Kulkas atau Lemari Es Sharp Indonesia
Thursday, March 5, 2026
Kulkas atau Lemari Es Sharp Indonesia

BERITA TERKAIT

Properti Tangerang Kuasai 56% Pasar Rumah Jabodetabek, Gading Serpong Jadi Magnet Hunian

Permintaan rumah di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Tangerang, khususnya Gading Serpong, muncul sebagai pusat gravitasi baru pasar properti dengan serapan tertinggi di Jabodetabek.

PropertiTerkini.com(TANGERANG) — Properti Tangerang semakin menunjukkan dominasinya dalam pasar rumah tapak Jabodetabek.

Data LEADS Property Services selama 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa kawasan ini menjadi wilayah dengan volume pasokan sekaligus serapan pasar terbesar.

Baca Juga: Tren Pasar Properti 2026: Peta Panas Serapan Rumah dari Tangerang ke Bekasi Terkuak

Associate Director LEADS Property, Martin Samuel Hutapea, mengungkapkan bahwa tren permintaan hunian di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat secara signifikan.

“Temuan LEADS Property Services selama 10 tahun terakhir membuktikan dominasi kawasan penyangga sangat absolut. Pasar rumah tapak di Jabodetabek semakin terkonsentrasi di kota-kota satelit,” kata Martin.

Berdasarkan data tersebut, total pasokan kumulatif rumah tapak di Jabodetabek mencapai 196.700 unit, dengan tingkat penjualan rata-rata 93 persen.

Dari jumlah tersebut, Tangerang menguasai sekitar 92.000 unit atau sekitar 56 persen pangsa pasar, jauh melampaui kota satelit lainnya.

“Angka ini menunjukkan bahwa Tangerang menjadi episentrum pertumbuhan hunian baru di Jabodetabek, baik dari sisi pasokan maupun penyerapan pasar,” ujar Martin.

Adapun rata-rata harga rumah di Tangerang berada di kisaran Rp3 miliar per unit, lebih kompetitif dibanding Jakarta yang rata-rata telah mencapai Rp5 miliar.

Baca Juga: Pasar Properti Indonesia 2026: Peluang di Tengah Tren Rumah Seken dan KPR Tenor Panjang

Gading Serpong Jadi ‘Anak Emas’ Properti Tangerang

Di dalam wilayah Tangerang, kawasan Serpong dan Gading Serpong menjadi salah satu pusat pertumbuhan properti paling kuat saat ini.

Ketua DPD AREBI Banten, Vemby Intan, mengatakan bahwa Tangerang Raya masih menjadi tujuan utama pencari hunian di wilayah penyangga Jakarta pada 2026.

“Property wilayah Tangerang Raya masih menjadi destinasi utama untuk pencari properti di penyangga Jakarta, terutama di segmen pasar di bawah Rp1,5 miliar,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian besar pembeli berasal dari Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang semakin sulit menemukan hunian dengan harga terjangkau di wilayah DKI Jakarta.

Baca Juga: Di Tengah Pasar Moderat, Gading Serpong Tetap Jadi Pilihan Rasional Investor Properti

kawasan hunian terpadu Summarecon Serpong
Kawasan terpadu Summarecon Serpong. (Foto: Dok. Summarecon)

Ia menambahkan bahwa kawasan Serpong, terutama Gading Serpong, memiliki daya tarik kuat karena perkembangan fasilitas yang sangat pesat.

“Wilayah Serpong, khususnya Gading Serpong, tetap menjadi ‘anak emas’ properti di Banten karena perkembangan fasilitasnya sangat cepat, mulai dari sekolah internasional, universitas, rumah sakit hingga pusat gaya hidup,” jelas Vemby.

Pertumbuhan fasilitas tersebut menciptakan efek bola salju ekonomi. Semakin banyak fasilitas dan bisnis hadir, semakin besar pula pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi kawasan.

Baca Juga: Target Sinar Mas Land 2026: Strategi Rp10 Triliun di Tengah ‘Demam’ Rumah Tapak

Infrastruktur dan Kawasan Terintegrasi Jadi Penggerak Nilai

Pengamat properti dari Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, menilai kekuatan kawasan Gading Serpong berasal dari integrasi kawasan yang matang serta dukungan banyak pengembang besar.

“Gading Serpong sudah menjadi pusat pertumbuhan dengan kelengkapan fasilitas. Selain itu banyaknya pengembang besar membuat kawasan semakin terintegrasi dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa rencana pembangunan jalur MRT yang melintasi Serpong akan menjadi faktor penting yang mendorong kenaikan harga properti di kawasan tersebut.

“Masuknya MRT akan membuka akses ke dan dari kawasan ini jauh lebih baik dibandingkan kondisi saat ini,” kata Ali.

Baca Juga: Tenor Cicilan Rumah Subsidi 30 Tahun: Solusi Bebaskan MBR dari Cicilan Mahal!

Meski demikian, Ali menilai kawasan tersebut masih memiliki keterkaitan kuat dengan Jakarta karena pusat perkantoran utama masih berada di ibu kota.

Catatan Risiko dan Strategi Investor

maggiore gading serpong
Tampak udara kawasan Maggiore Gading Serpong yang berkembang sebagai pusat aktivitas bisnis dan kuliner di kawasan suburban Jakarta. (Foto: Pius Klobor/PropertiTerkini.com)

Meski memiliki prospek pertumbuhan yang positif, investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi yang masih bergerak moderat.

Menurut Vemby Intan, kondisi geopolitik global dan dinamika ekonomi domestik masih mempengaruhi kecepatan pertumbuhan pasar properti saat ini.

Namun ia melihat fase saat ini justru menjadi periode konsolidasi sebelum siklus kenaikan berikutnya terjadi.

Investor disarankan memperhatikan harga masuk (entry price), lokasi strategis, serta potensi lalu lintas kawasan sebelum membeli properti.

Baca Juga: Proyek Iwan Sunito di Five Dock Senilai Rp19 Triliun Resmi Diluncurkan

“Jika lokasi berada di jalur yang ramai dan dikelilingi hunian aktif, maka potensi ROI atau nilai investasinya akan optimal di masa depan,” jelas Vemby.

Dengan dukungan infrastruktur baru, pertumbuhan fasilitas gaya hidup, serta ekspansi kawasan komersial, Gading Serpong diperkirakan tetap menjadi salah satu pusat pertumbuhan properti paling menarik di Jabodetabek hingga beberapa tahun ke depan.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page