Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal
Thursday, January 15, 2026
Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal

BERITA TERKAIT

Pameran Teknologi Pendinginan, Ventilasi, Pemanas, dan Efisiensi Energi (Refrigeration & HVAC Indonesia)

Properti Jawa Timur 2026 Masuk Fase Matang, Gudang dan Ruko Pimpin Pasar

Properti Jawa Timur 2026 memasuki fase matang dan lebih rasional. Gudang dan ruko mendominasi pasar Surabaya, sementara hunian bergerak selektif seiring suplai terkendali.

PropertiTerkini.com(SURABAYA) — Properti Jawa Timur 2026 menunjukkan arah pasar yang semakin matang dan rasional, seiring meredanya tekanan suku bunga, stabilnya kondisi politik, serta penyesuaian pelaku pasar terhadap dinamika ekonomi global.

Aktivitas transaksi tidak lagi bergerak agresif, namun lebih selektif dan terukur, baik di segmen hunian maupun komersial.

Baca Juga: Strategi Broker Properti Surabaya: 7 Perubahan Perilaku Konsumen yang Mengubah Peta Pasar

Rudy Sutanto, Principal JAVA Property sekaligus Dewan Penasihat AREBI DPD Jawa Timur, menilai bahwa Jawa Timur tetap menjadi salah satu pasar properti paling kompetitif di Indonesia, namun dengan karakter yang semakin dewasa.

“Market properti di Jawa Timur sudah kompetitif dan relatif sehat di masing-masing segmen. Bukan pasar yang meledak cepat, tetapi bergerak stabil dan rasional,” ujar Rudy Sutanto kepada PropertiTerkini.com.

Menurutnya, pasar properti 2026 bukan lagi tentang siapa yang paling cepat berspekulasi, melainkan siapa yang paling tepat membaca kebutuhan dan fungsi properti.

Rudy menjelaskan bahwa pasar properti Jawa Timur saat ini berada dalam kondisi kompetitif dan relatif sehat di hampir seluruh segmen.

Baca Juga: PPN DTP 2026 Jadi Penentu Arah Pasar Hunian, Konsumen Makin Selektif

Jika dibandingkan dengan Provinsi Banten dan Jawa Barat yang sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi regional, Jawa Timur dinilai lebih stabil.

“Yang sedang naik daun justru Jawa Tengah karena banyak relokasi dan alokasi pabrik dari provinsi lain. Sementara Jawa Barat memang masih terlihat seksi karena proyek-proyek PSN, termasuk pengembangan kawasan industri otomotif dan petrokimia yang menyasar investor China,” jelas Rudy.

Kondisi inilah yang membuat segmen komersial tampil cukup dominan di Surabaya.

Gudang dan Ruko Pimpin Transaksi Properti Surabaya

Di segmen hunian, rumah tapak masih menjadi pilihan utama dan dinilai lebih prospektif.

Sementara itu, hunian vertikal atau apartemen berada di posisi kedua, terutama bagi pembeli yang mengutamakan kedekatan dengan lokasi kerja dan pusat bisnis.

Baca Juga: Free PPN 2026 Jadi Momentum, Paramount Land Hadirkan Promo Properti di Dua Kawasan Unggulan

Namun, pola permintaan hunian yang cenderung selektif ini justru berbanding lurus dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan kebutuhan ruang usaha.

Di tengah pergeseran pasar, properti komersial—khususnya gudang dan ruko—menjadi motor utama transaksi di Surabaya dan kawasan sekitarnya.

Permintaan yang kuat datang dari sektor logistik, perdagangan, serta aktivitas manufaktur dan distribusi yang terus bergerak.

Rudy menegaskan bahwa gudang saat ini tidak hanya diminati dari sisi jual beli, tetapi juga sewa, menjadikannya aset dengan arus kas yang jelas.

“Gudang sangat prospektif dan saat ini lebih dominan menguasai transaksi properti, baik sewa maupun jual beli. Ini sejalan dengan pertumbuhan aktivitas logistik dan perdagangan,” jelasnya.

Sementara itu, ruko tetap menjadi pilihan utama pelaku usaha lokal di Surabaya karena fleksibilitas fungsi dan biaya operasional yang relatif lebih efisien dibandingkan gedung perkantoran konvensional.

Baca Juga: Hunian Sehat Jadi Tren 2026: Alasan Properti Berkonsep Healthy Living Makin Diminati

Hunian Kelas Menengah Atas Makin Selektif

Berbeda dengan segmen komersial, pasar hunian di Surabaya bergerak lebih selektif, terutama di kelas menengah atas.

Permintaan tetap ada, namun pembeli kini jauh lebih rasional dalam menilai harga, lokasi, reputasi pengembang, serta kesiapan unit.

Rudy menyebutkan bahwa saat ini suplai hunian sudah berada pada titik yang lebih ideal, seiring strategi pengembang yang menahan peluncuran unit dalam jumlah besar.

“Developer sekarang lebih berhitung. Launching klaster baru tidak banyak, rata-rata 30–50 unit saja, agar harga tetap terjaga dan sesuai dengan kekuatan demand,” kata Rudy.

Pendekatan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan pasar dan mencegah tekanan harga akibat oversupply.

Harga Tanah Stagnan, Koreksi Menjadi Peluang

Dari sisi harga, tanah dan rumah di Surabaya cenderung stagnan, bahkan mengalami koreksi terbatas di beberapa lokasi.

Namun kondisi ini justru membuka peluang bagi pembeli dan investor yang jeli membaca momentum.

Baca Juga: OneSmartServices Perluas Layanan ke Seluruh KEK Indonesia, Perkuat Infrastruktur Digital Investasi

“Harga memang tidak agresif naik, ada koreksi turun di beberapa titik, tapi masih marketable. Ini peluang bagi pembeli yang siap dan cepat mengambil keputusan,” ujar Rudy.

Ia menegaskan bahwa 2026 lebih tepat disebut sebagai tahun akumulasi aset, bukan tahun spekulasi.

Kondisi pasar properti pada 2026 juga masih berpihak pada pembeli. Rudy Sutanto menilai, pasar saat ini masih berada dalam fase buyer’s market, yang ditandai dengan jumlah listing properti—baik untuk jual maupun sewa—yang lebih banyak dibandingkan pertumbuhan permintaan.

“Indikatornya terlihat dari banyaknya titip jual dan sewa dari investor ke kantor broker, sementara pertumbuhan buyer tidak berbanding lurus dengan suplai, terutama di sektor hunian,” ujar Rudy.

Berbeda dengan hunian, suplai gudang komersial justru cenderung lebih seimbang karena ditopang permintaan dari investor dan pelaku usaha luar negeri, seiring meningkatnya aktivitas logistik dan impor.

Baca Juga: Properti Makassar Naik 1,7%, Jadi Bintang Pasar Rumah di Luar Jawa Akhir 2025

Data Colliers: Pasar Properti Surabaya Bergerak Moderat dan Terkendali

Pandangan praktisi tersebut sejalan dengan riset terbaru Colliers Indonesia. Dalam Q4 2025 Colliers Media Briefing, Surabaya diproyeksikan mengalami pemulihan bertahap dengan pertumbuhan moderat, didukung oleh pasok yang sangat terbatas hingga 2028

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menilai kondisi ini justru menjadi faktor penyeimbang pasar.

“Untuk Surabaya, hampir tidak ada tambahan pasok baru hingga 2028. Ini kondisi yang positif karena menjaga keseimbangan supply dan demand,” ujar Ferry Salanto dalam media briefing Colliers, pada Rabu (7/1/2026).

Colliers mencatat tingkat hunian perkantoran Surabaya berada di kisaran 65% pada akhir 2025, dengan pasar masih condong ke tenant’s market.

Ruko tetap menjadi pesaing kuat gedung kantor, terutama bagi perusahaan lokal dan UMKM yang membutuhkan fleksibilitas ruang usaha.

Baca Juga: Akuisisi PKSI Rp174,8 Miliar, DADA Ekspansi ke Bisnis Rumah Tapak

Di sektor apartemen, tidak adanya proyek baru yang selesai sepanjang 2025 memberi ruang bagi pasar untuk menyesuaikan diri setelah lonjakan suplai pada tahun-tahun sebelumnya.

Pembeli kini lebih berhati-hati dan memprioritaskan proyek dengan reputasi pengembang yang kuat.

“Pembeli apartemen di Surabaya sekarang lebih selektif. Unit yang sudah jadi atau mendekati serah terima lebih diminati,” jelas Ferry.

Ruko komersial di Surabaya
Salah satu ruko yang dijual di wilayah Surabaya, mencerminkan kuatnya permintaan properti komersial dalam pasar Properti Jawa Timur 2026. (Dok. northwestcitraland.raywhite.co.id)

Infrastruktur Tetap Menjadi Katalis Utama

Baik Rudy maupun Colliers sepakat bahwa infrastruktur, khususnya jalan tol dan konektivitas kawasan industri, tetap menjadi katalis utama pertumbuhan properti Jawa Timur.

Akses yang baik tidak hanya mendorong kenaikan nilai lahan, tetapi juga mempercepat likuiditas aset.

Baca Juga: Saham Bonus 25:12, RISE Naikkan Modal Dasar Rp3 Triliun untuk Perkuat Ekspansi Properti

Dengan kombinasi pasar yang lebih rasional, suplai terkendali, serta dukungan infrastruktur, Properti Jawa Timur 2026 diproyeksikan bergerak stabil dan berkelanjutan.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com
ICBT 2025: Pameran Teknologi Pemeliharaan Fasilitas, Smart Building, dan Sustainability

BERITA TERBARU

Demo Half Page