BERITA TERKAIT

Rusun Subsidi Meikarta Rp16 Triliun Dimulai: Target 141.000 Unit, Dorong Program 3 Juta Rumah

Groundbreaking rusun subsidi Meikarta menandai percepatan Program 3 Juta Rumah di kawasan Bekasi. Proyek vertikal senilai hingga Rp16 triliun ini diproyeksikan menyediakan lebih dari 141.000 unit hunian bagi masyarakat.

PropertiTerkini.com(CIKARANG) — Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), resmi memulai tahap pembangunan melalui seremoni groundbreaking Rumah Susun atau Rusun subsidi Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (8/3/2-26).

Proyek hunian vertikal ini menjadi bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.

Baca Juga: Manfaatkan Lahan Negara 45 Hektar, Kementerian PKP Siap Bangun Rumah Susun MBR di Depok

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi kepada Lippo Group dan Danantara Indonesia yang dinilai bergerak cepat menyiapkan proyek tersebut hingga tahap peletakan batu pertama.

“Kami juga berterima kasih kepada pendiri Lippo Group, Bapak Mochtar Riady, atas dukungan dan kontribusinya bagi pembangunan perumahan rakyat,” ujar Maruarar.

Menurutnya, sebelum proyek dimulai pemerintah telah memastikan kepastian hukum melalui konsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta koordinasi dengan pemerintah daerah terkait kesiapan lahan dan dukungan kebijakan.

Proyek ini akan memanfaatkan sekitar 30 hektar lahan di kawasan Meikarta. Dengan konsep pembangunan vertikal, kapasitas hunian yang dihasilkan jauh lebih besar dibandingkan pengembangan rumah tapak.

“Dari lahan sekitar 30 hektar ini bisa dihasilkan sekitar 141.000 unit hunian. Jika dibangun rumah tapak, mungkin membutuhkan sekitar 1.200 hektar lahan. Dengan pembangunan vertikal, penggunaan lahan jauh lebih efisien,” kata Maruarar.

Baca Juga: Kota Bandung Siapkan Lahan Untuk Bangun 1 Tower Rusun

Bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), proyek ini menjadi salah satu opsi hunian yang diharapkan dapat menekan backlog perumahan sekaligus mendekatkan akses tempat tinggal dengan kawasan industri Bekasi dan sekitarnya.

Proyek Rusun Subsidi Meikarta Bernilai Hingga Rp16 Triliun

Proyek rusun subsidi Meikarta juga mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, sektor swasta, dan BUMN.

Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menyebut proyek ini sebagai contoh kolaborasi strategis dalam program pembangunan perumahan nasional.

“Industri perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap perekonomian. Dampaknya bisa 1,5 hingga 5 kali terhadap pertumbuhan ekonomi karena ada sekitar 185 sektor usaha yang terkait dengan bisnis properti, konstruksi, dan perumahan,” jelas Hashim.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan pihaknya siap mendukung pembiayaan proyek tersebut.

Baca Juga: Menteri PKP Ingin Penyediaan Hunian Layak di Kota Batam Tepat Sasaran

“Danantara akan mendukung penuh proyek ini karena kami melihat ini sebagai proyek yang sangat baik dan memiliki dampak besar. Selain itu, BUMN karya juga dapat berkolaborasi bersama kontraktor swasta dalam pembangunan,” kata Rosan.

Rosan menjelaskan bahwa tahap awal pembangunan dilakukan di lahan sekitar 12,8 hektar dengan rencana pembangunan 18 tower rumah susun setinggi sekitar 32 lantai.

Total investasi proyek diperkirakan mencapai Rp14 triliun hingga Rp16 triliun.

Selain di Bekasi, pemerintah juga tengah menyiapkan proyek serupa di wilayah lain. Maruarar mengungkapkan bahwa Kota Depok berpotensi menjadi lokasi berikutnya dalam pengembangan rusun subsidi.

Di kota tersebut terdapat lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sekitar 45 hektar yang diperkirakan mampu menampung hingga 170.000 unit hunian.

Baca Juga: Penataan Kawasan Kumuh di Lampung Jadi Prioritas Utama Menteri PKP

Acara groundbreaking rusun subsidi Meikarta turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, antara lain pendiri Lippo Group Mochtar Riady, Ketua Yayasan Pendidikan Pelita Harapan James Riady, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, serta Wali Kota Depok Supian Suri.

Catatan Penting bagi Konsumen dan Investor

seremoni groundbreaking rusun subsidi Meikarta
Sejumlah pejabat pemerintah dan pemangku kepentingan menghadiri seremoni groundbreaking rusun subsidi Meikarta dalam Program 3 Juta Rumah di Bekasi. (Foto: Dok. Kementerian PKP)

Bagi konsumen, pembangunan rusun subsidi berskala besar seperti ini berpotensi membuka akses hunian lebih terjangkau di kawasan industri yang berkembang pesat seperti Bekasi.

Namun ada beberapa catatan penting. Pertama, pembeli perlu memastikan status kepemilikan unit, skema subsidi, serta mekanisme KPR FLPP jika proyek ditujukan untuk MBR.

Kedua, konsumen juga perlu memperhatikan jadwal pembangunan, status perizinan, serta pengembang yang terlibat, terutama karena proyek ini memiliki skala sangat besar.

Ketiga, keberhasilan proyek akan sangat dipengaruhi oleh akses transportasi, fasilitas publik, dan integrasi kawasan, yang menjadi faktor utama dalam menentukan nilai properti jangka panjang.

Baca Juga: Pasadena Central District: Menakar Potensi Distrik 40 Hektar di Jantung Gading Serpong yang Kian Matang

Jika terealisasi sesuai rencana, rusun subsidi Meikarta berpotensi menjadi salah satu proyek hunian vertikal terbesar dalam Program 3 Juta Rumah sekaligus motor baru pertumbuhan properti di kawasan Bekasi dan koridor timur Jakarta.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page