PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP:IJ) atau Paradise Indonesia menegaskan langkah strategisnya memasuki 2026 dengan tetap menjaga pertumbuhan double digit sekaligus memperkuat profitabilitas dan ketahanan kinerja melalui transformasi portofolio.
Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan porsi recurring income hingga di atas 75% dari total pendapatan konsolidasi pada 2026, seiring optimalisasi aset perhotelan dan komersial.
Baca Juga: INPP Optimistis Tutup 2025, Laba Tembus Rp493,9 Miliar dan Penjualan Properti Naik 49,8%
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Business Outlook 2026 oleh Surina, Chief Financial Officer dan Direktur, serta Anthony P. Susilo, Presiden Direktur & CEO.
Strategi ini menjadi kelanjutan dari kinerja 2025 yang mencatatkan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, dengan struktur pendapatan yang semakin tangguh.
Paradise Indonesia menempatkan transformasi portofolio sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang.
Fokus diarahkan pada pembentukan struktur pendapatan yang tangguh secara fundamental (structurally resilient revenue mix), ditopang oleh aset penghasil pendapatan di segmen perhotelan dan komersial.
Komposisi ini meningkatkan visibilitas arus kas sekaligus menurunkan volatilitas kinerja.
Anthony menegaskan pendekatan perusahaan melampaui peran sebagai pemilik properti.
“Kami aktif menciptakan experience-driven value dari properti ikonik yang kami kembangkan, sehingga aset bukan hanya berfungsi, tetapi juga berkelanjutan secara komersial,” ujarnya.
Kinerja 2025: Recurring Revenue Dominan
Sepanjang 2025, Paradise Indonesia mencatatkan recurring revenue sekitar 69% dari total pendapatan.
Kontributor utama berasal dari perhotelan dan pusat perbelanjaan, sementara penjualan properti berperan sebagai pengungkit tambahan seiring penyelesaian proyek strategis.
Penyelesaian Antasari Place di Jakarta Selatan—yang terintegrasi dengan Citadines Antasari Jakarta—serta perluasan 23 Paskal Shopping Center di Bandung berkontribusi langsung terhadap peningkatan profitabilitas dan kualitas imbal hasil portofolio.
“Secara persentase, kontribusi recurring sempat turun karena penjualan properti sangat tinggi, namun secara nilai absolut justru meningkat,” tambah Surina.
Struktur pendapatan 2025 menunjukkan keseimbangan bisnis Paradise Indonesia: perhotelan menyumbang sekitar sepertiga pendapatan, disusul komersial dan penjualan properti.
Baca Juga: Maggiore Gading Serpong, Destinasi Komersial Regional yang Tumbuh Fenomenal di Suburban Jakarta
Model ini menegaskan posisi Paradise sebagai pengembang yang tidak bergantung pada satu sumber pendapatan, sekaligus memberi bantalan ketika siklus properti berfluktuasi.
Bagi basic user properti, capaian ini menunjukkan bahwa pendapatan Paradise tidak bergantung pada penjualan unit semata, melainkan pada kinerja aset yang menghasilkan arus kas berulang.

Penyelesaian Proyek 2025: Bukti Eksekusi, Bukan Sekadar Rencana
Capaian keuangan 2025 tidak lepas dari keberhasilan Paradise Indonesia menyelesaikan sejumlah proyek yang telah lama dinantikan pasar.
Salah satunya 23 Paskal Extension, pengembangan lanjutan pusat perbelanjaan di Bandung yang berhasil menambah luas area sewa bersih secara signifikan.
Ekspansi ini dinilai sebagai contoh asset enhancement, yakni strategi meningkatkan kinerja aset eksisting tanpa harus membuka lahan baru.
Baca Juga: Rusun Subsidi Meikarta Masuki Tahap Land Clearing
Selain itu, Paradise juga merampungkan Citadines Antasari, hotel serviced apartment yang berada dalam satu kawasan dengan Antasari Place di Jakarta Selatan.
Proyek Antasari Place Tower I sendiri mencatatkan progres penjualan yang sangat kuat, dengan tingkat keterisian mendekati sold out.
Keberhasilan ini menjadi jawaban atas keraguan pasar pada awal akuisisi proyek tersebut beberapa tahun lalu.
Anthony menegaskan bahwa filosofi perusahaan bukan sekadar mengejar proyek baru, melainkan memastikan setiap janji pembangunan terselesaikan dan menghasilkan.
“Kami selalu bertanya bukan hanya apa yang possible, tetapi apa yang probable, executable, dan akhirnya profitable,” ujarnya. Pendekatan ini menjadi benang merah strategi Paradise hingga kini.

Target Paradise Indonesia 2026: Tumbuh 5–10%, Profitabilitas Jadi Prioritas
Memasuki 2026, Paradise Indonesia menargetkan pertumbuhan pendapatan konsolidasi di kisaran 5–10%.
Target ini didukung oleh: monetisasi lanjutan unit residensial Antasari Place Tower 1, tambahan arus kas dari 23 Semarang Shopping Center yang dijadwalkan mulai beroperasi pada semester I 2026.
Bagi Paradise Indonesia, fokus utama tidak lagi sekadar ekspansi, melainkan peningkatan margin dan profitabilitas melalui optimalisasi aset.
Baca Juga: Colours of The Year 2026: Dulux Hadirkan 3 Nuansa “Rhythm of Blues” untuk Ruang Lebih Tenang
Salah satu langkah konkret adalah melanjutkan program asset enhancement di sektor perhotelan dan komersial.
Sejumlah hotel akan menjalani renovasi dan penambahan fasilitas untuk meningkatkan daya saing serta tingkat hunian.
Anthony mencontohkan, pengembangan fasilitas khusus seperti spa atau area tematik di hotel dapat memberikan dampak peningkatan kinerja hingga satu digit tinggi terhadap pendapatan.
Dari sisi struktur pendapatan 2026, Paradise menargetkan recurring revenue meningkat menjadi sekitar 75%.
Artinya, bisnis berulang akan semakin dominan, sementara kontribusi penjualan properti tetap dijaga pada porsi yang sehat.
Strategi ini diharapkan membuat kinerja perusahaan lebih stabil menghadapi siklus ekonomi.
Capex 2026 dan Proyek Berjalan: Semarang hingga Balikpapan

(Foto: Dok. Paradise Indonesia)
Untuk mendukung target tersebut, Paradise Indonesia menyiapkan belanja modal (capex) 2026 sekitar Rp400–600 miliar.
Porsi terbesar capex dialokasikan untuk ekspansi, khususnya penyelesaian proyek pusat perbelanjaan di Semarang yang ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada pertengahan tahun.
Proyek pusat perbelanjaan di Semarang (23Mall 23Semarang) ini mengalami pengembangan dari rencana awal, dengan luas area sewa bersih (net leasable area/NLA) meningkat dari sekitar 37.000 meter persegi menjadi 48.000 meter persegi, seiring tingginya minat pasar.
Manajemen melihat Semarang sebagai hub komersial Jawa Tengah dengan prospek jangka panjang yang kuat, sehingga investasi di kota ini dinilai strategis.
Selain Semarang, Paradise juga menyiapkan sejumlah pipeline proyek baru yang akan diumumkan bertahap, termasuk proyek 88 Plaza di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Baca Juga: Bukan Landed! Paradise Indonesia Kembangkan Konsep Baru di Proyek Balikpapan, Siap Rilis Akhir 2025!
Manajemen menegaskan ekspansi tetap selektif, dengan mempertimbangkan lokasi, konsep, serta potensi recurring income. “Kami tidak mengejar kuantitas proyek, tetapi kualitas dan keberlanjutan,” kata Anthony.
PPN DTP dan Catatan Risiko: Kepastian Jadi Kunci
Paradise Indonesia juga menyoroti dampak kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) terhadap kinerja penjualan properti.
Pada 2025, mayoritas penjualan properti perusahaan (sekitar 80%) memanfaatkan insentif ini, sehingga memberikan dorongan signifikan terhadap serapan pasar.
Namun, manajemen menilai kepastian jangka waktu kebijakan jauh lebih penting dibandingkan durasi pendek.
Menurut Anthony, jika insentif hanya diberikan enam bulan hingga satu tahun, pengembang cenderung fokus menghabiskan stok yang ada.
Baca Juga: 81 Unit Komersial Terakhir, Maggiore Signature West Resmi Diluncurkan di Paramount Gading Serpong
Sebaliknya, kepastian dua tahun atau lebih akan mendorong developer untuk memulai proyek baru, yang pada akhirnya menggerakkan roda ekonomi lebih luas.
Di sisi lain, risiko tetap ada dari faktor makro seperti suku bunga dan daya beli, meski situasi dinilai mulai membaik.

(Foto: Dok. Paradise Indonesia)
Optimisme Terukur Menuju 2026
Dengan fondasi kinerja 2025 yang kuat, struktur pendapatan yang semakin berimbang, serta pipeline proyek yang jelas, Paradise Indonesia optimistis menatap 2026.
Fokus pada profitabilitas dan recurring income diyakini akan memperkuat posisi perusahaan sebagai pengembang properti publik yang tumbuh sehat dan berkelanjutan.
Anthony menutup dengan penegasan bahwa Paradise akan terus menjaga momentum, bukan dengan langkah spekulatif, melainkan dengan strategi yang disiplin.
Baca Juga: 5 Cara Menata Rumah agar Tetap Nyaman Sepanjang Musim Perayaan
“Target kami jelas: tumbuh, tapi dengan kualitas pendapatan yang lebih baik,” ujarnya.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com






