PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Properti Makassar tampil menonjol di tengah perlambatan pasar nasional. Pada Desember 2025, harga rumah di Makassar tercatat naik 1,7% secara bulanan (month-on-month), menjadikannya salah satu kota dengan kenaikan tertinggi di Indonesia, sekaligus outperform dibandingkan rata-rata nasional yang hanya tumbuh 0,2%.
Data tersebut tercermin dalam Flash Report Januari 2026 yang dirilis Rumah123 bersama 99 Group, laporan bulanan yang memantau dinamika harga dan suplai rumah tapak di pasar sekunder nasional.
Baca Juga: PPN DTP 2026 Jadi Penentu Arah Pasar Hunian, Konsumen Makin Selektif
Kinerja Makassar menjadi sorotan karena tidak hanya unggul dari sisi pertumbuhan harga, tetapi juga mencatatkan pertumbuhan median harga tertinggi untuk segmen rumah kecil dan rumah besar, sebuah kombinasi yang relatif jarang terjadi di kota-kota lain.
Properti Makassar Menguat Saat Pasar Nasional Melambat
Secara nasional, harga rumah di Indonesia hanya mencatatkan kenaikan 0,2% secara bulanan dan 0,7% secara tahunan (year-on-year) pada Desember 2025.
Angka ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami perlambatan sepanjang 2025.
Di tengah kondisi tersebut, Makassar justru bergerak berlawanan arah. Kota ini mencatatkan:
Kenaikan harga bulanan 1,7%
Kenaikan harga tahunan sekitar 2,2%
Baca Juga: Akuisisi PKSI Rp174,8 Miliar, DADA Ekspansi ke Bisnis Rumah Tapak
Capaian ini menempatkan Makassar sebagai kota unggulan di luar Pulau Jawa, sekaligus mempertegas perannya sebagai salah satu motor pertumbuhan properti di Indonesia Timur.
Median Harga Rumah Makassar Unggul di Segmen Kecil dan Besar
Keunikan Makassar tidak berhenti pada angka pertumbuhan harga. Berdasarkan data median harga:
Segmen rumah kecil (≤60 m²) di Makassar mencatatkan kenaikan tahunan tertinggi secara nasional, dengan median harga sekitar Rp 675 juta dan pertumbuhan 12,9% YoY
Segmen rumah besar (≥251 m²) juga mencatatkan pertumbuhan tertinggi, dengan median harga mencapai Rp 5 miliar dan kenaikan 11,1% YoY
Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan di Makassar tidak hanya bertumpu pada satu segmen tertentu, melainkan relatif merata dari hunian terjangkau hingga rumah berukuran besar.
Baca Juga: Harga Rumah Sekunder Naik 0,2% di Akhir 2025, Ini 7 Fakta Penting Pasar Properti Indonesia
Makassar di Tengah Tekanan Suplai dan Inflasi Nasional
Di tingkat nasional, pasar rumah sekunder masih dibayangi oleh penurunan suplai sebesar 9,1% secara tahunan, sementara inflasi pada Desember 2025 tercatat 2,92% YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan harga rumah nasional.
Dalam konteks ini, kinerja Makassar menjadi semakin relevan. Ketika banyak kota mengalami perlambatan akibat tekanan daya beli dan keterbatasan suplai, Makassar justru mampu mempertahankan momentum pertumbuhan harga.
Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan di Makassar relatif lebih resilien, baik dari end-user maupun investor lokal, dibandingkan sejumlah kota besar lainnya.
Peran Makassar sebagai Hub Properti Indonesia Timur
Sebagai pusat ekonomi dan perdagangan di Sulawesi Selatan, Makassar memiliki keunggulan struktural yang mendukung pasar propertinya.
Baca Juga: 189.308 Rumah Rusak, Pemerintah Siap Percepat Pembangunan Huntap Pascabencana
Aktivitas perdagangan, jasa, dan konektivitas regional menjadikan kota ini magnet bagi migrasi penduduk dan aktivitas ekonomi kawasan timur Indonesia.
Dalam laporan tersebut, Makassar secara konsisten disebut sebagai salah satu kota dengan performa harga terbaik di luar Pulau Jawa, bersanding dengan kota-kota seperti Denpasar dan Medan dalam daftar kota dengan pertumbuhan positif.
Kondisi ini memperkuat posisi Makassar bukan sekadar sebagai pasar lokal, melainkan kota regional strategis dalam peta properti nasional.

Sinyal Awal Menuju 2026: Makassar Lebih Siap Dibanding Kota Lain
Meski laporan ini tidak memuat prediksi eksplisit untuk 2026, data akhir 2025 memberikan sinyal awal yang relevan.
Ketika pasar nasional masih bergerak tipis dan inflasi berada di atas pertumbuhan harga rumah, Makassar justru menunjukkan kinerja yang relatif solid.
Baca Juga: 1.464 Bisnis Baru Tumbuh, Kawasan Maggiore Gading Serpong Kian Fenomenal Jadi Magnet Investasi
Bagi konsumen, kondisi ini menandakan pasar yang masih aktif namun belum terlalu panas.
Sementara bagi investor, Makassar berpotensi tetap menjadi salah satu kota yang layak dicermati pada 2026, terutama di tengah kecenderungan pasar nasional yang masih berhati-hati.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com







