Monday, September 27, 2021

Angkutan Massal Ramah Lingkungan di Ibu Kota Baru

Infrastruktur angkutan massal ramah lingkungan yang akan diadakan di ibu kota negara tersebut, seperti Moda Raya Terpadu, Light Rail Transit dan Bus Rapid Transit. Bahkan kendaraan pribadi pun yang bertenaga listrik.

PropertiTerkini.comKementerian Perhubungan akan menyiapkan sejumlah infrastruktur angkutan massal ramah lingkungan di ibu kota baru. Seperti diketahui, pemerintah telah memutuskan untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Baca Juga: Pindah Ibu Kota, Properti di Kalimantan Timur Melesat

“Di ibukota baru nanti, kami akan siapkan konektivitas transportasi yang terintegrasi antar modanya melalui angkutan massal dan berkonsep ramah lingkungan atau minim emisi,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, seperti diberitakan laman setkab.go.id.

Menhub menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk mengutamakan pembangunan infrastruktur transportasi massal ramah lingkungan yang terintegrasi agar di ibukota yang baru nanti angkutan massal menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk bertransportasi.

“Jadi memang kita konsisten untuk transportasi (berbasis) kendaraan massal untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi. Kalau pun ada kendaraan pribadi, saya inginkan kendaraan bertenaga listrik yang beroperasi,” ungkap Menhub.

Menhub mengungkapkan, sejumlah infrastruktur transportasi yang akan dibangun dan dikembangkan misalnya angkutan massal, mulai dari Moda Raya Terpadu (MRT), Light Rail Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT).

Baca Juga: Pentingnya Konsep Green Roof di Perkotaan

“Jadi pembangunan ini merupakan rencana jangka panjang. Kita akan bangun secara bertahap,” imbuhnya.

Sementara terkait infrastruktur transportasi udara dan laut, Menhub menjelaskan, pengembangan bandara dan pelabuhan pun akan dilakukan untuk mendukung konektivitas transportasi dari dan ke Kalimantan.

Pindah 2024

Sebelumnya diberitakan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro berharap pada akhir 2020, ibu kota baru sudah mulai dilakukan konstruksi.

Baca Juga: Tambah LRT di Tiga Kota, Jokowi: Transportasi Massal Harus Jadi Budaya

Dengan begitu, sehingga paling lambat pada 2024 proses pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur sudah dilakukan.

“Tentunya 2020, tahun depan, ini adalah fase persiapan sampai finalnya, maksudnya persiapan itu sudah selesai di tahun 2020 baik itu dari masterplannya, urban desainnya, building design-nya, desain bangunannya, sampai kepada kemudian dasar Perundang-undangannya terutama RUU-nya, dan juga kemudian kita menyiapkan apakah penyiapan lahan sehingga pembangunan infrastruktur sudah bisa dimulai akhir tahun 2020,” kata Bambang.

Dengan demikian, lanjut menteri, 2020 akhir sudah mulai dilakukan konstruksi, dan diharapkan paling lambat 2024 proses pemindahan sudah dilakukan.

Baca Juga: Meski Listrik Padam, LRT Tetap Jalan

“Proses pemindahannya pun tentunya ada tahapannya. Tapi 2024 adalah istilahnya masa paling telat, paling lambat kita sudah memindahkan pusat pemerintahan,” tegas Bambang.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU