PropertiTerkini.com, (DÜSSELDORF) — Seri SolarFlow Mix kini hadir di pasar Eropa. Produk besutan Zendure, pelopor plug-in Home Energy Management Systems (HEMS), ini diklaim mampu menghemat listrik hingga 91%.
Produk penyimpanan energi untuk rumah ini menggabungkan tiga sistem penyimpanan energi dalam satu platform yang fleksibel, menyesuaikan kebutuhan rumah tangga dari skala kecil hingga besar.
Baca Juga: 3 Seri SolarFlow Zendure Terbaru Meluncur, Hemat Tagihan Listrik Rumah Hingga 73 Persen!
Peluncuran ini tidak sekadar menambah pilihan perangkat energi rumah. Ada pendekatan yang terasa lebih praktis—mengikuti pola konsumsi listrik sehari-hari, bukan sekadar spesifikasi teknis.
Tagline yang dibawa, “Mix is the Real Max”, cukup menggambarkan arah produknya, yakni fleksibel, modular, dan bisa berkembang sesuai kebutuhan.
SolarFlow Mix: Tiga Sistem, Tiga Segmentasi Konsumen
Alih-alih satu solusi untuk semua, Zendure justru membagi produknya menjadi tiga varian utama. Berikut gambaran singkat masing-masing sistem yang dirancang mengikuti kebutuhan konsumsi listrik rumah tangga.
1. SolarFlow 4000 Mix Pro: Kapasitas Besar untuk Rumah Aktif
Varian ini dirancang untuk rumah dengan konsumsi listrik tinggi, sekitar 7.000 kWh per tahun.
Daya AC dua arah mencapai 4 kW, dengan total input panel surya hingga 13 kW—angka yang cukup agresif untuk kategori plug-in system.
Kapasitas penyimpanan bisa diperluas hingga 50 kWh. Dalam simulasi di Jerman, sistem ini diklaim mampu menekan tagihan listrik hingga 91%, setara penghematan sekitar €2.560 per tahun.
2. SolarFlow 4000 Mix AC+: Solusi Retrofit untuk Rumah Existing
Untuk rumah yang sudah memiliki panel surya, varian ini terasa lebih relevan.
Sistem AC-coupled memungkinkan integrasi tanpa perlu perubahan besar pada instalasi lama. Konsumsi listrik targetnya sekitar 5.000 kWh per tahun.
Efisiensi yang ditawarkan mencapai 88%, atau sekitar €1.760 per tahun.
Pendekatannya sederhana: tidak perlu mulai dari nol, cukup optimalkan sistem yang sudah ada.
3. SolarFlow 3000 Mix AC+: Ringkas, Fleksibel, dan Multifungsi
Varian ini menarik karena tidak hanya untuk rumah.
Selain untuk apartemen kecil dengan konsumsi sekitar 3.000 kWh per tahun, perangkat ini juga bisa digunakan untuk kebutuhan mobile—mulai dari RV, aktivitas outdoor, hingga cadangan darurat.
Baca Juga: Green Building Makin Dilirik: Saat Biaya Energi Naik, Bangunan Hemat Jadi Andalan
Dengan tingkat kebisingan hanya 25 dB dan perlindungan IP65, sistem ini terasa lebih “ramah lingkungan”—baik secara teknis maupun penggunaan sehari-hari.
Teknologi, Harga dan Ketersediaan
Zendure tidak hanya menjual perangkat keras. Ada ekosistem teknologi yang cukup kompleks di baliknya.
Beberapa fitur utama yang disorot:
- HEMS 2.0: integrasi panel surya, baterai, hingga EV charger dalam satu sistem
- ZENKI™ AI 2.0: optimasi charge/discharge berdasarkan cuaca, harga listrik, dan pola konsumsi
- ZEN+OS: sistem operasi terintegrasi lintas perangkat
- ZenGuard™: sistem keamanan berlapis dengan proteksi baterai dan pemadam otomatis
Baca Juga: Incar Pekerja Jaksel, HK Realtindo Rilis Rumah Rp700 Jutaan di Sawangan
Pendekatan ini menunjukkan arah yang cukup jelas: rumah bukan lagi sekadar konsumen energi, tetapi mulai menjadi manajer energi.
Produk mulai tersedia sejak 22 April 2026 di beberapa negara Eropa seperti Jerman, Prancis, Belanda, Belgia, dan Swiss.
Perkiraan harga jual saat ini (mengacu kurs per 27 April 2026, yakni Rp17.200):
- SolarFlow 4000 Mix Pro: mulai €2.399 (± Rp41,2 juta)
- SolarFlow 4000 Mix AC+: mulai €1.999 (± Rp34,3 juta)
- SolarFlow 3000 Mix AC+: mulai €1.699 (± Rp29,2 juta)
Harga tersebut sudah termasuk skema pajak dan biaya daur ulang di masing-masing negara.
Arah Baru Energi Rumah Tangga

Jika dilihat lebih luas, peluncuran ini bukan sekadar produk baru. Ada perubahan pola pikir yang sedang dibangun.
Rumah tidak lagi hanya bergantung pada listrik dari grid. Dengan sistem seperti SolarFlow Mix, rumah mulai bergerak ke arah semi-independen—bahkan dalam beberapa kasus, bisa menghasilkan efisiensi biaya yang signifikan.
Baca Juga: 5 Keuntungan Gedung Bersertifikasi Hijau: Solusi Hemat Biaya dan Kepatuhan ESG
Dan di tengah tren kenaikan tarif listrik global, angka “hemat hingga 91%” jelas bukan sekadar gimmick marketing.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com





