Kulkas atau Lemari Es Sharp Indonesia
Sunday, March 8, 2026
Kulkas atau Lemari Es Sharp Indonesia

BERITA TERKAIT

IFEX 2026 Digelar di ICE BSD, Industri Furnitur Indonesia Bidik Ekspor USD 6 Miliar

Pameran furnitur internasional IFEX 2026 resmi digelar di ICE BSD dengan area pameran mencapai 85 ribu meter persegi. Ajang ini menjadi momentum penting bagi industri mebel Indonesia untuk memperluas pasar global dan mendorong target ekspor hingga USD 6 miliar.

PropertiTerkini.com(TANGERANG) — Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX 2026) kembali menempatkan industri furnitur Indonesia di panggung perdagangan global.

IFEX 2026 ini resmi dibuka pada 5 Maret 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, dan langsung menarik perhatian pelaku industri furnitur, eksportir, hingga pembeli internasional.

Baca Juga: Asia Pasifik Dominasi Industri Furnitur Dunia, IFEX 2026 Jadi Panggung Strategis Produk Indonesia ke Pasar Global

Sebagai salah satu pameran furnitur terbesar di kawasan, IFEX menjadi ruang pertemuan antara produsen Indonesia dengan buyers dari berbagai negara.

Ajang ini juga menjadi barometer perkembangan industri furnitur nasional yang terus berupaya memperluas pasar ekspor di tengah pertumbuhan pasar furnitur global.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa ekspor mebel menyumbang sekitar 12,2 persen dari subsektor kerajinan nasional, menegaskan bahwa industri furnitur masih memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian Indonesia.

Potensi pasar global juga masih sangat besar. Laporan Allied Market Research memproyeksikan nilai pasar furnitur dunia dapat mencapai lebih dari USD 840 miliar pada 2034, meningkat dari USD 556,3 miliar pada 2023 dengan pertumbuhan sekitar 4 persen per tahun.

IFEX 2026 Perkuat Posisi Furnitur Indonesia

Pemerintah menilai pameran IFEX memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi industri furnitur Indonesia di pasar global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa sektor manufaktur tetap menjadi salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Liburan Keluarga di Singapura: Paket Hotel + Tiket Atraksi Mulai Rp4 Jutaan di PARKROYAL Beach Road

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, disebutkan bahwa Manufacturing Value Added Indonesia saat ini berada di posisi tertinggi di ASEAN dengan nilai mencapai USD 265,07 miliar.

“Penyelenggaraan IFEX memberi efek positif bagi pasar industri furnitur,” ujar Agus.

Untuk mendukung pertumbuhan industri ini, pemerintah juga menyediakan berbagai fasilitas bagi pelaku usaha.

Dukungan tersebut mencakup ketersediaan bahan baku, peningkatan keterampilan tenaga kerja, peningkatan produktivitas dan kualitas produk, hingga penguatan riset pasar serta pengembangan sentra industri kecil dan menengah furnitur.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing furnitur Indonesia sekaligus memperluas akses pasar ekspor.

Baca Juga: HONOR Perkenalkan Robot Phone di MWC 2026, Era Baru Smartphone Berbasis AI Berwujud

Target Ekspor USD 6 Miliar dalam Lima Tahun

Optimisme terhadap masa depan industri furnitur juga datang dari pelaku industri. Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, menilai bahwa permintaan pasar furnitur dunia masih akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami yakin ke depan pasar furnitur dunia masih akan terus membaik. Untuk itu kami kembali menegaskan target ekspor industri furnitur Indonesia bisa mencapai USD 6 miliar dalam lima tahun ke depan,” kata Sobur.

Selama ini, pasar utama furnitur Indonesia masih didominasi oleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Namun ke depan, pelaku industri juga mulai membidik peluang baru di kawasan Timur Tengah dan Afrika yang dinilai memiliki potensi permintaan yang cukup besar.

Baca Juga: Kawasan Industri Greater Jakarta 2025 Tangguh: Serapan 318 Hektar, EV Dominasi 18%

IFEX menjadi salah satu platform penting untuk membuka akses pasar tersebut. Sebagai pameran B2B berskala global, IFEX mempertemukan produsen dengan buyers internasional melalui berbagai program business matching.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan bahwa lokasi baru IFEX di ICE BSD memberikan ruang pameran yang lebih luas serta fasilitas yang lebih modern bagi peserta dan pengunjung.

“Penambahan luas area pameran ini memungkinkan kami untuk meningkatkan jumlah peserta sekaligus menghadirkan lebih banyak produk furnitur unggulan,” ujarnya.

Dengan area pameran mencapai sekitar 85 ribu meter persegi, IFEX 2026 memberikan peluang lebih besar bagi pelaku industri kreatif Indonesia untuk menampilkan produk inovatif dengan kualitas dan standar global.

Peluang Pasar Besar di Tengah Tantangan Global

booth Matiz yang memamerkan koleksi meja dan kursi kayu
Koleksi furnitur kayu solid dari eksibitor Matiz menjadi salah satu daya tarik pengunjung internasional di IFEX. (Foto: Dok. Dyandra P)

Di tengah peluang pasar yang besar, industri furnitur tetap menghadapi sejumlah tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi dan kondisi geopolitik di beberapa kawasan dunia.

Namun penyelenggara memastikan bahwa situasi di Indonesia tetap aman dan stabil sehingga penyelenggaraan IFEX 2026 dapat berjalan sesuai rencana.

“IFEX bukan hanya sekadar pameran tetapi sebuah platform perdagangan global tepercaya yang menghubungkan buyers dengan produk unggulan yang mereka butuhkan,” kata Abdul Sobur.

Baca Juga: BSPS Kalbar Melonjak, Kuota Rumah Subsidi Capai 22.000 Unit

Melalui ajang ini, Indonesia diharapkan dapat semakin memperkuat posisinya sebagai produsen furnitur premium yang kompetitif di pasar internasional, sekaligus mendorong pertumbuhan industri furnitur nasional secara berkelanjutan.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page