BERITA TERKAIT

Tren Sewa Rumah Menguat di Kota Besar, Apakah Konsumen Mulai Menunda Beli?

Pasar hunian di kota besar menunjukkan dinamika baru. Kenaikan harga rumah yang relatif tipis membuat sebagian konsumen memilih menyewa sambil menunggu momentum membeli.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Tren sewa rumah di kota besar mulai menguat, memunculkan pertanyaan baru di pasar properti: apakah konsumen mulai menunda membeli rumah? Fenomena ini terlihat dari kenaikan indeks harga sewa pada akhir 2025, di tengah pergerakan harga rumah yang cenderung stabil.

Data Pinhome Home Sell Index (PHSI) dan Pinhome Home Rental Index (PHRI) menunjukkan harga rumah nasional pada kuartal IV 2025 hanya naik sekitar 0,4% secara kuartalan maupun tahunan. Kenaikan tipis ini menandakan pasar properti tetap stabil, tetapi juga menunjukkan adanya penyesuaian terhadap daya beli masyarakat.

Baca Juga: 5 Dokumen Penting Sebelum Tanda Tangan KPR, Hindari Sengketa Mahal

Di sisi lain, pasar sewa justru mulai menunjukkan pergerakan. Indeks harga sewa rumah naik sekitar 0,6% dibanding kuartal sebelumnya, meski secara tahunan masih mencatat penurunan sekitar -1%.

CEO dan Founder Pinhome Dayu Dara Permata mengatakan perubahan ini mencerminkan strategi baru konsumen dalam menentukan tempat tinggal.

“Sebagian konsumen memilih menyewa terlebih dahulu, terutama di kota inti, sambil menunggu momentum membeli rumah yang lebih tepat,” ujar Dayu dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).

Fenomena ini terutama terlihat di kota-kota dengan aktivitas ekonomi tinggi seperti Jakarta dan wilayah penyangganya.

Tren Sewa Rumah Menguat di Kota Besar, Alternatif Hunian di Tengah Penyesuaian Daya Beli

Data Pinhome juga menunjukan bahwa kenaikan harga sewa rumah terjadi di hampir semua tipe rumah. Rumah kecil mengalami kenaikan sekitar 0,4%, sementara rumah tipe menengah naik 0,1%. Rumah dengan ukuran lebih besar seperti tipe 121–200 dan ≥201 bahkan naik sekitar 0,5% secara kuartalan.

Baca Juga: Pasar Properti Indonesia 2026: Peluang di Tengah Tren Rumah Seken dan KPR Tenor Panjang

Jika dilihat secara tahunan, pertumbuhan lebih kuat justru terjadi pada segmen menengah dan besar. Rumah tipe 55–120 tumbuh sekitar 1,5%, tipe 121–200 naik 1,6%, sementara rumah besar mencapai kenaikan hingga 2,3%.

Permintaan sewa paling kuat tercatat di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Kabupaten Bekasi. Kawasan-kawasan ini dikenal sebagai pusat aktivitas bisnis yang dihuni banyak profesional muda dan pekerja ekspatriat.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa bagi sebagian masyarakat perkotaan, menyewa rumah kini menjadi solusi sementara yang lebih fleksibel dibanding langsung membeli.

Selain faktor daya beli, mobilitas kerja yang tinggi juga membuat sebagian konsumen memilih opsi hunian yang lebih adaptif.

Harga Rumah Stabil, Segmen Rumah Kecil Masih Jadi Penopang Pasar

Meski tren sewa meningkat, pasar jual beli rumah secara umum masih berada dalam kondisi stabil. Segmen rumah kecil dan menengah tetap menjadi motor utama pasar.

Baca Juga: Terima THR Lebaran: Yuk Upgrade Rumah, IKEA Hadirkan Promo hingga 80%

Rumah kecil mencatat pertumbuhan harga sekitar 0,8%, sedangkan rumah tipe 55–120 naik sekitar 0,5%. Rumah tipe 121–200 tumbuh sekitar 0,3%.

Sebaliknya, rumah berukuran besar atau tipe ≥201 justru mengalami koreksi sekitar -0,9%.

Menurut Dayu Dara, kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih memiliki permintaan yang sehat, terutama untuk hunian dengan harga lebih terjangkau.

“Segmen rumah kecil dan menengah masih menjadi pilihan utama konsumen, terutama di tengah kondisi ekonomi yang membuat pembeli lebih berhati-hati,” jelasnya.

Perbedaan pergerakan harga juga terlihat di beberapa wilayah Jakarta. Di Jakarta Barat, kawasan Kembangan dan Kalideres mencatat kenaikan harga rumah kecil hingga 2–3%, didorong konektivitas transportasi yang semakin baik.

Baca Juga: Nuanu Real Estate Kembangkan 12 Proyek Hunian di Bali, Target 400 Unit Siap pada 2027

Sementara di Jakarta Utara, harga rumah tipe menengah di Tanjung Priok dan Cilincing sempat turun hingga -5%, salah satunya dipengaruhi kekhawatiran terhadap risiko banjir rob.

Catatan Penting bagi Konsumen yang Ingin Beli atau Sewa Rumah

rumah baru siap huni di Metland Cibitung
Ketersediaan rumah siap huni di kawasan seperti Cibitung menjadi peluang bagi pengembang untuk menarik minat pembeli di tengah dinamika pasar properti Indonesia 2026. (Foto: Pius Klobor/PropertiTerkini.com)

Bagi konsumen, kondisi pasar yang stabil sebenarnya membuka peluang untuk mengambil keputusan hunian dengan lebih rasional.

Harga rumah yang tidak melonjak tinggi memberikan ruang negosiasi yang lebih besar bagi pembeli, terutama di wilayah dengan stok rumah yang meningkat.

Namun pembeli tetap perlu memperhatikan beberapa faktor risiko, seperti kondisi lingkungan, potensi banjir, serta akses transportasi yang dapat mempengaruhi nilai properti di masa depan.

Baca Juga: Wisatawan Lokal Hotel Indonesia Meningkat: Ini 5 Tren Baru yang Wajib Anda Tahu

Di sisi lain, tren sewa yang menguat menunjukkan perubahan perilaku konsumen di kota besar. Fleksibilitas tempat tinggal kini menjadi pertimbangan penting, terutama bagi generasi muda dan pekerja profesional.

Jika tren ini terus berlanjut, pasar sewa diperkirakan akan memainkan peran yang semakin signifikan dalam ekosistem properti perkotaan dalam beberapa tahun ke depan.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page