PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Sektor perkantoran Jakarta kembali memperlihatkan ketahanan pada kuartal III 2025, menurut laporan terbaru Colliers Indonesia.
Berdasarkan Quarterly Property Market Report Q3 2025, terdapat tiga fakta utama yang menegaskan momentum positif pasar, yakni okupansi meningkat di tengah minimnya suplai baru, tarif sewa bergerak naik dengan proyeksi pertumbuhan stabil, serta infrastruktur baru seperti MRT dan LRT yang memperkuat permintaan jangka panjang.
Baca Juga: Asia Pacific Pimpin Transformasi Ritel Global: 5 Tren Kunci dalam Laporan Colliers
Fakta 1: Okupansi Sektor Perkantoran Meningkat di Tengah Keterbatasan Pasokan Baru
Laporan menunjukkan bahwa tingkat okupansi ruang kantor di Jakarta mengalami kenaikan pada Q3 2025.
Menariknya, kondisi ini terjadi ketika pasokan gedung baru hampir tidak bertambah, sehingga ruang yang tersedia di pasar relatif stabil.
Dengan suplai terbatas dan permintaan tetap terjaga, gedung perkantoran kelas premium dan grade A menjadi motor utama pertumbuhan.
Baca Juga: Tren Pasar Properti Jakarta 2026: Tumbuh Positif, Sektor Industri dan Perkantoran Jadi Motor Utama
Colliers memproyeksikan kenaikan sewa sekitar 2% per tahun pada periode 2025–2028.
Situasi ini menandakan pemulihan yang mulai konsisten. Para pengembang pun mengambil sikap lebih selektif dan hati-hati dalam memulai proyek baru, menunggu sinyal permintaan yang lebih kuat sebelum menambah suplai.
Fakta 2: Tarif Sewa Diprediksi Tumbuh 2–3% Hingga 2026
Pasar perkantoran memasuki fase peningkatan harga sewa yang moderat namun stabil.
Menjelang akhir 2025, rata-rata tarif sewa diproyeksikan naik dibandingkan tahun sebelumnya, dan tren ini masih berlanjut dengan prediksi pertumbuhan tambahan 2–3% hingga 2026.
Untuk memperkuat daya saing di tengah pemulihan, pemilik gedung fokus berinvestasi pada:
Peningkatan kualitas fasilitas
Penyediaan amenitas yang lebih lengkap
Penggunaan raised floor
Sertifikasi bangunan hijau
Meski membutuhkan biaya besar, strategi ini diyakini penting untuk menjaga posisi gedung di pasar dan menarik penyewa dari sektor-sektor yang siap ekspansi seperti teknologi, energi, dan jasa keuangan.
Fakta 3: Ekspansi MRT & LRT Jadi Penggerak Permintaan Ruang Kantor
Infrastruktur menjadi salah satu katalis paling signifikan bagi permintaan ruang kantor Jakarta.
Ekspansi jaringan Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT) telah meningkatkan konektivitas kota, memperluas jangkauan koridor bisnis, dan memperkuat daya tarik lokasi gedung perkantoran.
Baca Juga: Apresiasi Menteri PKP Terhadap Pengembangan Kawasan Terpadu Podomoro Park Buah Batu
Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia, “Daya tarik Jakarta bagi perusahaan multinasional, ditambah dengan pengembangan infrastruktur seperti perluasan jaringan MRT dan LRT, memperkuat peran kota sebagai pusat bisnis utama dan meningkatkan aksesibilitas secara keseluruhan.”
Dengan akses transportasi yang semakin efisien, penyewa memiliki lebih banyak opsi area kerja strategis, sementara pemilik gedung memperoleh nilai tambah pada aset mereka.

Prospek 2026: Pasar Semakin Tangguh dan Adaptif
Ketiga fakta tersebut mencerminkan bahwa pasar perkantoran Jakarta bergerak menuju lanskap yang lebih stabil dan adaptif.
Baca Juga: Siap Digelar, Paramount Color Walk 2025 Gading Serpong Diikuti Lebih dari 12 Ribu Peserta
Permintaan yang lebih selektif, suplai yang terjaga, infrastruktur yang berkembang, serta fokus peningkatan kualitas gedung menjadikan pasar perkantoran semakin siap menghadapi dinamika bisnis ke depan.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com







