Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal
Sunday, February 1, 2026
Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal

BERITA TERKAIT

ICBT 2025: Pameran Teknologi Pemeliharaan Fasilitas, Smart Building, dan Sustainability

Stasiun Jatake BSD City Resmi Beroperasi, Dorong Kawasan Terintegrasi Berbasis Transportasi Massal

Peresmian Stasiun Jatake di BSD City menjadi contoh konkret kolaborasi pemerintah dan swasta dalam membangun infrastruktur transportasi massal.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Stasiun Jatake BSD City resmi beroperasi sebagai bagian dari strategi penguatan kawasan terintegrasi berbasis transportasi massal di Tangerang Raya.

Dikembangkan melalui kolaborasi Sinar Mas Land, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI), kehadiran stasiun ini tidak hanya menambah titik layanan Commuter Line, tetapi juga mempertegas arah pengembangan properti menuju konsep Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan hunian, pusat bisnis, dan mobilitas publik dalam satu ekosistem kawasan.

Baca Juga: Royal Key Sinar Mas Land Bidik Penjualan Rp3,6 Triliun dari 1.400 Unit Properti

Pengembangan Stasiun Jatake di BSD City juga menjadi salah satu penanda penting arah baru pembangunan properti dan kawasan perkotaan di wilayah penyangga Jakarta.

Stasiun Jatake berlokasi di kawasan BSD City, Kabupaten Tangerang, dan diresmikan pada 28 Januari 2026.

Stasiun Jatake BSD City dan Isu Konektivitas Kawasan Penyangga Jakarta

Isu utama yang dijawab melalui pembangunan Stasiun Jatake adalah kebutuhan konektivitas transportasi massal di kawasan dengan pertumbuhan hunian dan aktivitas ekonomi yang tinggi.

Wilayah Serpong dan BSD City selama satu dekade terakhir berkembang pesat sebagai kawasan hunian, bisnis, pendidikan, dan teknologi, namun tekanan terhadap mobilitas harian terus meningkat.

Baca Juga: Tumbuh 711%, Produk Komersial Maggiore @ Paramount Gading Serpong Jadi Rebutan Pasar

Dengan luas bangunan stasiun lebih dari 3.000 meter persegi dan kapasitas layanan hingga 20.000 penumpang per hari, Stasiun Jatake dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Kehadiran stasiun ini juga menambah alternatif akses bagi pengguna Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung yang selama 2025 mencatat jumlah penumpang mencapai 77,55 juta orang.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, menyampaikan bahwa peresmian Stasiun Jatake mencerminkan arah kebijakan transportasi nasional yang semakin kolaboratif dan berorientasi keberlanjutan.

“Peresmian Stasiun Jatake hari ini mencerminkan arah kebijakan pembangunan transportasi nasional yang semakin kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, transportasi publik harus terjangkau, teratur, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehari-hari.

Skema TOD dan Creative Financing dalam Pembangunan Stasiun

Berbeda dengan stasiun konvensional, Stasiun Jatake BSD City dikembangkan melalui pendekatan TOD dengan skema creative financing antara PT KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk.

Pendekatan ini memungkinkan pembangunan infrastruktur transportasi berjalan seiring dengan pengembangan kawasan di sekitarnya.

Baca Juga: Paradise Indonesia Mantap Jaga Pertumbuhan Double Digit, Fokus Profitabilitas 2026

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait penguatan ekosistem transportasi massal.

”Pembangunan dan pengoperasian Stasiun Jatake merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mendukung kebijakan Kementerian Perhubungan terkait penguatan ekosistem transportasi massal berbasis kolaborasi dan integrasi kawasan,” katanya.

Integrasi stasiun dengan kawasan sekitarnya dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan operasional transportasi publik sekaligus mendorong pertumbuhan wilayah.

Dalam konteks properti, skema TOD membuat stasiun bukan sekadar titik naik-turun penumpang, melainkan anchor kawasan yang meningkatkan nilai lahan, efisiensi mobilitas, dan daya tarik investasi jangka panjang.

Dampak ke Kawasan Hunian dan Nilai Properti Sekitar

Keberadaan Stasiun Jatake secara langsung berdampak pada kawasan hunian di sekitarnya, termasuk kawasan residensial Hiera BSD City.

Akses yang dekat ke stasiun membuat hunian di sekitar kawasan ini lebih relevan dengan gaya hidup urban modern yang mengandalkan transportasi massal.

Baca Juga: Hiera Sport & Lifestyle Center Topping Off, Pusat Olahraga Modern di BSD City Siap Beroperasi 2026

Hiera sendiri dikembangkan sebagai kawasan mixed-use yang mencakup klaster perumahan, apartemen, dan pusat komersial, serta dirancang mengikuti prinsip TOD.

Kawasan ini merupakan hasil kolaborasi antara Sinar Mas Land dan Mitbana, joint venture Mitsubishi Corporation dan Surbana Jurong.

Dalam tren properti saat ini, hunian dengan akses langsung atau dekat transportasi massal cenderung memiliki daya tahan nilai yang lebih baik, terutama di tengah isu kemacetan, biaya energi, dan perubahan pola mobilitas masyarakat urban.

Siapa yang Diuntungkan dan Mengapa Ini Penting Sekarang

Kelompok yang paling diuntungkan dari beroperasinya Stasiun Jatake adalah komuter harian, penghuni kawasan BSD City dan Kabupaten Tangerang, serta pelaku usaha di sekitar stasiun.

Akses yang lebih mudah ke pusat aktivitas Jabodetabek membuka peluang efisiensi waktu dan biaya transportasi.

Baca Juga: Maggiore Gading Serpong, Destinasi Komersial Regional yang Tumbuh Fenomenal di Suburban Jakarta

Bagi pengembang, proyek ini menegaskan peran baru developer bukan hanya sebagai pembangun hunian, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem kawasan.

CEO Strategic Land Bank Sinar Mas Land, Christopher Siswanto, menyatakan bahwa konektivitas merupakan fondasi utama dalam membangun kota berkelanjutan.

“Bagi kami, konektivitas adalah fondasi utama dalam membangun kota yang berkelanjutan. Kehadiran Stasiun Jatake menjadi bagian strategis dalam ekosistem transportasi terpadu yang mendukung BSD City sebagai kawasan hunian, bisnis, dan inovasi, sekaligus masyarakat di Kabupaten Tangerang secara umum untuk terhubung dengan pusat-pusat aktivitas di Jabodetabek,” terangnya.

Momentum pengoperasian stasiun ini dinilai tepat, mengingat tekanan mobilitas di wilayah penyangga Jakarta terus meningkat dan kebutuhan transportasi massal semakin mendesak.

Baca Juga: Sinar Mas Land Dukung Program Entrepreneur Indonesia–Tiongkok, Targetkan Akses Global Mulai 2026

Peresmian Stasiun Jatake BSD City
Peresmian Stasiun Jatake BSD City oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi bersama jajaran PT KAI, Pemerintah Daerah, dan Sinar Mas Land di BSD City, Kabupaten Tangerang, 28 Januari 2026.
(Foto: Dok. Sinar Mas Land)

Catatan Risiko dan Tantangan ke Depan

Meski menawarkan banyak manfaat, pengembangan kawasan berbasis TOD juga memiliki tantangan.

Integrasi antarmoda, pengelolaan kepadatan kawasan, serta konsistensi kebijakan tata ruang menjadi faktor krusial agar manfaat TOD benar-benar optimal.

Selain itu, peningkatan nilai kawasan berpotensi mendorong kenaikan harga lahan dan hunian, yang perlu diimbangi dengan kebijakan inklusif agar tidak mengurangi akses masyarakat berpenghasilan menengah.

Baca Juga: Perumahan Kebanjiran Meski Dijanjikan Aman: Gubernur Jabar Tegaskan Moratorium, Pengembang Buka Suara

Keberhasilan Stasiun Jatake ke depan akan sangat bergantung pada konsistensi kolaborasi antara pemerintah, operator transportasi, dan pengembang kawasan.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com
Pameran Teknologi Pendinginan, Ventilasi, Pemanas, dan Efisiensi Energi (Refrigeration & HVAC Indonesia)

BERITA TERBARU

Demo Half Page