Sunday, September 19, 2021
Pasang Iklan disini ....

AREBI Sumatera Selatan Siap Hadapi New Normal

Secara keseluruhan, segmen properti yang masih tetap menjadi primadona dalam kondisi saat ini adalah middle to low, termasuk kavling siap bangun. Bahkan ada agen yang bisa closing hampir Rp3,5 miliar.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Merebaknya wabah Covid-19 ‘memaksa’ semua orang untuk menyesuaikan diri pada pola hidup baru atau New Normal. Begitupun agen dan broker properti di daerah, termasuk anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Endang Wasiati Wierono, Ketua DPD AREBI Sumatera Selatan mengatakan, menjadi keharusan bagi setiap orang, termasuk para agen properti untuk bisa menghadapi era New Normal atau Normal Baru.

Baca Juga: Properti Palembang Bagai Gadis Seksi yang Menggoda

“Kondisi saat ini jelas tidak sama dengan sebelumnya. Tetapi inilah New Normal. Kami semua di sini memaksa diri untuk menjadi terbiasa menghadapi New Normal ini,” kata Endang menjawab PropertiTerkini.com, beberapa waktu lalu.

Salah satu contohnya, lanjut dia, adalah melek terhadap teknologi. Beberapa pola Normal Baru yang sudah dan akan terus dijalankan AREBI Sumatera Selatan, seperti meeting melalui video call, atau melalui Zoom dan Google Meet.

“Sebagai seorang tenaga penjual kami sadar harus cepat beradaptasi dan lari kencang dengan perubahan baru itu,” tegasnya.

Baca Juga: Pasar Properti Banten Masih Menarik

Diakui Endang, penyesuaian terhadap kebiasaan baru tersebut turut berdampak pada hasil penjualan yang belum maksimal seperti sebelumnya. Meski demikian, banyak agen properti masih bisa mencapai hasil penjualan yang cukup baik.

“Faktanya, agen saya tetap bisa closing hampir Rp3,5 miliar. Padahal hanya berkomunikasi melalui video dan handphone,” imbuhnya.

Dalam kondisi krisis dengan berbagai keterbatasan saat ini, Endang menganjurkan para anggotanya untuk tetap semangat dan berpikir positif, juga tidak lose hope. Bahkan dia meyakini bahwa dalam setiap krisis pasti selalu peluang untuk belajar menjadi lebih kuat.

Baca Juga: Pentingnya Digital Branding: Banyak Pengembang Masih Fokus ke Digital Marketing

“Tetap solid saling memberikan insight ke teman-teman broker, karena waktu yang banyak, memungkinkan belajar upgrade skill broker menjadi lebih baik lagi. Misalnya meningkatkan soft skill di bidang digital marketing dan lainnya. Kemudian tetap menjaga hubungan dan engagement ke para pengguna jasa baik existing maupun new potential pengguna jasa,” paparnya.

Pasar Primadona

Sama seperti di daerah lainnya, penjualan properti di Provinsi Sumatera Selatan juga mengalami perlambatan. Khususnya di Palembang sebagai ibukota Provinsi, baik untuk properti primary maupun secondary sama-sama terkoreksi. Termasuk perumahan bersubsidi pemerintah.

“Bahkan untuk tetap mengejar dan mempertahankan cashflow, beberapa developer meluncurkan produk kavling siap bangun dari sisa landbank yang ada,” terang Endang.

Baca Juga: Promo Properti Sinar Mas Land, Move In Quickly Raih Rp369 Miliar

Untuk sektor properti secondary pun, lanjutnya, meski masih ada transaksi, namun grafiknya juga menurun. Beberapa konsumen yang membeli properti seken tersebut pun sebenarnya sudah mantap dengan rencana mereka sedari lama.

Sebagian dari pembeli lainnya juga adalah mereka yang memang harus melakukan ekspansi ke Palembang. Seperti perusahaan angkutan atau logistik yang membeli gudang baru.

“Ada juga para investor yang memang tahu bahwa saat ini adalah saat yang tepat membidik properti dengan harga yang lebih miring,” kata Principal IN.Come Realty juga Co Founder Amare Reftile.

Baca Juga: Rahasia Sukses Ciputra Residence Raup Ratusan Miliar dari Penjualan Properti Online

Namun secara keseluruhan, segmen properti yang masih bagus dalam kondisi saat ini adalah middle to low, termasuk kavling siap bangun. Bahkan menurut Endang, kedua segmen properti ini masih menjadi primadona di wilayah Sumsel.

Pada Maret dan April lalu, beberapa kantor broker properti dari DPD AREBI Sumatera Selatan masih mencatatkan transaksi. Sepanjang Maret, Endang bilang, beberapa kantor masih ada yang membukukan transaksi di atas Rp10 miliar atau di bawah Rp15 miliar. Sedangkan di April 2020, transaksi tercatat di beberapa kantor sebesar Rp8 miliar.

Sementara di Mei tahun ini, Endang memrediksi akan lebih baik dari April, meski terpotong masa liburan Lebaran. Beberapa indikasi positif terlihat dari jumlah leads request atau telepon yang masuk, baik dari lokal maupun luar kota.

Baca Juga: Menjalani ‘The New Normal’, Begini Kata Dirut BTN

“Sehingga kemungkinan di Mei sudah mengalami peningkatan. Para pembeli sudah mulai tidak panik dengan isu Covid 19, mereka mulai berpikir life must go on,” ujar wanita kelahiran Palembang 8 Juni 1987 ini.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU