PropertiTerkini.com, (SEMARANG) — JBS Perkasa melalui brand pintu baja Fortress resmi menjalin kerja sama dengan DPD Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) Jawa Tengah untuk memasok kebutuhan pintu bangunan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Koperasi Pengembang Perumahan Rakyat (KOPPERA) dalam acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) HIMPERRA 2026 yang berlangsung di Semarang, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Bersama REI, Fortress Dorong Hunian Ramah Lingkungan Lewat Gerakan 1 Juta Pohon
Forum yang dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi ini memang fokus mencari solusi agar pembangunan rumah rakyat tetap berjalan maksimal meski ada tekanan biaya.
Persoalan efisiensi biaya konstruksi masih menjadi tantangan besar bagi pengembang rumah subsidi, terutama di tengah fluktuasi harga material yang sering tak menentu.
Jawa Tengah memang sedang jadi pusat perhatian untuk urusan perumahan nasional. Bayangkan saja, pada Juli 2026 nanti, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sudah punya agenda besar melakukan akad massal sebanyak 62.000 unit rumah subsidi di wilayah ini.
Baca Juga: Material Alternatif Kian Diminati: 2 Produk JBS Perkasa Ini Buktikan Kualitas, Mewah tapi Hemat!
Data dari internal DPD HIMPERRA Jawa Tengah pun menunjukkan angka yang signifikan. Ada sekitar 18.600 unit rumah subsidi yang siap dibangun hingga akhir tahun 2026. Jika dikalkulasi secara kasar, satu unit rumah biasanya butuh minimal empat buah pintu, artinya ada potensi kebutuhan pintu baja Fortress hingga mencapai 75 ribu unit.
Pintu Baja Fortress, Menjaga Kualitas Tanpa Bebani Konsumen
Hens Sumarauw selaku National Sales Director JBS Perkasa melihat kolaborasi ini sebagai cara untuk memperpendek waktu tunggu masyarakat mendapatkan hunian layak.
Menurutnya, material pintu yang efisien sangat membantu pengembang menjaga harga jual tetap terjangkau.
Baca Juga: Pembangunan Pabrik Pintu Baja Fortress Capai 80%, Siap Genjot Produksi Massal di Akhir 2026
“Kami mendukung pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk memperpendek waktu masyarakat dalam mempunyai rumah layak huni dan harga terjangkau. Fortress siap menyuplai material pintu rumah yang efisien dan tahan lama sehingga harga rumah tetap terjangkau tanpa ada kompromi soal kualitas,” kata Hens melalui keterangan tertulisnya.
Hens juga menambahkan bahwa penggunaan pintu baja bisa membuat citra rumah segmen akar rumput menjadi lebih modern.
Dari sisi bisnis pengembang, pintu baja dianggap sebagai investasi jangka panjang karena proses pemasangannya yang cepat dan minim perawatan bagi penghuninya nanti.
Baca Juga: Pabrik Baru Jotun Resmi Beroperasi, Kapasitas Produksi Kini Mencapai 100 Juta Liter
“Untuk developer, tentu ini investasi jangka panjang karena inovasi produk dengan cost efficient itu penting mengingat untuk pembangunan rumah rakyat harga material itu sensitif. Fortress siap mengembangkan produk pintu baja dengan instalasi super cepat, minim perawatan dan umur panjang, sehingga developer bisa hemat biaya konstruksi, sementara konsumen pun bisa hemat biaya maintenance,” tambah Hens.
Ekosistem Properti yang Efisien

Ketua Umum DPP HIMPERRA, Ari Tri Priyono, menegaskan bahwa mengejar target program 3 juta rumah subsidi mustahil dilakukan tanpa ekosistem yang solid.
Pengembang dituntut kreatif dalam mengelola rantai pasok agar rumah yang dibangun tidak cuma murah, tapi juga layak huni.
“Penguatan kemitraan untuk menghadapi tantangan biaya konstruksi dan rantai pasok. Kerja sama dengan mitra usaha ini menjadi kunci agar rumah subsidi tidak hanya dibangun, tetapi juga benar-benar bisa dihuni dengan layak,” tegas Ari.
Baca Juga: Petals Urban Market dan Cara Baru Menikmati Akhir Pekan di Kota Mandiri Paramount Petals
Kemitraan ini diharapkan menjadi standar baru bagi pengembang di Jawa Tengah dalam memilih material bangunan yang tidak hanya kuat, tapi juga fungsional dalam menekan biaya operasional di lapangan.
*** Baca berita lainnya di GoogleNews



