PropertiTerkini.com, (BOGOR) — Pengembangan proyek perumahan baru, Pesona Prima 9 Cikahuripan resmi dimulai di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, melalui gelaran Opening Ceremony pada Minggu (26/4/2026).
Proyek besutan PT Kreasi Prima Nusantara (Kreasi Prima Land) ini merupakan bagian dari ekspansi hunian subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Perumahan ini berdiri di atas lahan sekitar 10,9 hektare dengan rencana sebanyak 1.025 unit rumah.
Baca Juga: KDM Resmikan SMA Negeri 3 Jonggol di CitraIndah City, Perluas Akses Pendidikan
Seremoni peresmian tersebut juga menjadi titik awal pemasaran, sekaligus menguji respons pasar terhadap proyek baru di wilayah Bogor Timur. Kawasan ini masih menjadi salah satu kantong permintaan hunian karena berada dalam radius komuter Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran direksi dan komisaris Kreasi Prima Land hadir bersama mitra pembiayaan dari perbankan syariah, termasuk Bank Syariah Nasional (BSN) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Kehadiran institusi pembiayaan sejak awal menunjukkan bahwa proyek ini memang diarahkan pada skema kepemilikan berbasis syariah.
Di lokasi acara, terlihat aktivitas calon konsumen yang mulai melakukan booking unit maupun mencari informasi detail terkait proses pembelian. Respons awal seperti ini biasanya menjadi indikator awal daya serap pasar, terutama untuk proyek di segmen subsidi.
Skema Harga Masuk Rendah dan Diferensiasi Desain
Dari sisi strategi pemasaran, pengembang mengandalkan kombinasi harga masuk rendah dan diferensiasi produk.
Booking fee ditetapkan sebesar Rp500.000, sebagai bentuk promo khusus Opening Ceremony—angka yang relatif ringan untuk membuka akses kepemilikan rumah pertama.
Baca Juga: KPR Syariah Baru 8%, Padahal 87% Muslim, Peluang Besar untuk Milenial dan MBR
Selain itu, 113 pendaftar awal ditawarkan unit dengan desain Scandinavian—sebuah pendekatan yang mulai digunakan untuk meningkatkan persepsi kualitas di segmen rumah subsidi menjadi rumah lebih modern.
Desain Scandinavian sendiri menitikberatkan pada pencahayaan alami, tampilan minimalis, serta efisiensi ruang. Meskipun ukuran bangunan tetap mengikuti standar rumah subsidi, pendekatan desain ini memberi nilai visual yang lebih modern dibandingkan rumah tipe konvensional.
Strategi seperti ini umumnya digunakan untuk menciptakan momentum penjualan di fase awal, sekaligus membangun citra proyek agar tidak sekadar dipersepsikan sebagai hunian dasar.
Skema Syariah: Akad Dilakukan Setelah Unit Siap
Salah satu poin yang cukup menonjol dari proyek ini ada pada struktur transaksi yang digunakan.
Pesona Prima 9 Cikahuripan menerapkan akad Murabahah, namun dengan pendekatan yang tidak langsung dilakukan di awal. Akad baru dilaksanakan setelah unit rumah selesai dibangun dan siap diserahterimakan, termasuk dari sisi legalitas seperti Sertifikat Hak Milik (SHM).
Baca Juga: BSPS Kalbar Melonjak, Kuota Rumah Subsidi Capai 22.000 Unit
Pendekatan ini memberikan tingkat kepastian yang lebih tinggi bagi konsumen, terutama terkait kondisi fisik bangunan dan kejelasan dokumen kepemilikan.
Dalam konteks pasar rumah subsidi, aspek ini sering menjadi perhatian karena adanya kekhawatiran terhadap proyek yang belum selesai atau tertunda.
Direktur Kreasi Prima Land, Hadiana, menyampaikan bahwa, “Proyek ini tidak hanya membangun hunian, tetapi juga membangun ekosistem kehidupan yang lebih baik—mulai dari aspek sosial, lingkungan, hingga sistem kepemilikan yang transparan dan sesuai prinsip syariah.”
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pengembang berupaya menempatkan proyek tidak hanya pada aspek harga, tetapi juga pada sistem dan proses kepemilikan yang lebih terstruktur.
Konsep Lingkungan dan Fasilitas Kawasan
Selain aspek harga dan skema transaksi, proyek ini juga membawa pendekatan berbasis lingkungan yang cukup spesifik untuk segmen rumah subsidi.
Baca Juga: Hunian Eropa Klasik di Serpong Mulai Rp800 Jutaan, Ini 5 Daya Tarik The Brawijaya
Pengembang menargetkan penanaman sekitar 2.000 pohon buah di seluruh kawasan, dengan rencana setiap unit memiliki satu pohon. Jenis yang ditanam antara lain durian Musang King dan Alpukat Mentega.

Langkah ini diikuti dengan program pemilahan sampah dari rumah yang akan diterapkan kepada seluruh penghuni. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun pola hidup yang lebih berkelanjutan di dalam kawasan.
Dari sisi fasilitas, proyek perumahan ini direncanakan dilengkapi dengan:
- Masjid dengan layanan imam rawatib dan paket janaiz
- Ambulans gratis untuk kebutuhan darurat warga
- Sarana pendidikan untuk mendukung kebutuhan keluarga
Kombinasi fasilitas ini menunjukkan adanya upaya untuk menghadirkan lingkungan hunian yang lebih lengkap, meskipun tetap berada di segmen harga subsidi.
Baca Juga: Incar Pekerja Jaksel, HK Realtindo Rilis Rumah Rp700 Jutaan di Sawangan
“Perumahan subsidi ini kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian pertama yang tetap nyaman, sehat, dan punya nilai jangka panjang,” tuntas Hadiana.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com





