PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — 3 Inovasi perangkat rumah tangga Samsung Bespoke AI secara resmi diperkenalkan sebagai standar baru dalam ekosistem hunian modern yang lebih cerdas dan intuitif.
Melalui ajang bergengsi CES 2026 di Las Vegas, Samsung memamerkan visi bertajuk “Your Companion to AI Living” yang menempatkan kecerdasan buatan sebagai pendamping hidup.
Baca Juga: TV Micro RGB 115 Inci Jadi Andalan, Samsung Siapkan 6 Ukuran TV Premium di 2026
Teknologi ini tidak hanya sekadar alat bantu elektronik biasa, melainkan sebuah sistem yang mampu memahami kebiasaan penghuni rumah secara mendalam dan kontekstual.
Harry Lee, President Samsung Electronics Indonesia, menekankan bahwa transformasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi konsumen di tanah air.
“Samsung meyakini bahwa di masa depan, rumah harus menjadi lingkungan yang dinamis dan mampu beradaptasi dengan ritme harian setiap anggotanya,” ujarnya.
Dia berharap, integrasi AI yang lebih personal ini dapat meningkatkan kualitas hidup melalui efisiensi waktu dan kenyamanan yang belum pernah ada sebelumnya.
3 Inovasi Perangkat Rumah Tangga Samsung Bespoke AI yang Mengubah Gaya Hidup Masa Depan
Perubahan fundamental dalam pengelolaan rumah tangga kini mulai dirasakan seiring dengan hadirnya kecerdasan buatan yang lebih adaptif dan mengerti kebutuhan penghuninya.
Baca Juga: Membaca Arah Investasi Properti Surabaya 2026: Gresik atau Sidoarjo?
Samsung secara konsisten mengintegrasikan teknologi canggih ini untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang tidak hanya pintar, tetapi juga memberikan empati melalui solusi yang meringankan beban harian.
Melalui ekosistem yang terbuka dan aman, setiap individu kini dapat merasakan pengalaman tinggal di rumah yang lebih personal dan terkoneksi secara mulus.
Sebagai gambaran detail mengenai arah teknologi hunian modern, berikut adalah 3 inovasi perangkat rumah tangga Samsung Bespoke AI yang mengubah gaya hidup masa depan:
1. Vision AI: Transformasi Layar Televisi Menjadi Pusat Interaksi
Inovasi pertama yang menjadi sorotan adalah implementasi Vision AI pada jajaran produk layar atau televisi Samsung.
Sebagai pemimpin pasar global selama dua dekade, Samsung mengubah fungsi layar televisi dari sekadar perangkat hiburan pasif menjadi Entertainment Companion yang interaktif.
Baca Juga: Produk Samsung AI-Connected Living untuk Hunian Masa Depan, Hadir di CES 2026
Teknologi ini mampu menganalisis preferensi tontonan dan memberikan rekomendasi konten yang sangat personal bagi setiap pengguna di dalam rumah.
Lebih dari itu, Vision AI juga berperan penting dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan yang kini menjadi tren di sektor properti dan hunian.
Perangkat dapat mendeteksi kondisi pencahayaan ruangan dan menyesuaikan konsumsi energi secara otomatis tanpa mengurangi kualitas visual.
Hal ini memastikan bahwa hiburan premium di rumah tetap berjalan selaras dengan upaya penghematan energi dan ramah lingkungan.
2. Home Companion: Perangkat yang Memahami Beban Pekerjaan Rumah
Inovasi kedua terletak pada jajaran 3 inovasi perangkat rumah tangga Samsung Bespoke AI yang kini berfungsi sebagai Home Companion.
Perangkat seperti lemari es dan mesin cuci tidak lagi hanya menunggu perintah, tetapi mulai mempelajari rutinitas harian pemiliknya untuk memberikan bantuan proaktif.
Baca Juga: Wellness Living Kian Menguat di Canggu, Echovista Tangkap Tren Lewat 35 Unit Villa
Contohnya, perangkat dapat menyarankan jadwal pencucian atau pengaturan suhu optimal berdasarkan kebiasaan yang terekam dalam sistem pintar mereka.
Harry Lee menjelaskan bahwa kecerdasan buatan ini dirancang untuk meringankan beban tugas rutin sehingga pengguna bisa lebih fokus pada prioritas hidup lainnya.
“Bagi kami, rumah merupakan lingkungan yang dinamis, di mana AI memungkinkan perangkat untuk menyesuaikan dengan ritme harian pengguna,” ujar Harry Lee.
Dengan berkurangnya beban pekerjaan domestik, penghuni rumah dapat memiliki lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga atau untuk produktivitas lainnya.
3. Keamanan Knox dan Ekosistem SmartThings yang Terbuka

Inovasi ketiga yang tidak kalah penting adalah penguatan ekosistem SmartThings yang kini telah menghubungkan lebih dari 400 juta pengguna global.
Samsung mengusung prinsip inklusivitas dengan memungkinkan lebih dari 1,8 miliar perangkat lintas merek untuk saling terhubung dalam satu kendali.
Kemudahan integrasi ini menjadi kunci bagi pengembang properti maupun pemilik rumah dalam membangun sistem rumah pintar yang komprehensif tanpa batasan merek.
Untuk menjamin kenyamanan pengguna, seluruh data privasi dalam ekosistem ini dilindungi oleh Samsung Knox yang berbasis pada prinsip Responsible AI.
Baca Juga: Cat Heatgard Hadirkan Ruang Belajar Lebih Sejuk di Pandeglang, Suhu Turun hingga 20°C
Keamanan tingkat tinggi ini memastikan bahwa setiap interaksi digital di dalam rumah tetap privat dan terlindungi dari ancaman siber.
Dengan penggabungan antara kecerdasan, konektivitas luas, dan keamanan yang kokoh, Samsung optimis dapat memimpin pasar perangkat pintar di masa depan.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com






