Youtube Channel PT
Saturday, February 24, 2024
Iklan Mesin Cuci Sharp

Aspal Karet Untuk Jalan, Ternyata Lebih Unggul

Pemerintah akan mengaplikasikan material aspal karet untuk ruas jalan di berbagai wilayah Indonesia. Kementerian PUPR menargetkan pada tahun 2019 panjang efektif jalan nasional 65,56 kilometer menggunakan campuran material tersebut sebanyak 2.542 ton.

PropertiTerkini.com – Pemanfaatan bahan baku karet untuk aspal ternyata memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan aspal biasa. Beberapa diantaranya adalah memiliki tingkat perkerasan lebih baik dan tidak mudah meninggalkan jejak roda pada saat aspal basah.

Baca Juga: ThruCrete, Beton Berpori yang Mudah Resapkan Air ke Dalam Tanah

“Daya tahannya pun lebih tinggi dibanding aspal biasa,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, belum lama ini.

Selain itu, lanjut Menteri Basuki, penggunaan aspal karet juga akan membantu penyerapan karet rakyat yang saat ini harganya rendah sebesar Rp 6.000/kg.

“Saat ini jumlah yang akan diserap dan harganya masih dihitung oleh Direktorat Jenderal Bina Marga,” kata Basuki dalam keterangan tertulisnya, November 2018 lalu.

Untuk diketahui, penggunaan karet untuk aspal merupakan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak tahun 2018 lalu. Instruksi itu sebagai respons jatuhnya harga komoditas karet di pasar global maupun nasional.

Seluruh Indonesia

Kementerian PUPR kini telah memulai penggunaan material tersebut untuk penanganan jalan nasional di beberapa daerah. Selanjutnya juga akan diaplikasikan di berbagai jalur jalan di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: 5 Bahan Bangunan Inovatif Masa Depan

Kementerian PUPR menargetkan pada tahun 2019 panjang efektif jalan nasional 65,56 kilometer menggunakan campuran aspal karet sebanyak 2.542 ton, dimana dengan asumsi penggunaan karet 7% terhadap aspal maka jumlah karet yang terserap sebanyak 177,95 ton.

Penggunaan material tersebut salah satunya pada pengerjaan preservasi jalan nasional Lintas Tengah Jawa pada ruas Ajibarang-Banyumas-Klampok-Banjarnegara di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sepanjang 4,8 kilometer dari total yang ditangani 63,03 kilometer.

Pada tahun 2019, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Direktorat Jenderal Bina Marga melakukan peningkatan kualitas jalan Lintas Tengah Jawa yang meliputi pemeliharaan rutin jalan (20,64 kilometer), pemeliharaan rutin kondisi (25,12 kilometer), rehabilitasi mayor (10,87 kilometer), rekonstruksi jalan (0,9 kilometer), pekerjaan holding (10,87 kilometer), dan pemeliharaan jembatan (597,7 kilometer).

“Pada pekerjaan preservasi paket ini dilakukan rehabilitasi mayor sepanjang 10,5 kilometer yang meliputi perbaikan eksisting, penambalan jalan berlubang, dan pengaspalan jalan 2 lapis. Ada 6 ruas yang dikerjakan, dua diantaranya menggunakan pelapisan aspal dan karet sepanjang 4,8 kilometer. Yakni ruas Sokaraja-Kaliori sepanjang 2,9 kilometer full aspal karet seluruhnya dan Patikraja-Rawalo sepanjang 1 kilometer dari total panjang 1,9 kilometer, sisanya aspal modified,” kata Kepala BBPJN VII Akhmad Cahyadi.

Baca Juga: Tekad Kementerian PUPR Turunkan Backlog Rumah MBR

Dikutip dari situs resmi Kementerian PUPR, disebutkan bahwa kelebihan campuran aspal karet alam yakni meningkatkan kualitas perkerasan aspal dalam hal usia layanan dan ketahanan terhadap alur.

Penggunaan material tersebut untuk pengaspalan jalan sudah dilakukan Kementerian PUPR di beberapa lokasi jalan nasional, salah satunya di ruas Ciawi-Sukabumi dan Jalan bts Karawang-Cikampek.

- Advertisement -
Demo Below News

BERITA TERKAIT

Sharp Plasmacluster
Paramount 7 Maret 2023

BERITA TERBARU

Demo Half Page