PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRINLAND/IDX: TRIN) tetap optimistis menghadapi pasar properti 2026.
Di tengah fase transisi pengakuan pendapatan pada kuartal I, sejumlah proyek unggulan disebut tetap menjadi motor pertumbuhan perusahaan.
Baca Juga: Dorong Industri Logistik, Holdwell Business Park Hadirkan Infrastruktur Air Bersih Terintegrasi
Beberapa proyek yang saat ini menjadi andalan antara lain Sequoia Hills di Sentul, Collins Boulevard Tower 2 di Tangerang, Holdwell Business Park di Bandar Lampung, hingga Marc’s Boulevard di Batam.
Menariknya, proyek-proyek tersebut datang dari segmen yang berbeda. Ada kawasan hunian premium, apartemen high rise, hingga logistic park yang saat ini mulai banyak dilirik pasar.
TRINLAND menyebut minat pasar terhadap proyek-proyek tersebut masih cukup baik. Hal itu tercermin dari capaian marketing revenue kuartal I 2026 yang sudah mencapai Rp142 miliar.
Namun, sebagian besar penjualan tersebut memang belum masuk ke laporan pendapatan perusahaan. Penyebabnya berkaitan dengan mekanisme pengakuan pendapatan di sektor properti.
Baca Juga: TRINLAND Akuisisi Prime Land: Targetkan 3 Sumber Pendapatan Berulang dari Sektor Hospitality
Proyek TRINLAND Masih Dalam Tahap Penyelesaian
Berdasarkan standar PSAK 115 (dulu PSAK 72), pendapatan developer baru dapat diakui setelah unit diserahterimakan kepada konsumen. Karena itu, proyek-proyek yang sudah terjual tetapi masih dalam proses pembangunan belum tercatat sebagai pendapatan resmi perusahaan.
Direktur Keuangan TRINLAND, Gregorius Seloko Uyanto, mengatakan kondisi tersebut lebih dipengaruhi faktor timing.
“Kinerja kuartal I lebih merefleksikan faktor timing pengakuan pendapatan, bukan pelemahan penjualan. Unit-unit yang telah terjual saat ini sedang dalam proses penyelesaian dan dijadwalkan mulai diserahterimakan pada semester II 2026,” ujar Gregorius.
Saat ini, beberapa proyek utama disebut sudah memasuki tahap akhir konstruksi. Serah terima unit diperkirakan mulai berlangsung bertahap pada semester II 2026.
Kondisi itu dinilai akan menjadi katalis penting bagi peningkatan pengakuan pendapatan perusahaan pada paruh kedua tahun ini.
Di tengah fase transisi tersebut, TRINLAND tetap mencatatkan perbaikan fundamental bisnis. Hal itu terlihat dari efisiensi operasional yang membuat beban pokok penjualan turun drastis 97,6% menjadi Rp2,5 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp105 miliar.
Pada saat yang sama, laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk juga meningkat 62,3% menjadi Rp2,3 miliar dari sebelumnya Rp1,4 miliar pada kuartal I 2025.
Holdwell Business Park Jadi Sorotan
Di antara proyek yang sedang berjalan, Holdwell Business Park di Bandar Lampung menjadi salah satu yang cukup menarik perhatian.
Kawasan ini dikembangkan sebagai logistic park modern dengan konsep storage house yang menyasar kebutuhan pergudangan dan distribusi.
Tren pertumbuhan logistik dan distribusi di daerah penyangga dinilai membuka peluang baru bagi developer untuk tidak hanya bergantung pada proyek residensial.

Selain itu, Sequoia Hills di Sentul juga masih menjadi proyek unggulan TRINLAND di segmen hunian premium. Kawasan ini dikenal mengusung konsep hunian hijau dengan kontur alam perbukitan.
TRINLAND juga menyebut proyek data center dan hospitality yang sedang direncanakan mulai mendapat perhatian investor.
Gregorius menegaskan fundamental bisnis perusahaan masih berada dalam kondisi cukup kuat.
“Fundamental bisnis kami tetap kuat. Penjualan berjalan sangat baik, proyek berjalan sesuai timeline, dan serah terima unit akan menjadi katalis utama kinerja keuangan di kuartal-kuartal berikutnya,” katanya.
Baca Juga: 5 Tren Hunian Masa Depan yang Mulai Jadi Sorotan di Asia Pasifik
Dengan pipeline proyek yang masih berjalan dan backlog penjualan yang terus bertambah, TRINLAND berharap kinerja 2026 dapat tumbuh lebih kuat seiring mulai terealisasinya pengakuan pendapatan dari unit-unit yang telah terjual.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





