BERITA TERKAIT

HK Realtindo Fokus Garap Rumah Tapak di 3 Kota, Ini Strategi Besarnya ke Depan

Segmen landed house dinilai tetap kuat di tengah perubahan pasar properti. HK Realtindo mulai menggeser komposisi bisnis dari recurring income ke pengembangan.

PropertiTerkini.com(DEPOK) — PT Hutama Karya (Persero) melalui anak usahanya, PT HK Realtindo (HKR), mempertegas arah bisnisnya ke pengembangan rumah tapak atau landed house. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah perusahaan untuk memperkuat lini development di tengah perubahan dinamika pasar properti.

Selama beberapa tahun terakhir, pasar residensial menunjukkan pergeseran yang cukup jelas. Hunian tapak tetap menjadi pilihan utama bagi end-user, terutama di kawasan penyangga yang menawarkan harga lebih terjangkau dan ruang hidup yang lebih fleksibel.

Baca Juga: Incar Pekerja Jaksel, HK Realtindo Rilis Rumah Rp700 Jutaan di Sawangan

Direktur Utama HK Realtindo, Ekwan Hadyanto, menegaskan bahwa fokus perusahaan saat ini mulai diarahkan pada penguatan pengembangan kawasan berbasis landed house.

“Fokus pengembangan ke depan ada di beberapa lokasi, seperti Sawangan, Serang, dan Balikpapan,” ujarnya di sela peluncuran Cluster Cemara di perumahan H City, Sawangan, Depok, Sabtu (25/4/2026).

Landed House Jadi Arah Utama, HK Realtindo Siapkan Ekspansi di Tiga Kota

Sawangan menjadi pijakan awal dalam strategi ini. Perumahan H City Sawangan di Depok saat ini berperan sebagai basis pengembangan sekaligus kontributor utama penjualan residensial.

Pada kuartal II-2026, marketing sales dari proyek di Sawangan ditargetkan sebesar Rp100 miliar. Angka ini berasal dari satu kawasan ini saja, dan menunjukkan bahwa permintaan di segmen rumah tapak masih cukup kuat, khususnya untuk produk dengan harga di bawah Rp1 miliar.

Secara keseluruhan, HK Realtindo menargetkan total marketing sales sebesar Rp400 miliar untuk seluruh lini bisnis. Kontribusi ini masih banyak ditopang oleh proyek yang sudah berjalan, sehingga ruang pertumbuhan dari ekspansi baru dinilai masih terbuka.

Baca Juga: Hunian Eropa Klasik di Serpong Mulai Rp800 Jutaan, Ini 5 Daya Tarik The Brawijaya

Selain Sawangan, perusahaan juga mulai menyiapkan ekspansi ke wilayah lain. Di Balikpapan, telah disiapkan lahan sekitar 6 hektare yang direncanakan mulai dikembangkan pada tahun depan.

Sementara itu, di Serang, potensi pengembangan bahkan lebih besar dengan total lahan mencapai sekitar 19 hektare.

Pemilihan lokasi ini didasarkan pada potensi pertumbuhan kawasan. Serang dinilai sebagai emerging area di koridor barat, sementara Balikpapan mendapat dorongan dari perkembangan ekonomi regional dan konektivitas infrastruktur di gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dengan pendekatan yang sama, pengembangan akan tetap difokuskan pada hunian tapak yang menyasar end-user, bukan semata investor.

“Tetapi saat ini kami masih fokuskan di Sawangan ini. Dari total lahan 15 hektar, sudah dikembangkan 60 persennya,” tegas Ekwan.

Baca Juga: Pesona Prima 9 Cikahuripan Tawarkan 1.025 Rumah Subsidi Syariah di Cileungsi, Booking Mulai Rp500 Ribu

Dari Recurring ke Development, Komposisi Bisnis Mulai Diubah

Secara struktur bisnis, HK Realtindo selama ini masih didominasi oleh recurring income, seperti pengelolaan aset dan properti.

Saat ini, komposisi bisnis berada di kisaran 70% recurring dan 30% development.

Namun ke depan, arah tersebut akan dibalik. HK Realtindo menargetkan komposisi menjadi 30% recurring dan 70% development, dengan landed house sebagai salah satu penggerak utama.

Perubahan ini menunjukkan langkah strategis perusahaan untuk lebih agresif di sektor pengembangan, sekaligus memanfaatkan momentum permintaan hunian yang masih kuat.

Baca Juga: Investor Perempuan Dominasi 52 Persen, Saat Inflasi 4,76% Picu Properti Undervalued

Di sisi lain, pendekatan ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan nilai tambah bisnis, tidak hanya bergantung pada pendapatan stabil dari aset yang sudah ada.

Hunian Tapak Tetap Relevan di Tengah Perubahan Pasar

kawasan H City Sawangan Depok
Kawasan H City Sawangan, Depok, menjadi salah satu basis pengembangan rumah tapak HK Realtindo. (Foto: Pius Klobor/PropertiTerkini.com)

Perubahan strategi HK Realtindo mencerminkan kondisi pasar yang sedang bergerak.

Hunian tidak lagi hanya soal lokasi, tetapi juga kualitas hidup. Faktor ruang, lingkungan, dan fleksibilitas kini menjadi pertimbangan utama bagi pembeli.

Dalam konteks ini, rumah tapak masih memiliki keunggulan yang sulit tergantikan.

Dengan harga yang relatif lebih terjangkau di kawasan penyangga, landed house tetap menjadi segmen yang paling relevan, terutama bagi pembeli pertama.

Baca Juga: Hemat Listrik hingga 91%, Zendure Rilis 3 Sistem SolarFlow Mix untuk Rumah Modern

Dengan kombinasi ekspansi lahan, penguatan proyek eksisting, serta perubahan komposisi bisnis, HK Realtindo mulai memosisikan diri sebagai pengembang yang lebih aktif di sektor development.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page