BERITA TERKAIT

5 Keuntungan Gedung Bersertifikasi Hijau: Solusi Hemat Biaya dan Kepatuhan ESG

Menempati gedung ramah lingkungan bukan lagi sekadar tren, melainkan strategi bertahan di tengah kenaikan biaya operasional. Temukan alasan mengapa gedung hijau menjadi incaran utama penyewa saat ini.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Gedung bersertifikasi hijau kini telah bertransformasi dari sekadar pilihan etis menjadi persyaratan dasar bagi banyak perusahaan, khususnya perusahaan multinasional yang wajib patuh pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Isu utama yang dihadapi pelaku usaha saat ini adalah lonjakan biaya operasional dan kebutuhan untuk menciptakan ruang kerja yang mampu menarik talenta terbaik.

Baca Juga: Keberlanjutan Jadi Strategi Bisnis: 48% Perusahaan Indonesia Manfaatkan AI Hadapi Tantangan Ekonomi

Dampaknya terasa langsung pada efisiensi anggaran perusahaan yang harus diseimbangkan dengan target keberlanjutan jangka panjang.

Mengapa isu ini sangat krusial sekarang? Karena efisiensi energi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk mengendalikan biaya.

Perusahaan yang mengabaikan aspek ini berisiko tertinggal dalam persaingan global dan kehilangan kepercayaan investor yang semakin selektif terhadap kredensial ESG sebuah organisasi.

Berikut adalah penjelasan detail mengenai 5 keuntungan utama yang bisa didapatkan:

1. Gedung Bersertifikasi Hijau Hemat Biaya Listrik Hingga 40%

Keuntungan paling nyata bagi penyewa adalah efisiensi energi yang berdampak langsung pada pengeluaran bulanan.

Seiring dengan terus meningkatnya biaya listrik, menempati gedung yang hemat energi memberikan penghematan biaya listrik sekitar 20–40% bagi penyewa jika dibandingkan dengan gedung konvensional.

Baca Juga: Green Cement Dorong Konstruksi Berkelanjutan: 4 Strategi Semen Merah Putih Hadapi Oversupply 56 Juta Ton

Ini adalah solusi konkret bagi manajemen keuangan perusahaan untuk mengalihkan pengeluaran rutin menjadi investasi pertumbuhan.

Gedung berkinerja tinggi menawarkan konsumsi listrik yang lebih rendah berkat teknologi sistem pendingin dan pencahayaan yang lebih cerdas.

Zyotty Thamsil, Senior Manager – Energy Efficiency & Environmental Solutions Colliers Indonesia, menegaskan, “Efisiensi energi bukan lagi pilihan, ini adalah kebutuhan strategis bagi penyewa yang berfokus pada pengendalian biaya dan keberlanjutan”.

Dengan memilih gedung yang tepat, bisnis dapat mencapai jalur pengurangan emisi yang terukur sekaligus hemat biaya.

2. Peningkatan Produktivitas dan Kesejahteraan Karyawan

Gedung bersertifikasi hijau didesain untuk menawarkan kenyamanan termal yang lebih baik dan kualitas lingkungan dalam ruang yang lebih sehat.

Baca Juga: Green Office di CBD Jakarta 37%, Knight Frank Catat Definisi dan Permintaannya Kian Matang

Hal ini sangat penting di era kerja hibrida, di mana kantor harus menjadi tempat yang menarik dan nyaman bagi karyawan untuk berkolaborasi.

Lingkungan kerja yang sehat terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja tim secara keseluruhan.

Bagus Adikusumo, Head of Office Services Colliers Indonesia, mengatakan, “Tren ini diperkirakan akan mempercepat inisiatif peningkatan aset dan reposisi, menegaskan semakin pentingnya keberlanjutan dalam membentuk permintaan perkantoran. Banyak perusahaan kini semakin meninjau kembali bagaimana tempat kerja mendukung karyawan, tujuan organisasi, dan ambisi jangka panjang mereka”.

Ruang kerja yang hijau membantu perusahaan dalam menarik dan mempertahankan talenta berkualitas.

3. Kepatuhan ESG dan Penguatan Citra Merek

Bagi banyak organisasi, menempati ruang kerja yang berkelanjutan adalah cara tercepat untuk memperkuat kredensial ESG mereka.

Baca Juga: Harga Lahan Industri 2026 Diprediksi Naik, Kini Tembus USD 177 per m² di Greater Jakarta

Hal ini berdampak positif pada ekuitas merek dan daya tarik perusahaan di mata investor maupun klien global.

Dengan mendasarkan keputusan pada metrik ESG yang terukur, bisnis dapat menciptakan solusi ruang kerja yang tangguh untuk pertumbuhan jangka panjang.

Rahmat Alam, Head of Project Management Colliers Indonesia, menyampaikan, “Organisasi yang mengoptimalkan ruang kerjanya melalui desain hijau dan fit-out yang efisien berada pada posisi tidak hanya untuk menurunkan biaya, tetapi juga memperkuat kredensial ESG mereka”.

Bahkan di gedung non-sertifikasi, penyewa tetap dapat menerapkan fit-out berkelanjutan guna mengurangi dampak lingkungan.

4. Akses ke Insentif Fit-Out yang Fleksibel

Di tengah persaingan pasar properti yang ketat, pemilik gedung kini lebih responsif dengan menawarkan insentif fit-out yang lebih luas untuk menarik penyewa.

Insentif ini menjadi elemen penting dalam negosiasi sewa di pasar perkantoran Indonesia saat ini.

Baca Juga: Sinyal Positif Pasar Perkantoran Jakarta: Penyewa Kini Berkuasa Atas Harga Sewa Gedung Premium!

Dengan adanya opsi pembiayaan yang fleksibel, perusahaan dapat mengelola pengeluaran modal secara lebih efektif.

Rahmat juga menambahkan bahwa, “Dengan opsi pembiayaan fit-out yang fleksibel, perusahaan dapat mengelola pengeluaran secara lebih efektif sekaligus menempati ruang kerja baru lebih cepat”.

Hal ini sangat membantu perusahaan yang ingin melakukan transisi ke kantor baru tanpa harus terbebani biaya investasi awal yang terlalu besar.

5. Mitigasi Risiko dan Keberlanjutan Jangka Panjang

desain berkelanjutan, pembangunan berkelanjutan, berkelanjutan, properti hijau, green property, sustainability, gedung hijau, ramah lingkungan,
Desain berkelanjutan dalam sektor properti. (Ilustrasi – PropertiTerkini.com/ai)

Mengadopsi strategi tempat kerja yang berbasis data memungkinkan perusahaan mengevaluasi pola kerja dan tingkat utilisasi secara akurat.

Hal ini mengurangi risiko pemborosan ruang dan biaya yang tidak perlu. Pemilihan gedung berkinerja tinggi memastikan bahwa bisnis tetap relevan dengan regulasi lingkungan yang diprediksi akan semakin ketat di masa depan.

Colliers merekomendasikan agar penyewa mengadopsi strategi tempat kerja yang disesuaikan dan berbasis data untuk mengevaluasi kebutuhan karyawan.

Baca Juga: 87% Pekerja Indonesia Kembali ke Kantor, Gedung Premium Jakarta Diprediksi Langka

Dengan pendekatan strategis ini, perusahaan tidak hanya sekadar menyewa ruang, tetapi membangun aset strategis yang mendukung performa bisnis secara berkelanjutan.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page