PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — KEK ETKI Banten BSD City mulai menunjukkan perannya sebagai magnet baru investasi di sektor teknologi, pendidikan, dan kesehatan di Indonesia.
Kawasan ekonomi khusus (KEK) ini dideklarasikan oleh Pemerintah pada 7 Oktober 2024 dan dikembangkan oleh Sinar Mas Land. Meski baru beroperasi, yakni sekitar satu tahun, namun sudah mencatat realisasi investasi mencapai Rp1,19 triliun sepanjang 2025.
Baca Juga: Potensi Investasi KEK ETKI Banten, Magnet Baru Properti di BSD City
Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten, atau dikenal sebagai D-HUB SEZ memiliki total luas lahan mencapai 60 hektare, yang terbagi menjadi 2 area, area 1 seluas 29 hektar dan area 2 seluas 31 hektar (future development). Ini merupakan satu-satunya KEK di Wilayah Jakarta Raya.
Kawasan ini juga menjadi KEK ke-23 di Indonesia sekaligus satu-satunya di wilayah Jabodetabek yang fokus pada sektor pendidikan, teknologi, industri kreatif, dan kesehatan.
Lokasinya berada di dalam kawasan BSD City yang memiliki ekosistem kota terpadu, mulai dari kawasan hunian, perkantoran, pusat bisnis, hingga institusi pendidikan internasional.
Lindawaty Chandra, Kepala BUPP KEK ETKI Banten, mengatakan bahwa capaian investasi tersebut menunjukkan besarnya minat investor global terhadap kawasan ini.
“KEK ETKI Banten didesain tidak hanya untuk menarik investasi, tetapi juga membangun ekosistem inovasi dan SDM unggul sebagai bagian dari transformasi Indonesia menuju knowledge-based economy,” ujar Lindawaty di BSD City, Tangerang, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga: Target Sinar Mas Land 2026: Strategi Rp10 Triliun di Tengah “Demam” Rumah Tapak
Empat Zona Industri Bangun Ekosistem Inovasi
Keunggulan utama KEK ETKI Banten BSD City terletak pada konsep pengembangan kawasan yang dibagi ke dalam empat zona utama.
Zona tersebut meliputi Zona Pendidikan, Zona Teknologi, Zona Industri Kreatif, dan Zona Kesehatan.
Pembagian ini dirancang untuk menciptakan sinergi antara kegiatan riset, pengembangan teknologi, serta komersialisasi inovasi dalam satu ekosistem.
Dengan konsep ini, investor dapat beroperasi dalam lingkungan yang mendukung spesialisasi bisnis mereka sekaligus mempercepat kolaborasi lintas industri.
Dari sisi pasar, kawasan BSD City juga memiliki basis konsumen yang besar.
Saat ini BSD City dihuni sekitar 500.000 penduduk, sementara dalam radius 10 kilometer terdapat sekitar 2,2 juta penduduk yang diproyeksikan meningkat hingga 4,5 juta jiwa dalam 30 tahun ke depan.
Baca Juga: Industri Kreatif Nasional: Potensi 27 Juta Pekerja di KEK ETKI Banten
Basis populasi tersebut menjadi captive market bagi layanan pendidikan internasional, teknologi, maupun kesehatan yang dikembangkan di dalam kawasan KEK.
Berada dalam ekosistem mega township BSD City, lokasinya hanya sekitar 30 menit dari Bandara Soekarno-Hatta dan didukung akses empat gerbang tol serta lima stasiun KRL, sehingga memudahkan mobilitas tenaga kerja dan investor.
KEK ETKI Banten Target Tambahan Investasi Rp500 Miliar pada 2026
Melihat perkembangan kawasan yang pesat, pengelola KEK menargetkan tambahan investasi sekitar Rp500 miliar sepanjang 2026.
Target ini terutama diarahkan pada pengembangan sektor kesehatan yang dinilai memiliki potensi besar.
“Fokus utama tahun ini akan diarahkan secara agresif pada pengembangan zona kesehatan,” ujar Lindawaty.
Baca Juga: 25+ Universitas Inggris Jajaki BSD City: Transformasi Menuju World-Class Education Township
Ambisi pengembangan zona kesehatan ini bertujuan menjadikan kawasan KEK ETKI sebagai pusat layanan medis berstandar internasional di Indonesia.
Dengan hadirnya fasilitas kesehatan modern dan tenaga medis global, kawasan ini diharapkan mampu mengurangi capital outflow masyarakat Indonesia yang selama ini berobat ke luar negeri.
Beberapa institusi internasional yang telah bergabung di kawasan ini antara lain Monash University, BINUS University, Alpha IVF, Stemcord, hingga berbagai klinik medis internasional.
Saat ini tercatat lebih dari 17 pelaku usaha telah beroperasi atau sedang dalam proses bergabung di kawasan tersebut.
Fasilitas Utama di Kawasan KEK ETKI Banten
Selain ekosistem bisnis yang berkembang pesat, KEK ETKI Banten juga menghadirkan sejumlah fasilitas utama yang dirancang untuk mendukung aktivitas riset, layanan kesehatan, hingga bisnis inovatif.
Baca Juga: IFEX 2026 Digelar di ICE BSD, Industri Furnitur Indonesia Bidik Ekspor USD 6 Miliar
Salah satunya adalah Biomedical Campus, kawasan terpadu yang menggabungkan ruang kantor premium di Knowledge Tower dan fasilitas medis di Science Tower. Fasilitas ini telah beroperasi penuh dan menyediakan ruang sewa mulai dari 150 meter persegi bagi pelaku industri kesehatan, bioteknologi, hingga perusahaan riset.
Pengembangan berikutnya adalah Medical Suites, fasilitas kesehatan berstandar internasional dengan spesifikasi medis tingkat lanjut, termasuk standar Bio Safety Level 2 (BSL-2) yang memungkinkan operasional layanan medis modern dan laboratorium kesehatan. Struktur dua menara proyek ini telah rampung pada kuartal I-2026 dan ditargetkan serah terima pada September 2026.
Sementara itu, di sektor komersial, kawasan ini juga menghadirkan Powell Commercial Units, ruang usaha yang dirancang bagi perusahaan inovatif dan pelaku industri kreatif. Proyek ini saat ini memasuki tahap penyelesaian fasad dengan target handover pada April 2026.
Fasilitas Insentif Pajak dan One Stop Service
Salah satu daya tarik utama investasi di KEK ETKI Banten BSD City adalah berbagai insentif fiskal dan kemudahan regulasi yang diberikan pemerintah.
Investor yang menanamkan modal minimal Rp100 miliar dapat memperoleh tax holiday hingga 10–20 tahun.
Baca Juga: HONOR Perkenalkan Robot Phone di MWC 2026, Era Baru Smartphone Berbasis AI Berwujud
Selain itu tersedia skema tax allowance berupa pengurangan pajak hingga 30% selama enam tahun bagi investasi dengan nilai lebih kecil.
Kawasan ini juga memberikan berbagai fasilitas lain seperti pembebasan PPN, bebas bea masuk untuk mesin dan peralatan teknologi, serta kemudahan proses perizinan.
Menurut Lindawaty, seluruh proses perizinan dapat dilakukan melalui sistem One Stop Services yang dikelola oleh Administrator KEK di dalam kawasan.

“Kami menyediakan One Stop Services melalui kantor Administrator KEK yang berada langsung di lokasi. Semua perizinan, mulai dari pembangunan hingga izin operasional, dapat diselesaikan dalam satu pintu,” jelas Lindawaty.
Keunggulan lain yang ditawarkan adalah kemudahan bagi investor di sektor kesehatan untuk menggunakan obat-obatan dan teknologi medis asing yang telah mendapatkan persetujuan di negara asalnya.
Selain itu, kawasan KEK juga memungkinkan dokter asing dengan pengalaman minimal lima tahun untuk praktik di Indonesia.
Dengan berbagai fasilitas tersebut, pengelola optimistis kawasan ini akan terus berkembang sebagai pusat riset, inovasi, dan layanan kesehatan internasional di masa depan.
Baca Juga: 87% Pekerja Indonesia Kembali ke Kantor, Gedung Premium Jakarta Diprediksi Langka
“Dengan target tambahan investasi Rp500 miliar tahun ini, kami optimistis KEK ETKI Banten akan menjadi pusat riset dan inovasi masa depan,” tutup Lindawaty.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com




