PropertiTerkini.com, (TANGERANG) — Pola kerja fleksibel belakangan ini kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Hal ini dipicu oleh kebijakan terbaru pemerintah yang menetapkan pola kerja dari rumah bagi Aparatur Sipil Negara setiap hari Jumat.
Sebenarnya, fenomena ini bukan barang baru bagi karyawan swasta yang sudah terbiasa dengan jadwal selang-seling antara kantor dan hunian pribadi.
Isu utamanya sekarang bukan lagi soal “bisa atau tidak” bekerja jarak jauh, melainkan bagaimana menciptakan sudut produktif di tengah hiruk-pikuk aktivitas domestik yang seringkali tidak bisa dikompromi.
Banyak orang mulai merasa penat karena batas antara urusan kantor dan urusan rumah menjadi kabur.
Anak-anak yang butuh perhatian atau suara bising dari luar rumah seringkali menjadi gangguan nyata saat konsentrasi dibutuhkan. Kondisi ini jika dibiarkan tanpa penataan yang baik bisa memicu stres dan menurunkan kualitas hasil kerja.
Mengingat pentingnya keseimbangan ini, penataan ulang ruang menjadi investasi kenyamanan yang krusial untuk menunjang aktivitas harian di dalam tempat tinggal agar tetap seimbang.
Baca Juga: 5 Cara Menata Rumah agar Tetap Nyaman Sepanjang Musim Perayaan
Melina Ardianti Hadiatmodjo, Interior Design Manager IKEA Indonesia, melihat ada pergeseran perilaku yang menarik. Menurutnya, saat masa pandemi dulu, orang terpaksa menjadikan apa saja sebagai meja kerja karena keadaan darurat.
Tapi sekarang, kata dia, bekerja secara fleksibel lebih dianggap sebagai sebuah manfaat atau bonus. Jadi, pendekatannya harus lebih santai namun tetap terukur agar tidak merusak fungsi utama rumah sebagai tempat istirahat.
“Dulu WFH muncul karena keharusan, jadi apa pun bisa dijadikan ruang kerja dadakan. Sekarang WFH lebih seperti bonus yang datang sekali-sekali, sehingga perlu menyesuaikan ritme rumah, bukan memaksa rumah mengikuti pola kantor,” ujar Melina.
Dia juga menekankan bahwa kenyamanan jangka panjang sering terlupa, seperti kebiasaan bekerja di tempat tidur yang justru memicu kantuk dan merusak postur tubuh.
Baca Juga: 5 Cara Menata Interior Rumah, Jadi Lebih Modern dan Nyaman
Langkah Praktis Menata Ruang Kerja dari Rumah
Menemukan titik yang tepat di dalam rumah sebenarnya tidak sulit jika mau sedikit lebih teliti melihat sudut-sudut kosong yang ada.
Langkah pertama adalah menentukan sudut kerja yang paling mendukung fokus. Tidak perlu ruangan khusus; bisa saja meja kecil di ruang keluarga atau area dekat jendela yang selama ini hanya jadi pajangan. Fokusnya adalah kenyamanan, bukan kemewahan.
Langkah kedua, buatlah pembeda sederhana antara area kerja dan area santai. Gunakan karpet atau ubah arah duduk agar otak tahu kapan saatnya bekerja dan kapan saatnya beristirahat bersama keluarga.
Langkah ketiga yang tidak kalah penting adalah soal pencahayaan. Jika meja jauh dari jendela, tambahkan lampu meja sederhana agar mata tidak cepat lelah saat menatap layar laptop berjam-jam. Cahaya yang pas akan membangun suasana kerja yang lebih tenang.
Baca Juga: Terima THR Lebaran: Yuk Upgrade Rumah, IKEA Hadirkan Promo hingga 80%
Kemudian, langkah keempat adalah mengatur posisi duduk agar tubuh tidak mudah lelah. Tidak harus beli kursi kantor mahal, cukup gunakan bantal kecil untuk menopang punggung atau footrest sederhana agar duduk lebih rileks dan postur tubuh tetap terjaga dengan baik.
“Para Ibu khususnya cenderung lebih cepat beradaptasi. Mereka bisa membedakan kapan ruang dipakai bekerja dan kapan dipakai untuk kegiatan lain. Yang dibutuhkan hanya pengingat kecil, yaitu cek dulu apakah kursi dan meja di rumah cukup mendukung aktivitas kerja,” tambah Melina.
Kreativitas dalam memanfaatkan apa yang sudah ada di rumah sebenarnya jauh lebih efektif daripada memaksakan desain yang rumit dan mahal.
Mengelola Gangguan dan Menjaga Kerapian Ruangan
Tantangan terbesar lainnya adalah kebisingan yang seringkali tidak terduga, mulai dari suara kendaraan hingga tukang sayur yang lewat.
Langkah kelima dalam menata ruang adalah mengelola kebisingan ini dengan cara yang realistis. Gunakan tirai tebal atau karpet untuk meredam gema, dan siapkan headset saat harus rapat daring. Sampaikan juga jadwal kerja kepada anggota keluarga lain agar alur kerja tetap lancar tanpa harus mengubah struktur rumah secara drastis atau permanen.
Baca Juga: Hadiah Rp180 Juta Menanti di Sinar Mas Land Video Competition 2026, Kesempatan Kreator Unjuk Gigi
Langkah keenam, pastikan area kerja tetap rapi dengan menyimpan barang yang tidak terpakai. Manfaatkan kotak penyimpanan portable atau troli kecil untuk menaruh kabel dan dokumen setelah jam kerja berakhir. Meja yang bersih di akhir hari membantu pikiran lebih tenang.
Terakhir, langkah ketujuh adalah membangun rutinitas kecil, seperti merapikan meja selama satu menit sebelum mulai atau membuat minuman favorit sebagai sinyal bahwa “kantor” sudah dibuka.
Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia, menjelaskan bahwa setiap hunian punya tantangan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan sebaiknya yang mudah diterapkan tanpa harus merombak struktur bangunan secara besar-besaran.

IKEA sendiri menyediakan berbagai inspirasi melalui situs resmi maupun aplikasi untuk mereka yang butuh ide segar dalam mengatur perabotan agar fungsi rumah tetap seimbang antara bekerja dan melepas penat.
Pada akhirnya, rumah memang harus tetap terasa seperti rumah. Ruang yang tertata dengan cermat tidak hanya mendongkrak produktivitas saat bekerja, tapi juga menjamin waktu istirahat yang lebih berkualitas bagi seluruh penghuninya.
Baca Juga: Rekor Baru Laba SeaBank 2025 Mencapai Rp678,4 Miliar di Tengah Ketatnya Persaingan Bank Digital
Dengan sedikit sentuhan kreatif dan mengikuti langkah-langkah sederhana di atas, bekerja dari hunian pribadi bisa menjadi pengalaman yang jauh lebih menyenangkan dan jauh dari kesan stres yang membosankan.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com





