BERITA TERKAIT

Saat Ibu Makin Melek Finansial, Rumah Impian Lebih Mudah Dicapai

Total cicilan utang idealnya tidak melebihi 35 persen dari penghasilan bulanan. Sementara untuk keluarga dengan penghasilan tunggal atau tidak tetap, porsinya disarankan berada di kisaran 20–25 persen.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Literasi finansial semakin menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan keluarga modern. Di tengah meningkatnya biaya hidup, cicilan, dan kebutuhan jangka panjang, kemampuan ibu dalam mengelola keuangan rumah tangga dinilai berperan besar menjaga stabilitas keluarga sekaligus membantu mewujudkan rumah impian.

Topik tersebut dibahas dalam talk show daring bertajuk “Kartini Jaman Now: Pintar Atur Uang, Wujudkan Rumah Impian” yang digelar Pinhome bersama financial planner Jennittya Fitri Hidayat dan Head of Finance Komunitas Ibu Punya Mimpi, Rizky Amalia.

Baca Juga: Investor Perempuan Dominasi 52 Persen, Saat Inflasi 4,76% Picu Properti Undervalued

Dalam diskusi tersebut, perempuan disebut memiliki posisi strategis dalam menentukan arah keuangan keluarga. Peran itu tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan harian, tetapi juga menyangkut perencanaan jangka panjang seperti dana pendidikan, tabungan, hingga pembelian rumah.

Jennittya mengatakan, ibu sering kali menjadi pihak yang paling memahami prioritas pengeluaran keluarga. Karena itu, kemampuan mengatur arus kas rumah tangga menjadi faktor penting agar kondisi finansial tetap sehat.

“Meski tidak selalu menjadi pencari nafkah utama, ibu berperan penting dalam menentukan prioritas pengeluaran agar kebutuhan keluarga terpenuhi dan tujuan besar, termasuk memiliki rumah impian, tetap dapat tercapai,” ujarnya.

Menurutnya, kepemilikan rumah seharusnya tidak menjadi sumber tekanan finansial. Total cicilan utang idealnya tidak melebihi 35 persen dari penghasilan bulanan. Sementara untuk keluarga dengan penghasilan tunggal atau tidak tetap, porsinya disarankan berada di kisaran 20–25 persen.

Baca Juga: 52,4% Pencarian Properti 2025 Dilakukan Perempuan, Ibu Jadi “Chief Housing Officer” Keluarga Indonesia

“Impian punya rumah itu harus bikin keluarga tenang, jangan sampai setiap tanggal tagihan malah bikin stres,” kata Jennittya.

Di sisi lain, Rizky Amalia menyoroti masih banyak pengeluaran kecil yang kerap luput dari perhatian dalam pengelolaan keuangan keluarga. Ongkos kirim, biaya administrasi, parkir, hingga belanja impulsif melalui aplikasi digital dinilai dapat memengaruhi kondisi keuangan rumah tangga bila tidak dikontrol.

Menurut Rizky, pengeluaran kecil yang terlihat sepele justru sering menjadi sumber kebocoran anggaran bulanan.

“Jika diakumulasi, pengeluaran kecil ini bisa cukup besar. Karena itu, penting untuk tetap disiplin terhadap anggaran yang sudah dibuat serta menyiapkan pos khusus untuk kebutuhan tak terduga,” ungkapnya.

Fenomena ini dinilai semakin relevan di tengah gaya hidup digital masyarakat urban yang membuat transaksi harian menjadi lebih mudah dan cepat.

Baca Juga: 2 Cara Jitu Kelola Keuangan Gen Z di 2026 ala SeaBank agar Tetap Bisa Ngopi

Simulasi KPR Jadi Pertimbangan Awal

Selain mengatur pengeluaran, kemampuan memahami pembiayaan rumah juga menjadi perhatian keluarga muda saat ini. Calon pembeli rumah kini cenderung lebih berhati-hati dalam menghitung kemampuan cicilan dan tenor jangka panjang sebelum mengambil keputusan.

CEO & Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap simulasi pembiayaan rumah terus meningkat, termasuk untuk layanan KPR takeover.

Menurut Dayu, kondisi ekonomi yang menantang membuat masyarakat mulai mencari opsi cicilan yang lebih efisien agar arus kas keluarga tetap aman.

KPR Takeover menjadi solusi yang semakin diminati karena dapat membantu pengguna menghemat cicilan hingga 40 persen dengan peluang kembali masuk ke masa bunga fixed,” ujarnya.

Melalui fitur simulasi cicilan dan konsultasi KPR, masyarakat kini dapat lebih mudah menghitung kemampuan finansial sebelum membeli rumah.

Baca Juga: Strategi KPR Pasutri Baru: 5 Langkah Cerdas Atur Keuangan demi Rumah Pertama

Rumah Impian Kini Bukan Sekadar Soal Penghasilan

Di tengah kenaikan harga properti dan kebutuhan hidup perkotaan, literasi finansial dinilai menjadi modal penting bagi keluarga muda. Rumah tidak lagi dipandang sekadar aset, tetapi juga bagian dari stabilitas jangka panjang keluarga.

Rizky menilai akses edukasi finansial saat ini semakin terbuka melalui komunitas, media sosial, hingga platform digital. Namun tantangan terbesar tetap terletak pada konsistensi dalam menerapkan pengelolaan keuangan sehari-hari.

Baca Juga: Tahun Kuda Api Memanas, KPR Take Over Jadi Solusi Jinakkan Inflasi yang Bakar Harga Rumah

“Perempuan, khususnya ibu dalam keluarga, berperan sebagai pilar dalam pengelolaan keuangan rumah tangga,” pungkas Rizky.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page