PropertiTerkini.com, (CIKARANG) — Produk komersial terbaru yang diluncurkan di kawasan Movieland, Cikarang, yakni Malibu Walk Jababeka, langsung menjadi sorotan pasar karena menawarkan ruko mulai Rp1,7 miliar dengan dukungan ekosistem kawasan yang sudah matang.
Isu utamanya jelas, meningkatnya minat investor dan pelaku usaha terhadap kawasan established dengan ekosistem matang dan captive market besar.
Baca Juga: Jababeka Bizpark: Sinergi Strategis dengan BCA, Ratusan Unit Terjual dan Siap Serah Terima 2026
Kawasan hidup seperti Movieland dinilai lebih stabil karena memiliki infrastruktur terintegrasi, aksesibilitas tinggi, serta fasilitas lengkap mulai dari hunian, pendidikan, hingga lifestyle.
Model kawasan seperti ini membuat aktivitas ekonomi berjalan sepanjang hari, bukan musiman.
Movieland sendiri berkembang sebagai pusat aktivitas utama di Kota Jababeka, dengan kehadiran President University, hunian premium, serta konsep mini TOD.
Artinya, pelaku usaha tidak memulai dari nol—pasarnya sudah ada.
“Kawasan yang sudah hidup dan berkembang seperti Movieland Jababeka memberikan peluang luar biasa bagi pelaku usaha, investor dan masyarakat. Bagi bisnis, kawasan ini menghadirkan pasar yang siap, arus pengunjung yang tinggi, serta sinergi yang terbentuk secara alami,” ujar Ivonne Anggraini, Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang.
Harga Malibu Walk Jababeka Rp1,7 Miliar, Apa Saja Potensinya?
Malibu Walk hadir dengan tagline “Where Business Meets Lifestyle”.
Baca Juga: 6 Tahun Beroperasi, Living Plaza Jababeka Hadirkan Tenant Baru dan Wajah Modern
Produk ini bukan sekadar ruko konvensional, melainkan dirancang sebagai ekosistem bisnis yang menyatu dengan gaya hidup urban.
Tersedia dua tipe unit, yakni luas bangunan/luas tanah 73/50 m² dan 82/56,3 m², dengan harga mulai dari Rp1,7 miliar.

Desain Parisian Style, pedestrian luas, dan visibilitas boulevard utama menjadi selling point utama.
Dari sisi demand, kawasan ini dikelilingi institusi pendidikan, ribuan unit hunian ekspatriat, pusat kesehatan, dan hotel berbintang.
Captive market mahasiswa dan profesional menjadi mesin traffic harian yang relatif stabil.
Namun, calon investor tetap perlu mencermati risiko klasik properti komersial, seperti okupansi tenant, daya beli pasar, serta timeline realisasi infrastruktur seperti MRT Fase III dan LRT yang masih dalam tahap perencanaan.
Baca Juga: 5 Dokumen Penting Sebelum Tanda Tangan KPR, Hindari Sengketa Mahal
Tanpa manajemen tenant yang tepat, lokasi premium pun bisa kurang optimal. Properti komersial bukan sekadar beli lalu diam—perlu strategi positioning usaha yang terukur.
Sebagai insentif, pembeli mendapat hadiah 1 pax trip hunting Aurora ke Norwegia. Bonus menarik, namun tetap pastikan kalkulasi ROI menjadi pertimbangan utama sebelum mengambil keputusan investasi.

Ivonne menegaskan bahwa dengan dukungan captive market ribuan mahasiswa dan profesional, visibilitas boulevard utama, serta pengembangan infrastruktur terintegrasi, Malibu Walk Jababeka memiliki fundamental kawasan yang kuat dan prospek pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Kata dia, Jababeka juga berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem bisnis di Movieland guna mengoptimalkan potensi keuntungan bagi para investor.
Baca Juga: Jababeka Bizpark Phase 2 Mulai Dibangun, Serah Terima Akhir 2026
“Peluncuran Malibu Walk merupakan bukti nyata komitmen Kota Jababeka dalam menciptakan ekosistem bisnis yang adaptif dan terintegrasi, memberikan potensi pertumbuhan usaha yang berkelanjutan serta peluang keuntungan yang optimal,” tutup Ivonne.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com




