Monday, September 27, 2021

Strategi Paramount Land Luput Dari Kembang Kempis Terdampak Covid-19

PropertiTerkini.com, (GADING SERPONG) – Permintaan area komersial di pusat-pusat pertumbuhan khususnya di kota baru (township) masih cukup besar. Salah satunya di Gading Serpong, Tangerang, Banten, Paramount Land (1.200 ha) yang melansir pusat komersial mendapat respon sangat bagus.  Ruko Arcadia Grande sebanyak 133 unit yang diluncurkan Februari lalu sudah terjual 100 persen.

“Permintaan ruang komersial ini respon terhadap perkembangan kawasan Gading Serpong yang semakin pesat. Tingkat hunian di kawasan ini juga terus meningkat sehingga mendorong kebutuhan lainnya, termasuk pusat komersial,” ujar Ervan Adi Nugroho, Presiden Direktur Paramount Land kepada pers di Tangerang, Jumat (21/8).

Baca Juga: Penjualan Online Sukses, 101 Ruko Summarecon Serpong Sold Out dalam Satu Hari

Pisa Grande dibangun 2 – 3 lantai, bangunannya 81 – 99 m2 (2 lantai) dijual seharga mulai Rp1,18 – 1,56 miliar (sudah termasuk PPN). Sementara bangunan 3 lantai luas bangunan 162 m2 dibanderol mulai Rp2,6 miliar. Tahap pertama dilego 75 unit dengan target serah terima unit dalam waktu 20 bulan.

Potensi area komersial ini menjanjikan karena berada di kawasan IL Lago yang sudah berkembang dan dikelilingi 10 klaster, seperti Omaha Village, Montana Village, Amalfi Village, Menaggio Village, Menteng Village, dan lain sebagainya. Akses ke Gading Serpong juga kian mudah dengan adanya dua jalan tol. Tol tersebut yakni tol Jakarta-Merak  dan tol JORR W2 (jalan tembus penghubung Gading Serpong dan Tol JORR II melalui BSD City).

Dari Gading Serpong, Tol Jakarta – Tangerang bisa dicapai melalui dua pintu tol yakni GT Tangerang yang berada dekat McDonald’s Gading Serpong. Atau bisa juga dari GT Karawaci Barat yang lokasinya berada di depan Universitas Pelita Harapan (UPH). Kelebihan inilah yang membuat kawasan Gading Serpong menjadi kawasan yang semakin pesat, baik sebagai kawasan bisnis maupun hunian.

“Beberapa tahun terakhir Paramount Land menawarkan produk yang semakin lengkap dan variatif baik untuk tempat tinggal maupun investasi. Hal ini sesuai dengan rencana jangka panjang kami untuk menjadikan kawasan ini kota mandiri terpadu dengan basis perekonomian kuat,” ungkap Ervan.

Baca Juga: Lagi, Ruko di BSD City Terjual Habis Sebelum Launching

Ervan mengklaim Pisa Grande menyimpan potensi menjanjikan karena dikembangkan di kawasan yang masih akan berkembang. Nantinya Pisa Grande akan diramaikan oleh anchor tenant dan FoodTerra, di antaranya Seafood Market@FoodTerra, Bebek Kaleyo, dan Alfamidi. Kawasan juga akan dilengkapi fasilitas parkir mobil dan motor ekstra luas.

Ukuran Ruko Pisa Grande
Restoran Bebek Kaleyo, Alfamidi, Hungry Hat dan Seafood Market @TerraFood sudah bergabung.

Strategi Bertahan

Meski perekonomian global didera pandemic Covid-19, Ervan optimistis tahun 2020 perusahaan akan membukukan kinerja lebih baik dibanding 2019. Perusahaan memasang target penjualan sebesar Rp 2,2 triliun di 2020. Meski patokan target ini serupa dengan tahun lalu, namun realisasinya diharapkan mencapai 100 persen atau naik 25 persen. Sementara kinerja tahun lalu hanya mencapai Rp 1,8 triliun atau setara 85 persen.

“Dari Januari sampai saat ini, sudah 60 persen tercapai dari target Rp2,2 triliun,” jelas Ervan.

Menurutnya, seharusnya tahun 2020 ini akan lebih baik dibanding tahun 2019. Per Januari 2020, Paramount Land mampu mencatat penjualan Rp 110 miliar. Angka ini jauh lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun lalu yang hanya senilai Rp 28 miliar.

Baca Juga: Bisnis Ruko Masih Menjamur, Pengembang: Pemborosan Nasional!

Melansir produk yang bisa diterima pasar menjadi salah satu strategi perusahaan untuk bertahan. Tahun ini Paramount berencana melepas tujuh hingga delapan produk anyar dengan residensial mendominasi lebih dari separuhnya.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU