BERITA TERKAIT

Ekspansi Agresif RISE 2026: Luncurkan Hotel Premium dan Klaster Hunian Baru

Langkah ekspansi RISE di 2026 menandai pergeseran strategi bisnis menuju aset komersial dan pendapatan berulang. Bagi konsumen dan investor, ini membuka peluang baru sekaligus menghadirkan sejumlah catatan penting.

PropertiTerkini.com(SURABAYA) — Langkah ekspansi yang dilakukan PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (Tanrise Property/RISE) di tahun ini memperlihatkan arah baru industri, dimana RISE tidak lagi hanya fokus pada penjualan unit, tetapi juga pada penguatan aset komersial dan pendapatan berulang.

Perusahaan mempercepat pengembangan proyek baru sekaligus memperkuat struktur manajemen sebagai fondasi pertumbuhan. Strategi ini dinilai penting di tengah pasar properti yang semakin kompetitif dan sensitif terhadap siklus ekonomi.

Baca Juga: RISE Luncurkan 3 Proyek Premium 2026, Target Tambahan Rp28 Miliar per Tahun

Ekspansi Agresif RISE 2026 Dorong Proyek Hotel dan Hunian Terintegrasi

Salah satu langkah utama adalah peluncuran Vasa Suites Hotel di Surabaya yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir kuartal I-2026. Selain itu, RISE juga menyiapkan klaster hunian baru di kawasan Taman Dayu, Pandaan, Jawa Timur.

Kombinasi proyek ini menunjukkan pendekatan terintegrasi antara hunian dan komersial. Bagi konsumen, ini berarti pilihan produk yang tidak hanya untuk tempat tinggal, tetapi juga memiliki potensi nilai investasi jangka panjang.

Presiden Direktur RISE, Budi Agusti, menegaskan bahwa arah ini sudah menjadi strategi perusahaan.

Baca Juga: 88 Plaza Balikpapan Hadirkan Urban District Modern Mulai Rp3 Miliar

“Perseroan terus mengembangkan portofolio bisnis yang lebih seimbang antara proyek residensial dan aset komersial… sehingga kinerja Perseroan dapat menjadi lebih resilien dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kawasan Taman Dayu sendiri dikenal sebagai kawasan berkembang yang menggabungkan fungsi hunian dan destinasi wisata. Hal ini mendorong potensi kenaikan nilai properti serta peluang okupansi yang lebih stabil.

Meski belum diumumkan secara rinci, proyek di kawasan seperti ini umumnya berada pada segmen menengah hingga premium. Artinya, target pasar mencakup end-user mapan dan investor yang mencari capital gain sekaligus yield.

Strategi Recurring Income: Peluang Besar, Tapi Perlu Dicermati

Perubahan strategi ke arah recurring income menjadi salah satu highlight dalam ekspansi ini. Kehadiran hotel sebagai aset komersial diharapkan dapat memberikan pendapatan rutin yang lebih stabil dibanding penjualan unit semata.

Baca Juga: Dukung Pengembangan Properti Syariah, APSI Gandeng BSN Untuk Pembiayaan Syariah

“Kehadiran Vasa Suites Hotel menjadi salah satu langkah strategis kami untuk memperkuat struktur pendapatan Perseroan ke depan,” kata Budi.

Bagi investor, model bisnis ini relatif lebih tahan terhadap fluktuasi pasar. Namun, ada beberapa risiko yang tetap perlu diperhatikan.

Pertama, sektor hospitality sangat bergantung pada tingkat okupansi dan kondisi ekonomi. Jika terjadi penurunan aktivitas bisnis atau pariwisata, maka performa aset bisa ikut tertekan.

Kedua, pengembangan kawasan membutuhkan waktu untuk matang. Konsumen yang membeli di fase awal perlu memahami bahwa kenaikan nilai tidak terjadi secara instan.

Baca Juga: 103 Juta Orang Terjangkau Sanitasi LIXIL, Bukti Solusi Toilet Terjangkau Bisa Ubah Kualitas Hidup Global

Ketiga, faktor manajemen menjadi krusial. Untuk itu, RISE menunjuk tiga direktur baru—Samuel Bunjamin, Herman Bunjamin, dan Merry Lantani—yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di industri properti.

“Kami meyakini kombinasi antara pengembangan proyek-proyek baru serta penguatan tim manajemen akan menjadi fondasi yang solid,” tutup Budi.

Analisis: Momentum Positif, Selektivitas Tetap Penting

Jajaran manajemen PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk dalam RUPSLB
Jajaran manajemen RISE dalam RUPSLB yang membahas strategi ekspansi agresif RISE 2026 dan penguatan struktur bisnis perusahaan. (Foto: Dok. RISE)

Secara umum, langkah RISE mencerminkan tren pengembang modern yang mulai mengarah pada diversifikasi aset dan stabilitas pendapatan.

Bagi konsumen, ini membuka peluang untuk masuk ke proyek yang memiliki ekosistem lebih lengkap. Namun, keputusan tetap harus berbasis analisis lokasi, reputasi developer, serta kesiapan infrastruktur kawasan.

Baca Juga: Pembangunan Pabrik Pintu Baja Fortress Capai 80%, Siap Genjot Produksi Massal di Akhir 2026

Dengan kata lain, peluangnya menarik—tapi tetap perlu “kalkulasi dingin”, bukan sekadar ikut hype launching.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page