PropertiTerkini.com, (GADING SERPONG) — Rekam jejak penjualan menjadi bukti paling objektif dari daya tarik kawasan Maggiore @ Paramount Gading Serpong. Berbagai produk komersial yang diluncurkan di kawasan ini tercatat selalu habis terjual dalam waktu singkat, bahkan berulang kali mengalami over-subscribed.
Produk-produk seperti Maggiore Square, Maggiore Junction, Maggiore Grande, Maggiore Business Loft, hingga Maggiore Signature East seluruhnya mencetak rekor penyerapan pasar. Bahkan pada akhir 2025, Maggiore Fresh Market mencatat permintaan hingga lima kali lipat dari jumlah unit yang dipasarkan.
Baca Juga: Maggiore Gading Serpong, Destinasi Komersial Regional yang Tumbuh Fenomenal di Suburban Jakarta
Fenomena ini menunjukkan bahwa permintaan pasar tidak hanya kuat, tetapi juga konsisten, didorong oleh pelaku usaha yang melihat potensi bisnis riil, bukan sekadar investor pasif.
Pantauan PropertiTerkini.com di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas tenant di kawasan Maggiore @ Paramount Gading Serpong berlangsung sangat ramai.
Sejumlah gerai kuliner terlihat dipadati pengunjung, bahkan pada jam-jam tertentu antrean panjang tak terhindarkan demi mendapatkan makanan dan minuman kesukaan mereka.
Kondisi ini menegaskan bahwa permintaan terhadap kawasan Maggiore tidak hanya tercermin dari angka penjualan unit, tetapi juga dari tingginya traffic pengunjung dan intensitas aktivitas bisnis yang terjadi setiap hari.
Direktur Planning & Design Paramount Land, Henry Napitupulu, menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pengembangan kawasan yang matang.
“Maggiore bukan hanya tempat membeli unit komersial, tetapi kawasan yang aktif, hidup, dan terus berkembang seiring waktu. Aktivitas bisnis yang tumbuh organik menjadi kekuatan utama kawasan ini,” ujarnya.
Baca Juga: 81 Unit Komersial Terakhir, Maggiore Signature West Resmi Diluncurkan di Paramount Gading Serpong
Maggiore Signature West Resmi Diluncurkan
Menjawab kebutuhan pasar, Maggiore Signature West telah resmi diluncurkan pada Januari 2026 sebagai area komersial terakhir yang melengkapi portofolio kawasan Maggiore.
Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, menyampaikan bahwa kawasan Maggiore @ Paramount Gading Serpong terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dan telah berkembang menjadi destinasi kuliner berskala regional.
“Kawasan Maggiore merupakan pionir destinasi kuliner di sisi selatan Gading Serpong yang kian fenomenal seiring pertumbuhan kawasannya. Berdasarkan data Paramount Estate Management, pertumbuhan kawasan Maggiore sepanjang 2023 hingga 2025 mencapai 711%, dengan lebih dari 400 bisnis kuliner dan gaya hidup yang saat ini aktif beroperasi,” ujarnya.
Baca Juga: Free PPN 2026 Jadi Momentum, Paramount Land Hadirkan Promo Properti di Dua Kawasan Unggulan

Ia menambahkan bahwa kehadiran Maggiore Signature West menjadi kesempatan terakhir bagi pelaku usaha dan investor untuk bergabung.
“Kehadiran Maggiore Signature West melengkapi portofolio kawasan komersial Maggiore sekaligus menjadi kesempatan terakhir bagi pelaku usaha dan investor untuk join the crowd menjadi bagian dari ekosistem bisnis Maggiore yang telah terbukti sukses dan vibrant.”
Saat ini, kawasan Maggiore @ Paramount Gading Serpong telah berkembang sebagai pusat bisnis, kuliner, dan gaya hidup berskala regional, menarik pengunjung dari Gading Serpong, Jabodetabek, hingga luar Pulau Jawa.
Perspektif Konsumen dan Investor Maggiore @ Paramount Gading Serpong

(Foto: Pius Klobor/PropertiTerkini.com)
Dari sudut pandang pelaku usaha, Maggiore @ Paramount Gading Serpong menawarkan kepastian pasar yang jarang ditemukan di kawasan komersial baru.
Sejumlah tenant yang telah beroperasi di Maggiore Grande menilai bahwa keputusan membuka usaha di kawasan ini didukung oleh faktor lokasi, traffic yang sudah terbentuk, serta positioning Maggiore sebagai destinasi kuliner.
Catherine, Owner Goffee Doughnuts & Coffee di Maggiore Grande @ Paramount Gading Serpong, mengungkapkan bahwa pihaknya membuka usaha sejak 2023, ketika kawasan Maggiore masih dalam tahap awal pengembangan. Namun, sejak awal ia melihat potensi kawasan yang kuat.
Baca Juga: 1.464 Bisnis Baru Tumbuh, Kawasan Maggiore Gading Serpong Kian Fenomenal Jadi Magnet Investasi
“Kami memilih Maggiore karena lokasinya berbatasan langsung antara Gading Serpong dan BSD. Di sekelilingnya sudah ada hunian, sekolah, perkantoran, dan kawasan ini juga dikenal sebagai destinasi kuliner. Traffic di sini juga ramai terus,” ujar Catherine kepada PropertiTerkini.com.

(Foto: Pius Klobor/PropertiTerkini.com)
Ia menambahkan, salah satu keunggulan kawasan Maggiore @ Paramount Gading Serpong adalah kemudahan akses dan bebas parkir yang mendukung kenyamanan pengunjung.
Selama beroperasi, aktivitas usahanya berjalan relatif lancar, bahkan promosi tenant turut didukung oleh pengelola kawasan.
“Traffic pengunjung dari awal buka sampai sekarang sangat bagus. Banyak pelanggan yang datang kembali karena mereka sudah mengenal kawasan ini sebagai destinasi dan pusat kuliner,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Willy, Owner Kopi Es Tak Kie, yang membuka cabang ketujuh usahanya di Maggiore Grande.
Menurut Willy, pemilihan Maggiore didorong oleh karakter kawasan yang sudah hidup dan kedekatannya dengan basis pelanggan lama Kopi Es Tak Kie.
“Saya memilih Maggiore Grande karena kawasannya sudah bagus dan sudah hidup. Lokasinya juga strategis, dekat dengan BSD, Gading Serpong, dan Alam Sutera, jadi pelanggan kami tidak perlu jauh-jauh lagi ke Glodok,” ujar Willy.

(Foto: Pius Klobor/PropertiTerkini.com)
Ia menilai kehadiran Maggiore memberi peluang bagi brand dengan karakter kuat untuk bertemu pasar yang tepat, terutama karena kawasan ini dikelilingi oleh hunian aktif dan komunitas urban yang terbiasa dengan aktivitas kuliner.
“Area Gading Serpong ini sekarang jadi tempat tinggal banyak pelanggan lama kami. Dengan buka di Maggiore, kami lebih dekat dengan mereka,” tambah Willy, yang merupakan generasi keempat Kopi Es Tak Kie.
Baca Juga: Rusun Subsidi Meikarta Masuki Tahap Land Clearing
Bagi investor, kondisi ini mencerminkan bahwa unit komersial di Maggiore @ Paramount Gading Serpong memiliki potensi sebagai aset produktif, bukan hanya instrumen spekulasi.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com







