PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Rumah bebas banjir kini menjadi kriteria paling mewah sekaligus menantang bagi para pencari hunian di wilayah penyangga ibu kota.
Fenomena alam yang sulit diprediksi belakangan ini membuktikan bahwa janji manis pemasaran seringkali berbanding terbalik dengan realita di lapangan.
Baca Juga: Samera Djohor Hadirkan Damara 2, Hunian Bebas Banjir di Medan dengan Nilai Investasi Tinggi
Kasus di beberapa perumahan, seperti di kawasan Bekasi dan Tangerang menjadi alarm keras; meski saat penjualan awal dijanjikan aman, nyatanya air tetap merendam hunian warga saat intensitas hujan tinggi.
Bencana memang sulit dipastikan kapan datangnya. Bahkan, kawasan yang berada di dataran tinggi sekalipun tidak sepenuhnya imun terhadap ancaman, baik itu banjir bandang akibat drainase buruk maupun risiko tanah longsor.
Namun, langkah preventif tetap menjadi kewajiban bagi calon pembeli. Membeli properti bukan sekadar melihat desain fasad yang estetik, melainkan memastikan ketahanan kawasan tersebut terhadap perubahan iklim dan tata kelola air yang mumpuni.
Pentingnya Riset Mendalam Mengenai Elevasi dan Lingkungan
Faktor utama yang menentukan sebuah rumah bebas banjir adalah ketinggian atau elevasi tanah terhadap permukaan laut dan sungai terdekat.
Banyak pengembang yang melakukan pengurukan (land clearing) besar-besaran untuk menyamakan level tanah, namun seringkali mengabaikan sistem pembuangan air akhir.
Baca Juga: Menteri PKP Pastikan Pembangunan Hunian Tetap Pascabencana Banjir Sumatera
Jika perumahan tersebut berada di cekungan, maka risiko “parkir air” akan sangat tinggi meski rumah sudah ditinggikan.
Pengamat Properti dari Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, dalam berbagai kesempatan sering mengingatkan konsumen untuk tidak mudah percaya pada brosur.
“Jangan hanya melihat lokasi saat musim kemarau. Konsumen harus jeli melihat infrastruktur makro di sekitar perumahan, bukan hanya mikro di dalam klaster saja,” ungkapnya.
Riset independen menjadi kunci utama untuk memvalidasi klaim pengembang yang seringkali bersifat subjektif.
Histori Kawasan: Belajar dari Pengalaman Warga Sekitar
Salah satu strategi paling efektif dalam mencari rumah bebas banjir adalah dengan melakukan “investigasi” langsung kepada penduduk yang sudah lama tinggal di sekitar lokasi proyek.
Jangan hanya mengandalkan informasi dari staf pemasaran yang memiliki target penjualan.
Baca Juga: Mosslife Coffee Perkuat Daya Tarik Ruko District East Karawang sebagai Destinasi Lifestyle Baru
Tanyakan kepada warga asli mengenai titik tertinggi air saat hujan ekstrem melanda wilayah tersebut dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun terakhir.
Selain bertanya pada warga, Anda juga perlu memperhatikan jejak fisik di lingkungan sekitar.
Perhatikan apakah ada bekas noda air pada tiang listrik, tembok pembatas, atau jembatan di akses menuju perumahan.
Jika terdapat lumut atau garis cokelat yang tinggi, itu adalah indikator kuat bahwa kawasan tersebut pernah terendam.
Ingat, membenahi desain interior rumah itu mudah, namun membenahi masalah banjir kawasan adalah hal yang hampir mustahil dilakukan secara individu.
Sistem Drainase dan Amdal: Fondasi Utama Keamanan Hunian
Memastikan ketersediaan sistem drainase yang terintegrasi merupakan langkah wajib sebelum memutuskan membeli.
Baca Juga: Sinar Mas Land Dukung Program Entrepreneur Indonesia–Tiongkok, Targetkan Akses Global Mulai 2026
Periksa apakah saluran air di perumahan tersebut menggunakan sistem terbuka atau tertutup, dan ke mana arah alirannya bermuara.
Drainase yang baik harus mampu mengalirkan air dengan cepat ke sungai besar atau kolam retensi (polder) tanpa ada hambatan sampah atau penyempitan pipa di hilir.
Kualitas Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dari pihak developer juga harus dipertanyakan.
Banyak perumahan di Bekasi yang kini terendam karena pengembang hanya memikirkan pembuangan air di lingkungannya sendiri tanpa memikirkan dampaknya terhadap desa sekitar, atau sebaliknya.
Pastikan pengembang memiliki izin prinsip yang jelas dan komitmen jangka panjang dalam pengelolaan infrastruktur pencegah banjir, termasuk perawatan pompa jika memang diperlukan.

7 Tips Praktis Mencari Rumah Bebas Banjir
Cek Peta Topografi: Gunakan aplikasi atau situs penyedia peta ketinggian untuk melihat apakah lokasi berada di cekungan.
Pantau Saat Musim Hujan: Sempatkan waktu mengunjungi lokasi saat hujan deras untuk melihat kecepatan air surut di saluran pembuangan.
Perhatikan Vegetasi Sekitar: Keberadaan pohon-pohon besar dan area resapan air di sekitar proyek menandakan tanah masih memiliki daya serap yang baik.
Cek Akses Jalan Utama: Pastikan jalan menuju perumahan tidak terputus saat banjir, karena rumah yang kering tetap akan menyulitkan jika akses mobilitas lumpuh.
Validasi Rekam Jejak Developer: Pilihlah pengembang yang memiliki reputasi baik dalam membangun hunian di lahan yang secara historis aman.
Tanyakan Skema Pengelolaan Air: Apakah perumahan menggunakan pompa otomatis atau hanya mengandalkan gravitasi?
Waspadai Nama “Indah” atau “Lembah”: Seringkali nama perumahan menggunakan istilah yang merujuk pada air atau lembah, yang secara geografis memang merupakan area rendah.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com







