PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia terus melanjutkan ekspansi bisnisnya di sektor properti komersial dan gaya hidup.
Setelah memperkuat portofolio recurring income melalui pusat perbelanjaan dan hotel, emiten berkode INPP tersebut kini menyiapkan pembukaan 23 Semarang Shopping Mall sekaligus memulai pengembangan kawasan komersial baru 88 Plaza Balikpapan.
Baca Juga: Recurring Income Jadi Tameng Paradise Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Proyek 23 Semarang dijadwalkan mulai menerima pengunjung pertama pada 23 Mei 2026 sebelum grand opening resmi pada 13 Juni 2026.
Sementara di Balikpapan, proyek 88 Plaza langsung mencatat respons pasar positif setelah penjualan perdana Business Loft Ashton tahap pertama habis terpesan.
Chief Financial Officer dan Direktur INPP, Surina, mengatakan ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk terus memperkuat bisnis recurring income dan memperluas portofolio aset.
“Selain recurring revenue yang kuat, setiap tahun juga selalu ada tambahan proyek baru yang menopang pertumbuhan,” ujar Surina dalam media gathering Paradise Indonesia di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Hingga 2025 lalu, Paradise Indonesia tercatat telah memiliki 25 unit bisnis di berbagai kota di Indonesia. Jumlah tersebut belum termasuk Citadines Antasari Jakarta yang mulai beroperasi tahun lalu, serta proyek baru 23 Semarang dan 88 Plaza Balikpapan.
Bagi Paradise Indonesia, 23 Semarang menjadi salah satu proyek yang cukup penting dalam memperkuat portofolio pusat gaya hidup perseroan.
Proyek ini dikembangkan melalui perusahaan patungan PT Swarna Kanaka Parigraha (SKP) bersama institusi pendidikan Binus.
Berlokasi di kawasan Marina Semarang dalam pengembangan Pearl of Java (POJ), proyek ini berdiri di atas lahan sekitar 6 hektar dan mengusung konsep retail-oasis dengan dominasi ruang terbuka hijau
Area Sewa Malah Diperbesar Saat Pandemi
Menariknya, di tengah kondisi pandemi yang sempat menekan industri retail pada 2021 hingga 2023, Paradise Indonesia justru mengambil keputusan memperbesar kapasitas area sewa atau net leaseable area (NLA) proyek 23 Semarang.
Baca Juga: Kinerja Komersial Jadi Penopang Utama, Paradise Indonesia Tumbuh 14% di Kuartal I-2026
Pada tahap awal perencanaan, 23 Semarang dirancang memiliki area sewa sekitar 38 ribu meter persegi. Namun setelah melalui serangkaian evaluasi pasar dan studi konsep, angka tersebut akhirnya dinaikkan nyaris menjadi 50 ribu meter persegi.
Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, mengakui keputusan tersebut sempat dianggap cukup berani mengingat saat itu industri retail masih berada dalam tekanan pandemi.
“Kita gambarkan itu awalnya 38 ribu net leaseable area. Saat itu kita lagi di tengah pandemi tahun 2021 sampai 2023. Jujur saja, penjualannya itu harus direview ulang apakah produk ini masih relevan atau tidak,” ujar Anthony.
Menurut Anthony, setelah dilakukan berbagai studi dan evaluasi mendalam, justru muncul rekomendasi agar kapasitas area komersial diperbesar.
“Setelah kita studi terus, malah keluar rekomendasi kepada board bahwa ternyata kebutuhannya menjadi 48 ribu meter persegi. Orang lagi takut dan konservatif, tapi malah kita disuruh tambah,” katanya.
Baca Juga: Summarecon Mall Makassar Masuk Tahap Konstruksi Utama, Jadi Pusat Lifestyle Baru Indonesia Timur
Keputusan tersebut akhirnya menjadi salah satu turning point pengembangan 23 Semarang. Anthony menyebut tingkat okupansi tenant saat ini bahkan sudah mencapai lebih dari 80 persen menjelang pembukaan resmi pada Juni 2026.
“Nah dengan perhitungan yang kuat dan doa yang lebih kuat lagi, sekarang 48 ribu meter persegi itu sudah tersewakan lebih dari 80 persen,” ujar Anthony.
Menurutnya, tingginya minat tenant menjadi indikator bahwa pasar retail modern di kota-kota besar regional seperti Semarang masih memiliki prospek jangka panjang, terutama untuk proyek yang menawarkan konsep experience destination.
Anthony juga menilai desain arsitektur 23 Semarang masih memiliki ruang pengembangan dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, banyak area di dalam proyek yang masih dapat dikembangkan untuk menambah kapasitas ruang komersial secara bertahap.
“Mall Semarang ini secara arsitektural masih punya banyak sudut yang bisa dikembangkan lagi. Saya rasa lima tahun ke depan net leaseable area-nya masih bisa terus bertambah,” jelas Anthony.
Baca Juga: Rahasia di Balik Mal yang Tetap Ramai Saat Belanja Online Menjamur: Ternyata Bukan Diskon!
Ia menambahkan, strategi tersebut menjadi bagian dari pendekatan Paradise Indonesia dalam membangun proyek retail yang tidak hanya mengejar ukuran besar, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan traffic pengunjung dan kualitas tenant mix.
“Mall besar itu bukan soal luas saja. Yang penting tenant sehat, traffic hidup, dan orang mau datang lagi,” pungkasnya.
23 Semarang Siap Dibuka: Usung Konsep Retail Oasis
Lebih lanjut Anthony mengatakan proyek tersebut dirancang bukan sekadar sebagai pusat belanja konvensional, melainkan destinasi leisure baru di Semarang.
“Bukan sekadar membangun mall, tapi membangun leisure destination,” ungkapnya.

Konsep tersebut diwujudkan lewat area hijau terbuka, kolam ikan, amphitheatre, hingga skywalk yang dirancang menyatu dengan lingkungan sekitar. Kehadiran ruang terbuka hijau juga menjadi bagian dari strategi desain untuk meredam suhu panas khas kawasan pesisir Semarang.
Selain area retail dan F&B, proyek ini juga dilengkapi dua atrium besar untuk event indoor, open plaza menghadap kanal menuju Laut Jawa, hingga area live performance dan bazaar komunitas.
Paradise Indonesia menilai konsep retail modern saat ini harus mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung, bukan sekadar menjadi tempat berbelanja.
Karena itu, proyek 23 Semarang dirancang dengan dominasi area lifestyle dan ruang publik yang diharapkan dapat menjadi destinasi baru di Kota Semarang.
Baca Juga: Aset Lelang BSI di Rumah123 Tawarkan Efisiensi Harga Hingga 79,6%, Solusi Jitu Dapat Hunian Murah
Paradise Indonesia juga menyiapkan konektivitas menuju kawasan tersebut melalui kerja sama dengan pemerintah daerah setempat, termasuk penyediaan shuttle dan halte bus.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





