing di acara ini, walaupun bisnis kita sama tetapi lokasi berbeda-beda,” ujar Tuti.

Tuti bersyukur walaupun kegiatan ini dipersiapkan secara mendadak hanya dua hari tetapi mampu menghadirkan 99 persen dari 74 anggota REI Bekasi. Kegiatan yang didukung oleh BTN dan BTN Syariah ini juga dihadiri semua kepala cabang BTN di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Sekarang anggota REI Bekasi sudah bangkit kembali setelah lesu akibat pandemi, ini terlihat dari antusias mereka yang datang ke acara ini. Saat ini jualan anggota REI Bekasi sedang meningkat-ningkatnya,” katanya.

Baca Juga: Sharp Gelar Kampanye Penjualan Berhadiah Miliaran Rupiah

Dalam sambutannya, Tuti juga membeberkan berbagai program kegiatan bisnis dan sosial yang dilakukan REI Bekasi. Kegiatan sosial yang dilakukan REI Bekasi, seperti santunan untuk mereka yang terkena musibah, pemberian bantuan ke panti-panti, pembagian seribu Al Quran.

Sebelum pandemi memberikan santunan Rp100 juta kepada Yayasan Tahfidz Indonesia. Ada agenda yang tertunda akibat pandemi yaitu mengadakan bedah rumah sebagai program REI Bekasi.

“Kenapa bedah rumah karena ada beberapa pengajuan yang sampai ke REI Bekasi yaitu rumah warga yang harus kita bantu renovasi,” lanjut Tuti.

Baca Juga: Pollux Chadstone Operasikan Tower Christie Chadstone Residences

Adapun kegiatan yang akan diadakan dalam waktu dekat ini adalah Property Expo Bekasi yang akan digelar di Bekasi sendiri. Menurut Tuti, pengalaman ketika diadakan Expo Property di Jakarta, banyak pengunjung yang melihat proyek properti di Bekasi sebagai lokasi yang jauh.

Mungkin pengunjung di sana kebanyakan dari Jakarta. Ini yang mendorong REI Bekasi untuk mengadakan Expo Property khusus untuk daerah dan diadakan di Bekasi. “Kita targetkan Juli, bulan depan sudah terselenggara Expo Property Bekasi,” sebut Tuti.

Property expo tersebut rencananya akan digelar selama 14 hari. Ini adalah event pameran pertama oleh REI Bekasi yang menargetkan sebanyak 3000 pengunjung selama pameran berlangsung. “Diharapkan agar pameran ini diikuti oleh semua anggota REI Bekasi,” kata Tuti.

Baca Juga: Cleon Park Apartment di JGC Rilis Promo DP 0% Langsung Akad Kredit

Sementara dalam diskusi Outlook Property 2022, yang juga ditunggu-tunggu anggota REI Bekasi yang hadir, tampil sebagai pembicara Edward Alimin Sjarif, Kepala Kanwil 1 BTN, pengamat properti yang juga CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda, Asmat Amin, Tokoh Perumahan Rakyat, dan moderator Hj. Tuti Mugiastuti, yang dijuluki Women Marketer Inspiring.

Asmat Amin yang banyak bergelut di perumahan subsidi menyoroti kebutuhan rumah di Indonesia yang sangat besar yaitu backlog sekitar 12,7 juta rumah. Sementara kebutuhan rumah setiap tahunnya sekitar 800 ribu sampai 1 juta rumah. Padahal real supply rumah setiap tahun sekitar 400 ribu dan tidak lebih dari 500 ribu.

“Ini sudah termasuk rumah subsidi, non subsidi dan swadaya,” kata Asmat Amin.

Baca Juga: Mendag dan Industri Singapura Gan Kim Yong Kunjungi Kawasan Transportasi Multimoda Pertama di Jabodetabek

Asmat mengingatkan kalau tidak ada terobosan dari pemerintah, perbankan, OJK, masalah perumahan ini dalam waktu 5-10 tahun ke depan akan meledak dan menjadi masalah sosial. Ini harus menjadi perhatian REI ke depan.

“Untuk calon presiden dan wakil presiden harus orang yang men-support properti di Indonesia. Siapa yang men-support properti, itulah yang kita support,” tegas Asmat, yang juga Chairman Arrayan Group.

Sementara pengamat properti Ali Tranghanda melihat suka tidak suka properti akan terpengaruh pada situasi politik yang puncaknya di tahun 2024. Pada tahun 2023 situasi politik bakal semakin panas karena memasuki tahun 2024 akan ada pilpres.

Baca Juga: Revitalisasi Situ Bagendit Selesai, Siap Sambut Wisatawan

“Sekarang saja di 2022 sudah mulai teras panas politik. Kalau pertengahan tahun 2023 orang-orang sudah mulai fokus ke politik, harusnya boom properti ke atas ada di semester satu dan semester dua di 2022,” pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU