Friday, December 9, 2022

Buka Pameran IPEX 2022, Kementerian PUPR Ajak Pengembang Dukung Program Sejuta Rumah

BTN memberikan suku bunga spesial mulai 2,47 persen untuk satu tahun pertama, bebas biaya dan diskon asuransi jiwa 5 persen.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (JAKARTA)Pameran properti bertajuk, “Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022″ resmi dibuka di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (19/11/2022). Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengajak para pengembang untuk terus mendukung Program Sejuta Rumah (PSR).

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto mengatakan, kebutuhan rumah bagi masyarakat di Indonesia masih cukup tinggi. Hal tersebut membuka peluang usaha bagi para pelaku pembangunan di sektor properti untuk bangkit  meningkatkan pembangunan rumah untuk masyarakat sekaligus mendukung PSR di Indonesia.

Baca Juga: Meriahkan Hari Jadi ke-6, Astra Property Tebar Beragam Promo Properti

“Salah satu tantangan dalam penyediaan perumahan yaitu angka kebutuhan atau backlog yang masih tinggi sehingga masih memerlukan kontribusi dari semua pemangku kepentingan, bukan hanya dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah saja, akan tetapi memerlukan kolaborasi dengan pihak swasta maupun perbankan,” ujar Iwan dalam sambutan pembukaan IPEX 2022.

Menurut Iwan, kegiatan pameran properti seperti Indonesia Properti Expo sangat bermanfaat dan mendorong perekonomian pasca pandemi. Selain itu juga dapat menjadi ajang bagi para pelaku pembangunan perumahan untuk mendekatkan diri pada konsumen sekaligus riset pasar untuk pengembangan usaha.

Lebih lanjut, Iwan menerangkan, sektor perumahan saat ini menuntut upaya lebih keras dan kreatif dalam menghadapi tantangan nilai produksi yang meningkat dan minat pasar yang relatif melemah pada masa pasca pandemi.

Baca Juga: Marketing Sales Tembus 76 Persen, Metland Optimis Capai Target Rp1,8 triliun

Untuk mengurangi angka backlog tersebut, menurut Iwan, pemerintah telah berupaya menyelesaikan masalah perumahan melalui Program Satu Juta Rumah. “Program tersebut merupakan gerakan bersama seluruh stakeholders untuk mewujudkan percepatan penyediaan rumah layak huni bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tandasnya.

Sebagai informasi, PSR dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 29 April 2015 di Jawa Tengah dan dikategorikan sebagai Proyek Strategis Nasional sebagaimana tertera dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Melalui program tersebut, pemerintah mengeluarkan beberapa strategi demi mempercepat tercapainya program tersebut.

Strategi pertama adalah pemerintah menyediakan Program Bantuan Perumahan yang terdiri atas pembangunan rumah susun (rusun) sewa bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pembangunan rumah khusus (rusus) terutama pada kawasan remote dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus.

Baca Juga: Apersi DidorongTingkatkan Pembangunan Rumah MBR

Selain itu, pembangunan Rumah Swadaya melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal dengan istilah bedah rumah. Adapun target pembangunan perumahan pada Tahun Anggaran 2022 meliputi pembangunan rumah susun sebanyak 12.787 unit, rumah khusus sebanyak 2.300 unit, BSPS sebanyak 186.172 unit, serta Bantuan prasarana sarana dan utilitas (PSU) untuk rumah bersubsidi sebanyak 20.530 unit.

Strategi yang kedua, pemerintah memberikan bantuan pembiayaan pembangunan perumahan di Tahun Anggaran 2022 melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan target sebanyak 200.000 unit dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebanyak 22.000 unit.

Ketiga, pemerintah mengeluarkan berbagai regulasi dan kebijakan kemudahan perizinan untuk percepatan pembangunan perumahan. Keempat, pemerintah mendorong pengembangan dan penggunaan teknologi terbaru dalam pembangunan perumahan yang lebih efisien, antara lain melalui industrialisasi prefabrikasi seperti RISHA, RUSPIN, RIKA, BRIKON, teknologi precast maupun teknologi sub-reservoir yang telah diaplikasikan sebagai pilot project percontohan teknologi terapan green building, pengolahan air limbah dan IPAL terpadu.

Baca Juga: Simak Batasan Renovasi Rumah Subsidi yang Boleh Dilakukan

Kelima, Kementerian PUPR saat ini berupaya  untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem hingga maksimal mencapai 0% pada tahun 2024 melalui kerja sama lintas kementerian melalui penyediaan infrastruktur berbasis masyarakat dan perumahan.

Keenam, Pemerintah saat ini sedang berupaya mewujudkan pemindahan ibukota negara secara bertahap ke Nusantara melalui penyiapan sejumlah infrastruktur pendukung yang inklusif, dan berkelanjutan hingga beberapa tahun ke depan.

Ketujuh, pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara masif oleh pemerintah juga ditujukan untuk mengembangkan kawasan-kawasan dan wilayah-wilayah baru untuk kegiatan perekonomian termasuk pengembangan kawasan perumahan.

Baca Juga: Nilai PSU Untuk 1.141 Rumah Subsidi di Sulteng Mencapai Rp6,97 Miliar

“Direktorat Jenderal Perumahan mempunyai program perencanaan perumahan di kawasan IKN yaitu pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK), Rumah Susun ASN dan Hankam, perencanaan Rumah Tapak Jabatan Menteri serta kajian perencanaan kawasan pengembangan perumahan bagi MBR yang dibangun oleh pengembang,” terangnya.

Kata dia, hal tersebut sesuai dengan tiga pilar Visi Perancangan IKN untuk menciptakan Ibu Kota sebagai cermin identitas bangsa, kota berkelanjutan, serta kota cerdas dan modern. Visi Rancang Kota di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yaitu representasi identitas bangsa serta mengedepankan transformasi kehidupan di dalamnya sebagai wujud cerminan bangsa yang maju.

“Kami berharap melalui kegiatan Pameran IPEX 2022 ini masyarakat bisa mendapatkan pilihan hunian yang layak dan terjangkau,” harapnya.

Baca Juga: Program BSPS di Sulteng Sasar 5.915 RTLH

Sementara itu, Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo mengungkapkan, tujuan kegiatan pameran IPEX 2022 ini merupakan upaya BTN untuk mewujudkan dan membantu masyarakat dalam hal pemilihan produk properti. Peserta pameran properti ini terdiri dari 42 pengembang rumah komersial dan perumahan subsidi.

“Proyek perumahan yang dipasarkan ada 325 yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Kami menargetkan ada 69 ribu pengunjung dan transaksi yang cukup tinggi. Untuk mempermudah masyarakat dalam menjangkau KPR dalam pameran ini, BTN memberikan suku bunga spesial mulai 2,47 persen untuk satu tahun pertama, bebas biaya dan diskon asuransi jiwa 5 persen. Sedangkan harga properti yang ditawarkan dimulai dari Rp160  juta,” katanya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU