PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Kondisi industri semen belakangan ini memang sedang tidak menentu. Ada banyak tekanan yang membayangi, mulai dari proyek infrastruktur yang melambat sampai masalah kapasitas produksi yang berlebih. Namun, Semen Merah Putih punya cara sendiri untuk tetap terlihat menonjol dalam ajang INTERCEM ASIA 2026 yang digelar di Jakarta baru-baru ini.
Alih-alih hanya mengeluhkan penurunan permintaan pasar yang mencapai 2–2,5% pada tahun lalu, perusahaan ini justru menunjukkan data pertumbuhan sebesar 4,2% di wilayah operasional utamanya pada 2025.
Pertumbuhan ini menarik karena diraih saat utilisasi produksi nasional hanya menyentuh angka 51%. Rupanya, kuncinya ada pada model bisnis yang tidak lagi cuma mengejar skala besar, tapi lebih fokus pada seberapa efisien sistem yang dijalankan.
Bukan Sekadar Jargon Ramah Lingkungan
Biasanya, orang melihat isu keberlanjutan atau sustainability sebagai beban biaya tambahan. Namun, di mata manajemen PT Cemindo Gemilang Tbk, hal ini justru jadi mesin efisiensi.
Perusahaan mencatat penurunan intensitas karbon hingga sekitar 21% sejak 2016, yang berjalan seiring dengan peningkatan efisiensi energi dan optimalisasi proses produksi.
Surindro Kalbu Adi, Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk, menjelaskan posisi perusahaan dalam situasi ini.
“Di tengah kondisi industri yang penuh tekanan, kami melihat bahwa kunci daya saing bukan hanya pada skala, tetapi pada seberapa efisien sistem yang kita bangun. Di Semen Merah Putih, sustainability bukan sekadar komitmen lingkungan, tetapi menjadi fondasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing bisnis,” ujarnya.
Baca Juga: Enviro Craft Perkenalkan Enviroof, Atap Hunian Tropis Tahan Cuaca dengan Jaminan 20 Tahun
Efisiensi yang dimaksud bukan cuma kata-kata. Ada penggunaan Waste Heat Recovery System (WHRS) yang mampu memangkas emisi sampai 100.000 ton CO₂ sekaligus menyuplai hampir seperempat kebutuhan energi produksi klinker.
Belum lagi soal penghematan listrik yang mencapai 3 KWh per ton klinker, yang tentu saja berdampak langsung pada biaya produksi.
Memperluas Inovasi Semen Merah Putih ke Pasar Global
Langkah perusahaan tidak berhenti di dalam negeri saja. Melalui unit bisnis trading bernama Aastar, distribusi produk semen dan klinker terus meluas ke Asia Pasifik, Oseania, hingga Afrika dan Amerika.
Menariknya, pasar internasional sekarang sudah mulai berubah; mereka tidak lagi hanya tanya soal harga murah, tapi juga melihat seberapa hijau produk tersebut.
Samar Gurung, Head of Trading dari Aastar Trading, melihat ada peluang besar dari pergeseran tren pasar global ini.
“Melalui Aastar sebagai unit trading, kami melihat permintaan global semakin mengarah pada produk yang tidak hanya kompetitif secara harga, tetapi juga memiliki profil keberlanjutan yang jelas. Hal ini membuka peluang ekspor yang semakin luas bagi produk klinker dan semen dari Indonesia,” kata Samar.
Baca Juga: Kohler Ubah Cara Pandang Kamar Mandi, Tren 2026 Bergeser ke Area Wellness
Ia juga menambahkan bahwa fleksibilitas dalam merespons pasar sangat bergantung pada sistem rantai pasok yang terintegrasi.
“Dengan sistem yang terintegrasi, kami dapat menghadirkan solusi yang lebih responsif dan efisien, sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar yang semakin dinamis,” lanjutnya.

Saat ini, portofolio produk Semen Merah Putih didominasi oleh jenis non-OPC (Ordinary Portland Cement)—semen rendah karbon yang mencapai 81%, jauh di atas rata-rata industri 71%.
Bahkan produk hydraulic cement, salah satu produk inovatif Semen Merah Putih juga meledak pertumbuhannya hingga 636,5% di tahun 2025.
Seluruh produk Semen Merah Putih juga telah tersertifikasi Green Label dari Green Product Council Indonesia (GBCI), dengan sebagian besar berada pada level platinum.
Baca Juga: Sika Pro Center Kelapa Gading Resmi Beroperasi, Solusi 5 Menit Cegah Bangunan Bocor dan Rusak
Dengan modal kapasitas produksi total sekitar 11,4 juta ton semen di Indonesia dan tambahan 5 juta ton di Vietnam, perusahaan menargetkan pertumbuhan dua kali lipat dari pasar pada tahun 2026 mendatang.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com





