BERITA TERKAIT

Laba RISE Melonjak 165%, Bukti Sektor Properti Surabaya Masih Seksi Bagi Investor

Emiten properti asal Surabaya ini berhasil membalikkan keadaan dengan pertumbuhan laba yang sangat signifikan. Sektor hunian vertikal memberikan kontribusi terbesar di tengah pengetatan kebijakan perhotelan.

PropertiTerkini.com(SURABAYA) Industri properti tanah air memang sedang penuh dinamika, namun PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk atau yang lebih dikenal dengan Tanrise Property (RISE) justru baru saja melaporkan pencapaian yang bikin geleng-geleng kepala, dimana laba RISE melonjak hingga 165% sepanjang tahun 2025.

Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas bagi para pencari hunian atau investor yang sedang memantau pergerakan pasar di Jawa Timur dan sekitarnya.

Baca Juga: Ekspansi Agresif RISE 2026: Luncurkan Hotel Premium dan Klaster Hunian Baru

Kenaikan laba yang mencapai lebih dari 2,5 kali lipat ini menunjukkan bahwa minat beli masyarakat terhadap aset properti, khususnya apartemen, ternyata masih sangat tinggi.

Mengapa hal ini penting bagi konsumen sekarang? Sederhananya, angka pertumbuhan ini menandakan stabilitas pengembang di tengah isu ekonomi global.

Bagi calon pembeli yang takut proyeknya mangkrak, data keuangan yang solid dari RISE memberikan rasa aman bahwa perusahaan memiliki modal yang kuat untuk merampungkan proyek-proyek masa depan mereka seperti Tanrise City di Sidoarjo atau Bandung.

Apalagi, pendapatan perusahaan tercatat menyentuh Rp410,72 miliar, sebuah kenaikan sekitar 12,35% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Jika melihat lebih dalam, ada pergeseran menarik pada perilaku konsumen di tahun 2025. Segmen apartemen mendadak jadi primadona dengan kenaikan penjualan mencapai 155% secara tahunan (Year-on-Year).

Baca Juga: RISE Luncurkan 3 Proyek Premium 2026, Target Tambahan Rp28 Miliar per Tahun

Artinya, orang-orang mulai kembali melirik hunian vertikal sebagai aset investasi atau tempat tinggal utama, menggeser dominasi segmen lain yang mungkin lebih terdampak kebijakan pemerintah.

Lonjakan ini membawa kontribusi apartemen terhadap total pendapatan naik drastis dari 16% menjadi 37% hanya dalam waktu satu tahun.

Presiden Direktur RISE, Budi Agusti, menyebutkan bahwa hasil ini adalah buah dari ketelitian mereka dalam memilih proyek yang akan digarap.

“Pencapaian kinerja sepanjang 2025 menunjukkan fundamental bisnis Perseroan yang semakin kuat. Pertumbuhan pendapatan yang konsisten serta lonjakan laba tahun berjalan mencerminkan keberhasilan kami dalam mengelola proyek secara selektif dan meningkatkan efisiensi operasional,” katanya.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa perusahaan memang sengaja bermain “cantik” dengan fokus pada efisiensi biaya operasional agar margin keuntungan tetap terjaga.

Baca Juga: Akses Tol di Depan Mata, Paramount Petals Siap Terkoneksi Lebih Cepat ke Jakarta

Efisiensi Operasional dan Strategi Reccuring Income di Balik Moncernya Laba RISE

Keberhasilan RISE mencatatkan laba usaha sebesar Rp85,90 miliar dari sebelumnya hanya Rp46,66 miliar membuktikan bahwa pengelolaan internal mereka berjalan efektif.

Meskipun biaya hidup dan material bangunan fluktuatif, mereka mampu menekan beban operasional.

Bagi konsumen, efisiensi perusahaan pengembang sering kali berujung pada harga jual yang lebih kompetitif atau kualitas bangunan yang lebih terjaga karena arus kas yang sehat.

Real estat sendiri masih memegang kendali utama dengan sumbangan pendapatan mencapai Rp220,9 miliar atau 54% dari total kue pendapatan perusahaan.

Namun, ada catatan penting yang perlu diperhatikan, terutama pada sektor perhotelan (hospitality).

Baca Juga: 100 Tahun Ingvar Kamprad: Filosofi Sederhana yang Diam-Diam Mengubah Cara Orang Indonesia Menata Rumah

Pendapatan dari segmen ini mengalami penurunan kontribusi dari 60% menjadi 44% akibat adanya pengetatan aturan dari pihak pemerintah.

Hal ini menunjukkan adanya risiko sektoral yang tidak bisa dihindari, namun RISE mencoba menutup celah tersebut dengan mengandalkan pendapatan berulang (recurring income) dari perkantoran dan aset komersial lainnya.

Stabilitas dari pendapatan sewa ini penting agar perusahaan tidak hanya bergantung pada jualan unit yang sifatnya sekali putus.

Memasuki tahun 2026, langkah yang diambil perusahaan tampak lebih berhati-hati namun tetap agresif dalam monetisasi.

Fokus mereka saat ini adalah mempercepat penjualan proyek-proyek yang sudah ada (eksisting) agar perputaran uang tetap lancar.

Baca Juga: Masih Perlu Bawa Kartu Akses? Intip Masa Depan Keamanan Versi HID

Gedung Vasa Suites Surabaya, kontributor utama segmen real estat dalam pencapaian lonjakan laba RISE tahun 2025.
Kemegahan Vasa Suites Surabaya di tengah kota, simbol keberhasilan strategi bisnis RISE dalam mengoptimalkan proyek high-rise dan hospitality di Jawa Timur. (Foto: Dok. RISE)

Strategi ini krusial untuk menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang di tengah industri yang sangat sensitif terhadap suku bunga.

Tanrise sepertinya tidak ingin gegabah, mereka lebih memilih mengembangkan proyek yang daya serap pasarnya sudah terbukti kuat di lapangan.

Budi Agusti kembali menekankan optimisme perusahaan dalam menutup keterangan resminya.

Dia menuturkan, dengan landasan kinerja yang kuat di 2025, Perseroan optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang.

“Melalui strategi pengembangan proyek yang terukur serta diversifikasi portofolio sekaligus menjaga disiplin keuangan untuk memastikan keberlanjutan kinerja di tengah dinamika industri properti,” terangnya.

Baca Juga: 50 Tahun Berdiri, Habitat for Humanity Soroti Kebutuhan Tempat Tinggal yang Kian Mendesak

Optimisme ini menjadi sinyal bagi pasar bahwa meskipun tantangan industri ada, peluang di sektor residensial dan komersial masih terbuka lebar bagi mereka yang disiplin secara finansial.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page