Monday, September 20, 2021

Tanam Modal Rp324 Miliar, SCG Pacu Supermarket Bahan Bangunan Mitra10

Dana hasil dari PMTHMETD ini akan digunakan terutama untuk mempercepat pertumbuhan Mitra10 sebagai supermarket bahan bangunan yang merupakan brand terkenal dari Toko Ritel Modern Bahan Bangunan dan Home Improvement di Indonesia.

Propertiterkini.com – SCG, salah satu pemimpin konglomerat bisnis di ASEAN, melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Catur Sentosa Adiprana Tbk. (Kode Saham: CSAP), sekaligus untuk menjadi pemegang saham strategis di CSAP.

SCG masuk ke CSAP melalui SCG Retail Holding Company Limited, yang merupakan anak perusahaan SCG (wholly owned) dalam Bisnis Cement-Building Materials, melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan jumlah Rp324 miliar (pada harga Rp800 per saham).

Baca Juga:

Dana hasil dari PMTHMETD ini akan digunakan terutama untuk mempercepat pertumbuhan Mitra10 sebagai supermarket bahan bangunan yang merupakan brand terkenal dari Toko Ritel Modern Bahan Bangunan dan Home Improvement di Indonesia.

“SCG melihat potensi dan peluang pasar Indonesia dalam sektor perdagangan modern dan bisnis ritel yang menawarkan produk renovasi rumah untuk melayani permintaan pelanggan yang terus meningkat,” ujar Roongrote Rangsiyopash, Presiden dan CEO SCG dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin (16/7/2018).

Lebih lanjut menurut Roongrote, CSAP adalah perusahaan distribusi terbesar dan terdepan dalam bahan bangunan. “SCG bangga dapat menjadi mitra dan membangun pertumbuhan di Indonesia secara berkelanjutan,” sambungnya.

SCG telah berkecimpung dalam bisnis ini selama lebih dari 100 tahun, tidak hanya di Thailand, tetapi juga ASEAN termasuk Indonesia. Kerja sama SCG dan CSAP ini akan memungkinkan kedua belah pihak untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman. Melalui kolaborasi ini, CSAP dan SCG dapat menawarkan lebih banyak nilai tambah yang benar-benar memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Kami sangat senang menyambut SCG sebagai Strategic Investor. Investasi ini mencerminkan keyakinan dan prospek fundamental yang kuat terhadap pertumbuhan CSAP di Indonesia,” ucap Budyanto Totong CEO CSAP.

“Kami akan bekerja sama, bersinergi dan mengintegrasikan visi dan misi perusahaan untuk meningkatkan kinerja dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang,” lanjutnya.

Kemitraan ini memungkinkan manajemen CSAP untuk melakukan pengembangan bisnis ritel modernnya dan fokus pada ekspansi yang lebih agresif. Perusahaan menargetkan pada 2021, CSAP akan memiliki 50 toko supermarket bahan bangunan Mitra10 agar dapat melayani kebutuhan akan bahan bangunan untuk renovasi rumah yang terus meningkat, serta fokus pada penjualan dan pertumbuhan laba bersih.

Di segmen distribusi, CSAP akan memperkuat kinerja distribusi bahan bangunan dengan menambahkan prinsip bisnis baru, produk inovatif, Supply Chain Management dan Inventory Management dengan menerapkan Warehouse Management System (WMS) yang baik untuk terus menciptakan kinerja yang lebih efisien.

“Bahkan, CSAP juga akan meningkatkan kontribusi private brand produk keramik dan produk lainnya pada modern distribution and retail serta kinerja pengiriman untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,” pungkas Budyanto.

 

***
Sebagai informasi, CSAP dimulai dari toko cat “Sentosa” yang hanya seluas 40m2 di Jakarta pada tahun 1966. Di usia 51 tahun, CSAP telah menjadi perusahaan distribusi dan ritel terbesar dan independen dalam bahan bangunan di Indonesia.

Selain bahan bangunan CSAP juga mendistribusikan bahan kimia dan barang konsumen (FMCG). CSAP saat ini memiliki 42 cabang distribusi bahan bangunan di 40 kota besar, 4 cabang distribusi bahan kimia, 38 area distribusi FMCG, 27 outlet ritel modern “Mitra10” Bahan Bangunan & Home Improvement dan 11 showroom “Atria” Home Furnishing.

Sementara SCG, salah satu konglomerat terkemuka di kawasan ASEAN, terdiri dari tiga bisnis inti, yakni SCG Cement Building Material, SCG Chemical, dan SCG Packaging.

Saat ini SCG mengoperasikan 27 anak perusahaan di seluruh Indonesia untuk menawarkan berbagai produk premium dan layanan ke pasar Indonesia. Produk dan layanan tersebut seperti produk struktural dengan merek ‘SCG’, termasuk semen SCG, SCG Smartblock – balok beton ringan, pipa SCG dan pracetak, Jayamix oleh SCG – readymix beton; di bawah merek ‘KIA’ termasuk dinding keramik, lantai, dan genteng.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU