PropertiTerkini.com, (TANGERANG) — Bagi Anda yang setiap hari bertaruh waktu di kemacetan jalur arteri Tangerang, kabar mengenai update progres Tol Serpong-Balaraja Seksi 2 adalah sinyal investasi yang nyata.
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melalui PT Trans Bumi Serbaraja, dipastikan akan memulai konstruksi fisik tahap lanjutan ini pada semester kedua tahun 2026. Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, menjelaskan bahwa proyek ini terus dikebut agar target konektivitas penuh hingga Balaraja pada 2030 tetap terjaga.
Baca Juga: Panduan Lengkap Investasi Properti di Koridor Barat Jakarta 2026: Cuan atau Jebakan?
“Kemungkinan besar semester dua (dimulai),” ujar Hermawan di pada Februari lalu.
Sebagai informasi, Tol Serbaraja telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia ketujuh Joko Widodo pada 20 September 2022 lalu. Pembangunan Tol Serbaraja Seksi 1A memiliki panjang 3,97 kilometer dan Seksi 1B memiliki panjang 5,37 kilometer, dan keduanya telah beroperasi.
Penting bagi calon pembeli untuk memahami bahwa proyek tol sepanjang kurang lebih 40 km ini tidak dibangun sekaligus, melainkan dibagi menjadi beberapa seksi teknis yang juga sering disebut sebagai fase pengerjaan:
Seksi 1 (Fase 1): Serpong – Legok (Sudah beroperasi penuh dan terbukti memangkas waktu tempuh dari BSD).
Seksi 2 (Fase 2): Legok – Pasir Barat/Tigaraksa Selatan (Rencana konstruksi mulai semester II 2026 sepanjang 11,54 km).
Seksi 3 (Fase 3): Pasir Barat – Balaraja (Tahap akhir yang akan menghubungkan JORR 3 ke Tol Jakarta-Merak).
Baca Juga: Tol Serbaraja Tetapkan Tarif Baru Seksi 1B dan Penyesuaian Tarif Seksi 1A
Fokus pasar saat ini terkunci pada Seksi 2 yang membentang sepanjang 11,54 kilometer. Dengan nilai investasi konstruksi mencapai Rp2,03 triliun, proyek strategis nasional ini akan mengubah lahan-lahan di sekitar Legok dan Pasir Barat menjadi koridor ekonomi kelas wahid.
Isu utamanya jelas: siapa yang berhasil mengamankan aset di sepanjang jalur ini sebelum alat berat mulai bekerja di akhir 2026, merekalah yang akan memanen nilai tambah paling besar. [Untuk analisis lebih mendalam mengenai potensi profit di kawasan ini, baca: Panduan Lengkap Investasi Properti di Koridor Barat Jakarta 2026].
Namun, perlu dicatat bahwa efektivitas tol dalam mendongkrak harga bukanlah isapan jempol semata. Sebagai contoh nyata, adanya rencana akses tol di kawasan Curug, Tangerang—tepatnya Tol Jakarta-Merak KM 25 yang bakal masuk ke dalam kawasan Paramount Petals—properti dalam kawasan kota mandiri seluas 400 hektar tersebut telah melonjak hingga 50 persen.
Unit rumah yang dulu dipasarkan mulai Rp600 jutaan kini sudah menembus Rp2,4 miliar, dan pasar tetap menyerap dengan baik. Fenomena ini membuktikan bahwa “aset nempel tol” memiliki daya ungkit nilai yang sangat luar biasa. [Baca artikel lengkap: Harga Properti Melonjak 50%, Pelaku Usaha Buktikan Keuntungan Investasi di Paramount Petals].
Simulasi “Terbangnya” Harga Dampak Tol Serpong-Balaraja Seksi 2: Dari Legok hingga Pasir Barat
Lalu, seberapa tinggi harga rumah akan “terbang”? Mengacu pada teori infrastruktur yang pernah ditekankan oleh Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch, kehadiran akses tol baru biasanya memicu kenaikan harga aset secara eksponensial saat fisik jalan mulai terlihat.
Baca Juga: Akses Tol di Depan Mata, Paramount Petals Siap Terkoneksi Lebih Cepat ke Jakarta
Mari kita bedah angka nyatanya di lapangan. Wilayah Pasir Barat dan Tigaraksa saat ini masih menjadi “benteng terakhir” hunian dengan harga sangat terjangkau.
Di beberapa titik Tigaraksa, bahkan masih bisa menemukan perumahan dengan fasilitas kawasan yang memasarkan unit di harga Rp200 jutaan. Namun, jendela peluang ini akan segera tertutup saat konstruksi tol dimulai.
Kawasan lainnya, jika harga rata-rata rumah tapak di wilayah sekitar rencana exit tol Legok saat ini berkisar di angka Rp10 juta hingga Rp12 juta per m² (dalam area perumahan dengan beberapa fasilitas), maka dengan progres fisik Seksi 2 yang dimulai di semester II-2026, harga diprediksi akan melonjak ke angka Rp14 juta hingga Rp16 juta per m².
Sebagai gambaran perbandingan unit:
Harga Saat Ini (Awal 2026): Rumah di kawasan Tigaraksa (dekat rencana pintu tol Pasir Barat) masih bisa ditemukan di kisaran Rp200 juta hingga Rp400 juta tergantung tipe dan fasilitasnya.
Proyeksi Harga Akhir 2026 (Mid-Construction): Begitu tiang-tiang pancang berdiri di Seksi 2 ini, unit yang tadinya Rp200 jutaan diproyeksikan akan “terbang” ke angka Rp350 juta hingga Rp500 juta.
Harga Saat Ini (Pre-Construction 2026 Awal): Rumah tipe 36/60 di kawasan sekitar Pasir Barat yang dijual di kisaran Rp550 juta – Rp650 juta.
Proyeksi Harga Akhir 2026 (Mid-Construction): Begitu tiang-tiang pancang berdiri di Fase 2 ini, unit yang sama diproyeksikan akan “terbang” ke angka Rp750 juta hingga Rp900 juta.

Kenaikan ini didorong oleh perubahan status wilayah dari “pinggiran” menjadi “kawasan komuter premium”. Jarak Pasir Barat yang dulunya terasa jauh, tiba-tiba hanya akan berjarak 15-20 menit dari mall, rumah sakit internasional, dan pusat perkantoran di BSD City melalui tol.
Sebagai penutup, memantau Update Progres Tol Serpong-Balaraja Seksi 2 adalah kunci bagi Anda yang ingin mendapatkan keuntungan investasi maksimal.
Baca Juga: Petugas Ukur Tanah BPN Datang? Cek 3 Hal Ini dan Siapkan Biayanya Segini!
Periode semester kedua 2026 adalah momentum terakhir untuk membeli aset sebelum harga menembus plafon baru. Sebelum Pasir Barat berubah menjadi kawasan padat dengan harga yang tak lagi terjangkau, pastikan Anda sudah memiliki posisi di sana.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com





