Thursday, September 23, 2021

Begini Cara Broker Jual Properti di Tengah Wabah Corona

Sebelum adanya wabah Corona, setiap hari selalu ada transaksi (closing), baik penjualan maupun sewa properti. Kini, dalam seminggu hanya ada 4 yang closing, dan mungkin akan semakin menurun.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Pasar properti tentu sangat erat berkaitan dengan profesi agen atau broker. Di tengah wabah Covid-19 saat ini, properti adalah salah satu industri yang terkena dampak langsung. Penjualan turun di semua segmen. Lantas, bagaimana cara broker jual properti dalam situasi krisis ini?

Daniel Handojo, Associate Executive Director Century 21 Indonesia mengatakan, properti bukanlah produk yang memiliki urgency untuk dibeli pada saat pandemi seperti ini. Beli properti masih bisa ditunda dibandingkan kebutuhan lain yang lebih mendesak.

Baca Juga: Strategi Pemasaran Properti ditengah Pandemi Virus Corona

“Para pembeli cenderung menunda keputusannya dalam membeli properti, dan ditambah lagi saat ini instansi pemerintah seperti BPN maupun kantor pajak juga membatasi operasionalnya sehingga hal ini turut memberikan dampak dalam proses penjualan properti itu sendiri,” ujar Daniel ketika dihubungi beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Daniel mengakui jika ada beberapa konsumen yang tetap membeli properti, terutama mereka yang akan menempati properti tersebut.

“Kecuali rumah tinggal untuk end-user. Saya rasa tidak akan ada masalah dalam hal penjualan karena produk ini dikategorikan sebagai kebutuhan,” katanya.

Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) DPC Bekasi, Yohan Yan yang juga juga Principal dari Century 21 Metro Group menambahkan, beberapa konsumen tetap mencari hunian baik untuk tinggal, termasuk untuk investasi. Menurut Yohan, sektor-sektor tertentu justru bisnisnya mendapatkan benefit di Covid-19 ini. Seperti alat kesehatan juga garmen.

Baca Juga: Corona Baru Sebulan, Sudah 25 Hotel Jakarta Tutup, Bagaimana Nasib Ritel?

“Jadi sebenarnya duit mereka ada. Cuma bagaimana kita sebagai agen mampu mengajak mereka untuk berani beli saat ini. Bahwa selepas Covid-19 ini kan pastinya harga akan naik, sehingga sekarang adalah waktu yang tepat untuk beli properti,” ungkap Yohan.

Kata dia, produk properti dengan konsep dan segmen yang tepat, cara bayar yang tepat, termasuk beberapa gimik dan program promo yang menarik tentu akan membuat konsumen tertarik membeli. “Ini tentu ada dan pas di primary,” imbuhnya.

Sementara untuk secondary pada segmen menengah bawah, termasuk FLPP, sambung Yohan, masih berlangsung proses akad di beberapa bank. Meski demikian, bank kini lebih selektif terhadap calon konsumen, terutama pekerja swasta.

Baca Juga: Peduli Covid-19, Grup Ciputra Gaungkan Gerakan Kepedulian Sosial

Jika diakumulasi, penjualan di Century 21 Metro Group sejak Januari hingga Maret 2020 memang belum terlihat adanya penurunan signifikan. Yohan memperkirakan, dampak sesungguhnya baru terasa mulai bulan April, Mei dan Juni.

“Apalagi basic kami di secondary,” imbuhnya.

Namun demikian, di akhir Maret lalu sudah terlihat adanya penurunan transaksi. Apalagi sekitar 70-80 persen calon konsumen menggunakan skema kredit bank (KPR/KPA). “Biasanya setiap hari ada transaksi, ada closing. Tapi saat ini per minggu. Seperti minggu kemarin ada 4 closing, dimana 2 jual dan 2 lainnya sewa,” ungkapnya.

Kondisi saat ini, lanjut Yohan, banyak konsumen yang akhirnya pending, terutama yang memilih transaksi dengan skema KPR bank. Ditambah lagi, kantor BPN dan kantor pajak juga tutup. Kecuali cash masih tetap ada transaksi.

Baca Juga: Dampak Covid-19 Meluas, Paramount Land Turun Tangan Berikan 8.000 Paket Sembako

“Beberapa transaksi khususnya melalui skema KPR yang di-hold. Mungkin bisnis atau pekerjaan mereka kena dampak. Padahal SPK-nya sudah keluar, tinggal akad tapi mereka hold dulu,” sambungnya.

Menjawab pertanyaan, bagaimana cara broker jual properti di tengah wabah Corona saat ini, Yohan bilang, menghadapi tantangan ke depan ini, terutama di situasi saat ini, maka Century 21 Metro Group menerapkan strategi work smart.

“Kondisi sekarang di rumah saja, kami tetap bisa bekerja. Semuanya beralih ke teknologi. Tetap bisa branding, tetap bisa jualan tapi soft selling. Yang penting adalah tetap membangun komunikasi, follow up database kami. Juga kolaborasi dengan jaringan dan bangun aliansi dengan agen-agen lain,” pugkas Yohan.

Baca Juga: Ternyata Kloset Duduk Lebih Ampuh Mencegah Covid-19

Dengan cara tersebut, Yohan yakin, para broker atau agen properti tetap mampu menjual propertinya meski belum maksimal.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU