Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal
Thursday, February 12, 2026
Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal

BERITA TERKAIT

Pameran Teknologi Pendinginan, Ventilasi, Pemanas, dan Efisiensi Energi (Refrigeration & HVAC Indonesia)

Rusun Prajurit Kopassus Solo Dibangun 1 Tower 8 Lantai, Rp13 Miliar Disiapkan

Pemerintah siapkan satu tower rusun delapan lantai untuk menutup kekurangan 67 rumah dinas Kopassus di Solo. Dana awal Rp13 miliar digelontorkan dari APBN dengan skema multi years contract.

PropertiTerkini.com(SOLO) — Rusun Prajurit Kopassus Solo mulai dipersiapkan pemerintah sebagai solusi atas kekurangan 67 unit rumah dinas di wilayah Solo, Jawa Tengah.

Proyek ini menyasar prajurit TNI AD, khususnya anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus), yang selama ini belum terpenuhi kebutuhan hunian dinasnya.

Baca Juga: Menteri PKP Ajak BRI Turunkan Suku Bunga Kredit Usaha PNM

Isu ini penting karena menyangkut kesejahteraan prajurit aktif yang berdampak langsung pada stabilitas sosial keluarga militer dan kesiapan tugas.

Pemerintah menilai penyediaan hunian layak merupakan bagian dari dukungan negara terhadap aparat pertahanan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa proyek tersebut telah dibahas bersama pimpinan TNI.

“Kita hari ini membicarakan persiapan untuk pembangunan rusun bagi prajurit TNI AD, khususnya Kopassus di Solo, untuk tahun ini. Ini sesuai dengan aspirasi dari beliau dan juga sudah saya diskusikan dengan Panglima TNI,” ujar Maruarar.

Pembangunan rusun akan menggunakan pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan skema lanjutan melalui kontrak tahun jamak atau multi years contract (MYC).

Rusun Prajurit Kopassus Solo Targetkan 67 Unit Hunian

Kekurangan hunian dinas menjadi persoalan utama di internal satuan Kopassus wilayah Solo. Panglima Komando Pasukan Khusus, Djon Afriandi, menyebut kebutuhan mendesak mencapai 67 unit rumah.

Baca Juga: Paramount Enterprise Awards 2026 Spektakuler, 31 Penghargaan Perkuat Sinergi dan Optimisme 2026

“Di Solo masih ada kekurangan sekitar 67 rumah. Karena itu kami didukung untuk membangun satu tower delapan lantai agar kebutuhan prajurit bisa terpenuhi,” kata Letjen TNI Djon Afriandi.

Proyek akan difokuskan pada pembangunan satu tower rumah susun setinggi delapan lantai.

Alokasi awal yang telah disiapkan sebesar Rp13 miliar untuk pembangunan tiga lantai pertama.

Setelah itu, proyek akan dilanjutkan melalui perhitungan kebutuhan menyeluruh sebelum masuk tahap lanjutan MYC.

Selain APBN, Kementerian PKP juga akan mengarahkan dukungan dari program Tapera dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk memperkuat pembiayaan dan semangat gotong royong dalam penyediaan hunian layak.

Baca Juga: Premier Estate 3 Tambah Kiddy Pool, Hunian Ramah Anak Harga Rp1,3 M

Nilai Proyek dan Catatan Risiko

rumah susun pemerintah
Rumah susun yang dibangun pemerintah. (Foto ilustrasi/Dok. Kementerian PKP).

Nilai awal proyek tercatat Rp13 miliar untuk tiga lantai pertama. Artinya, total investasi hingga delapan lantai diperkirakan akan jauh lebih besar, tergantung hasil perhitungan lanjutan.

Risiko utama proyek terletak pada kesinambungan anggaran dalam skema MYC serta ketepatan waktu pembangunan.

Keterlambatan atau penyesuaian anggaran berpotensi mempengaruhi target pemenuhan 67 unit hunian.

Baca Juga: Menakar Arah Properti 2026: Kota Mandiri Pilihan Investasi Jangka Panjang

Namun, jika terealisasi sesuai rencana, proyek ini akan menjadi model percepatan penyediaan hunian dinas vertikal bagi aparat negara di wilayah dengan keterbatasan lahan.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com
ICBT 2025: Pameran Teknologi Pemeliharaan Fasilitas, Smart Building, dan Sustainability

BERITA TERBARU

Demo Half Page