PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia terus memperluas ekspansi bisnisnya di sektor properti komersial. Emiten berkode INPP tersebut telah resmi meluncurkan proyek terbarunya bertajuk 88 Plaza Balikpapan di Kalimantan Timur, awal Mei 2026.
Melalui entitas anak usaha PT Mitra Gemilang Mahacipta, proyek ini dikembangkan sebagai kawasan komersial modern yang mengusung konsep low-density development dengan pendekatan bisnis, gaya hidup, dan komunitas dalam satu kawasan terintegrasi.
Baca Juga: 23 Semarang Siap Sambut Pengunjung Pertama, Paradise Indonesia Bidik Konsep Leisure Destination
Peluncuran 88 Plaza Balikpapan mendapat respons positif dari pasar. Pada tahap awal, Paradise Indonesia menawarkan 49 unit Business Loft Ashton dan salah satu blok langsung habis terpesan pada hari pertama penjualan.
Chief Financial Officer dan Direktur INPP, Surina, mengatakan ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk memperluas portofolio aset sekaligus memperkuat recurring income.
“Selain recurring revenue yang kuat, setiap tahun juga selalu ada tambahan proyek baru yang menopang pertumbuhan,” ujar Surina dalam media gathering Paradise Indonesia di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Hingga 2025 lalu, Paradise Indonesia tercatat telah memiliki 25 unit bisnis di berbagai kota di Indonesia. Jumlah tersebut belum termasuk Citadines Antasari Jakarta yang mulai beroperasi tahun lalu, serta proyek baru 23 Semarang dan 88 Plaza Balikpapan.
Baca Juga: Recurring Income Jadi Tameng Paradise Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
88 Plaza Bidik Potensi Balikpapan sebagai Kota Penyangga IKN
88 Plaza Balikpapan berlokasi di persimpangan Jalan Syarifuddin Yoes dan Jalan Ruhui Rahayu. Kawasan seluas 8 hektar tersebut hanya berjarak sekitar 10 menit dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan serta berada di koridor utama akses tol IKN-Balikpapan-Samarinda.
Paradise Indonesia menilai Balikpapan memiliki potensi besar sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), terutama dari sisi pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan kawasan komersial modern.
Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, mengatakan proyek ini tidak sekadar menghadirkan area bisnis, tetapi juga membangun ekosistem baru yang lebih terintegrasi.
“Melalui 88 Plaza Balikpapan kami tidak sekadar membangun kawasan komersial tapi juga ekosistem terintegrasi yang menggabungkan bisnis, gaya hidup, dan komunitas,” ujar Anthony.
Nama “88 Plaza” sendiri dipilih sebagai simbol keberlanjutan, keseimbangan, dan kemakmuran. Anthony menjelaskan proyek tersebut dirancang untuk menjadi standar baru destinasi komersial dan gaya hidup modern di Balikpapan.
“Kenapa namanya 88? Karena proyek ini berdiri di atas lahan 8 hektare, lalu secara arsitektural bentuknya juga menyerupai angka 8. Kebetulan lagi, Balikpapan juga menjadi kota ke-8 tempat Paradise Indonesia berkarya,” kata Anthony sambil berseloroh.
Selain area bisnis, proyek ini nantinya akan memiliki tiga komponen utama yakni Business Hub, Lifestyle Hub, dan future residential development.
Kawasan ini juga akan dilengkapi hotel bintang empat internasional, area F&B, co-working space, taman terbuka hijau, hingga sports and wellness hub.
Baca Juga: BSD City Bangun Pusat Riset AI dan Robotik, Siapkan Akademi Teknologi Masa Depan
Paradise Indonesia Pilih Strategi Low-Density Development
Di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis, Paradise Indonesia memilih pendekatan low-density development untuk proyek Balikpapan. Strategi ini dinilai lebih fleksibel dibanding pengembangan mixed-use skala besar.
Anthony mengatakan model pengembangan bertahap memungkinkan investasi disesuaikan dengan penyerapan pasar sehingga risiko bisnis lebih terukur.
“Membangun low-rise seperti ruko jauh lebih fleksibel dibanding mixed-use besar. Investasinya bisa bertahap mengikuti market,” terangnya.
Menurut Anthony, pendekatan tersebut juga menjadi bentuk adaptasi Paradise Indonesia terhadap perubahan kondisi pasar properti saat ini.
Baca Juga: Summarecon Mutiara Makassar Luncurkan Cluster Rinoka, Hunian Klasik Prancis Mulai Rp1,9 Miliar
Paradise Indonesia melihat proyek komersial dengan skala yang lebih proporsional dan terintegrasi justru memiliki peluang lebih baik di kota-kota regional yang sedang berkembang.
Selain itu, konsep low-density development dinilai mampu menghadirkan ruang usaha yang lebih nyaman, sirkulasi kawasan yang lebih baik, serta ruang terbuka yang lebih luas dibanding pengembangan konvensional.
Balikpapan Dinilai Punya Fundamental Ekonomi Kuat
Dalam kesempatan terpisah, Direktur PT Mitra Gemilang Mahacipta, Andri Hadi, mengatakan Balikpapan memiliki daya beli masyarakat yang cukup tinggi untuk mendukung pertumbuhan kawasan komersial baru.
Menurutnya, PDRB per kapita Balikpapan bahkan telah menembus lebih dari Rp233 juta pada 2025.
“Proyek ini menargetkan segmen profesional muda, keluarga, komunitas kreatif, hingga wisatawan bisnis,” ujar Andri.

Sementara itu, Ketua DPD AREBI Kalimantan Timur, Faridah Thio, menilai pasar properti Balikpapan kini bergerak lebih rasional seiring meredanya euforia IKN. Investor disebut mulai lebih selektif dan fokus pada potensi passive income serta keberlanjutan kawasan.
“Investor mulai lebih berhitung. Mereka tidak lagi hanya mengejar tren atau hype awal, tetapi fokus pada passive income yang bisa didapat serta potensi kenaikan harga di masa depan,” kata Faridah kepada PropertiTerkini.com, belum lama ini.
Menurutnya, proyek dengan konsep kawasan terintegrasi seperti 88 Plaza Balikpapan memiliki peluang cukup besar berkembang di tengah pasar yang semakin selektif.
Baca Juga: Aset Lelang BSI di Rumah123 Tawarkan Efisiensi Harga Hingga 79,6%, Solusi Jitu Dapat Hunian Murah
Paradise Indonesia optimistis 88 Plaza Balikpapan dapat berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas bisnis dan gaya hidup baru di Kalimantan Timur, seiring semakin strategisnya peran Balikpapan sebagai gerbang menuju IKN.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





