BERITA TERKAIT

Paradise Indonesia Tumbuh 32,9%: Kas Naik 113%, Sinyal Ekspansi Properti Makin Agresif

Kinerja Paradise Indonesia menunjukkan tren positif di tengah pasar properti yang masih selektif. Lonjakan kas dan recurring income menjadi sinyal kuat ekspansi lanjutan.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Pasar properti mungkin belum sepenuhnya pulih, tetapi PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia justru menunjukkan arah yang berbeda—lebih stabil, lebih likuid, dan mulai agresif membaca peluang.

Paradise Indonesia mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 32,9% pada 2025 menjadi Rp1,74 triliun, melanjutkan tren kenaikan selama lima tahun berturut-turut.

Baca Juga: 88 Plaza Balikpapan Hadirkan Urban District Modern Mulai Rp3 Miliar

Capaian ini menjadi sinyal penting, bukan hanya bagi investor, tetapi juga bagi konsumen properti yang mulai mencari developer dengan fundamental kuat di tengah pasar yang masih selektif.

Pertumbuhan ini didorong oleh beberapa faktor utama, mulai dari handover apartemen Antasari Place, ekspansi 23 Paskal Shopping Center, hingga kontribusi proyek hospitality seperti Citadines.

Secara struktur bisnis, model Paradise Indonesia juga semakin matang. Sekitar 70% pendapatan kini berasal dari recurring income—memberikan kestabilan arus kas yang jarang dimiliki developer yang masih bergantung pada penjualan unit.

Berdasarkan rincian pendapatan, struktur bisnis Paradise Indonesia juga menunjukkan diversifikasi yang relatif sehat. Segmen perhotelan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 36%, disusul segmen komersial sebesar 34%, dan penjualan properti sebesar 30% terhadap total pendapatan perusahaan.

Baca Juga: Paradise Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5–10%: Momentum Lebaran 2026 Dongkrak Okupansi Hotel dan Ekspansi ke Balikpapan

Komposisi ini memperlihatkan bahwa perusahaan tidak bergantung pada satu sumber pendapatan saja—sebuah faktor penting di tengah pasar properti yang cenderung siklikal.

Paradise Indonesia Perkuat Likuiditas, Kas Naik 113%

Di tengah ketidakpastian pasar, likuiditas menjadi “senjata utama”—dan di sinilah Paradise Indonesia unggul.

Per akhir 2025, kas dan setara kas perusahaan melonjak 113,3% menjadi Rp771,39 miliar.

Lonjakan ini tidak terjadi secara organik semata, melainkan didorong oleh strategi korporasi seperti penerbitan obligasi Rp500 miliar dan masuknya mitra strategis ke dalam portofolio aset.

Baca Juga: Balikpapan Makin Berkilau, Ini 5 Potensi Kota Penyangga IKN yang Jadi Magnet Properti Baru

Secara fundamental, struktur permodalan juga tergolong sehat. Net Debt to Equity Ratio (Net DER) berada di level rendah 0,21x, memberikan ruang ekspansi yang luas tanpa tekanan utang berlebih.

Bagi pasar, kombinasi kas besar dan DER rendah ini berarti satu hal: perusahaan siap masuk fase ekspansi berikutnya dengan risiko yang relatif terkontrol.

CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, menegaskan arah ini: “Kami bersyukur dapat mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang konsisten selama lima tahun berturut-turut sambil melipatgandakan cadangan kas. Didukung Net DER rendah 0,21x dan basis recurring income yang solid, kami sangat siap mengakselerasi proyek-proyek ikonik baru.”

Ekspansi Baru: Semarang dan Balikpapan Jadi Target

Dengan amunisi likuiditas yang kuat, Paradise Indonesia mulai memperluas footprint ke kota-kota strategis.

Salah satu proyek yang akan segera beroperasi adalah 23 Semarang Shopping Center pada kuartal II 2026.

Baca Juga: Perumnas Lepas 22 Ha Lahan untuk PSU dan Fasilitas Umum di Malang, Ini Rencana Pemanfaatannya

Proyek ini diharapkan memperkuat segmen komersial, sekaligus memperluas basis recurring income perusahaan.

Selain itu, pengembangan 88 Plaza di Balikpapan juga menjadi fokus penting, terutama karena kawasan ini mendapatkan efek limpahan dari pengembangan IKN di Kalimantan Timur.

Bagi konsumen, ini membuka peluang baru untuk masuk lebih awal di pasar yang sedang berkembang.

Namun tetap ada catatan: ekspansi agresif selalu membawa risiko, terutama jika pertumbuhan supply tidak diimbangi dengan daya beli yang cukup kuat.

Baca Juga: InnoLab LLV Buka Akses Komersialisasi Teknologi Global di Indonesia, Apa Dampaknya bagi Industri dan Startup Lokal?

Meski begitu, model bisnis berbasis recurring income membuat Paradise Indonesia relatif lebih tahan terhadap fluktuasi pasar dibanding developer konvensional.

Kesimpulan: Paradise Indonesia Masuk Fase “Growth Ready”

Paradise Indonesia melalui 23 Paskal Shopping Center Bandung
23 Paskal Shopping Center di Bandung menjadi salah satu kontributor utama pendapatan komersial Paradise Indonesia. (Foto: Dok. Paradise Indonesia)

Paradise Indonesia saat ini berada pada fase yang menarik—likuiditas kuat, leverage rendah, dan pipeline proyek mulai aktif kembali.

Bagi investor, ini mencerminkan perusahaan yang siap tumbuh dengan kontrol risiko yang baik.

Bagi konsumen, momentum ini bisa menjadi peluang, terutama di proyek-proyek baru di kota berkembang seperti Semarang dan Balikpapan.

Baca Juga: Promo Ramadan Paramount Land 2026 Beri Cashback Fantastis Puluhan Juta Rupiah

Namun seperti biasa di sektor properti: timing tetap segalanya. Salah masuk, bisa jadi aset diam. Tepat masuk, bisa jadi mesin cuan.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page