PropertiTerkini.com, (SUMUT) — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memulai pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara yang dilakukan bersama Yayasan Buddha Tzu Chi.
Hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan 118 hunian tetap di Tapanuli Tengah bersama pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma (Aguan) di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Minggu,(21/12/2025).
Baca Juga: Menteri PKP Pastikan Pembangunan Hunian Tetap Pascabencana Banjir Sumatera
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Menteri PKP untuk korban bencana banjir di Kota Sibolga bersama Ketua DPRD Kota Sibolga Ansar Afandi Paranginangi, Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik, dan pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Aguan.
Menurut Maruarar groundbreaking dimulainya pembangunan 103 hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana melalui kegiatan peletakan batu pertama.
Wali Kota dan DPRD sepakat menghibahkan tanah untuk pembangunan hunian tetap bagi rakyat korban bencana.
“Terima kasih hadir dari BPKP untuk memastikan tata kelolanya semua berjalan baik. Terima kasih juga untuk PLN tolong dibantu listrik wargany, tanggal 21 maret mudah-mudahan sudah lancar semua listriknya biar bisa dihuni,” ujar Maruarar.
Baca Juga: Sukses Kembangkan 9 Klaster, Familia Urban Luncurkan Klaster ke-10 Rumah Sehat Mulai Rp600 Jutaan
Sebelumnya Maruarar menyatakan, sebanyak 2.603 unit hunian tetap siap dibangun pada tahap awal dan mulai dilaksanakan bulan ini meski masih dalam fase tanggap darurat.
Tiga Kriteria Huntap
Pembangunan tersebut seluruhnya menggunakan dana CSR tanpa APBN, terdiri dari 2.500 unit dari Yayasan Buddha Tzu Chi dan 103 unit dari dana pribadi Menteri PKP, dengan tahap awal dimulai di Sumatera Utara dan target groundbreaking pada minggu ini.

Terkait relokasi, Menteri PKP menekankan tiga kriteria utama, yakni kepastian hukum, keamanan dari risiko bencana, serta keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat.
Huntap bukan sekadar membangun rumah, tetapi memastikan ekosistem kehidupan warga tetap berjalan dengan baik.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com




