PropertiTerkini.com, (TANGERANG) — Pengembang Paramount Land kembali memperkenalkan area komersial terbaru di Gading Serpong. Hampton Square sebagai Open Concept Lifestyle Mall dan Hampton Avenue Studio Loft @ Manhattan District, di kawasan Gading Serpong, Tangerang.
Proyek Hampton Square dikembangkan dengan nilai investasi sekitar Rp120 miliar (diluar tanah). Sementara Hampton Avenue Studio Loft dibangun dengan nilai investasi lebih dari Rp100 miliar (di luar harga tanah).
Baca Juga: Paramount Land Raih 3 Penghargaan Golden Property Awards 2023
Adapun Manhattan District merupakan The Largest Business Epicentrum di Gading Serpong, yaitu kawasan bisnis dan komersial berskala regional seluas 22 hektar yang diperkenalkan Paramount Land pada akhir 2021 lalu. Area komersial ini dikembangkan dengan konsep multi-experiences yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat masa kini.
M Nawawi, Direktur Paramount Land mengatakan, Manhattan District dihadirkan setelah melalui riset panjang dan menyeluruh, dimana kebutuhan masyarakat akan diversifikasi fasilitas komersial dan bisnis yang inovatif di Gading Serpong masih tinggi.
“Hal ini menjadi latar belakang Parammount Land untuk mengembangkan Manhattan District, commercial epicentrum seluas 22 hektar yang vibrant dan full of experiences,” ujar Nawawi kepada media di Gading Serpong, Tangerang, Jumat (25/8/2023).
Baca Juga: Penuhi Janji, Paramount Land Mulai Serah Terima Perdana Pasadena Grand Residences di Gading Serpong
Terdapat tiga kunci utama yang dilakukan Paramount Land dalam mengembangkan produk komersial. Pertama, memetakan perencanaan secara jangka panjang untuk menjamin long-term sustainable business.
Kemudian kedua, membangun captive market, serta ketiga, mengembangkan konsep komersial yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Inilah yang kami terapkan dalam mengembangkan Manhattan District,” tegas pria yang akrab disapa Awi.
Baca Juga: 104 Unit Ruko Enchanté Business Park di BSD City Habis Terjual Dalam Waktu Singkat
Open Concept Lifestyle Mall di Hampton Square merupakan bentuk komitmen pengembang, dan juga untuk melanjutkan kesuksesan rangkaian produk komersial di Manhattan District sebelumnya. Mal semi ooutdoor tersebut direncanakan akan soft opening pada Desember 2024.
Hampton Square adalah destinasi baru yang ditujukan bagi kaum urban, baik penghuni maupun pengunjung Kota Gading Serpong, berkonsep semi-outdoor seluas 2 hektar.
Baca Juga: Naraya Serpong Mulai Dibangun, CHL Pastikan Suhu Ruangan Nyaman di 26 Derajat Celcius
Ruangan usaha dalam Hampton Square dapat disewa dengan harga berkisar mulai Rp450 ribu per meter persegi per bulan, hingga Rp1,2 juta per meter persegi per bulan.
Beragam Destinasi Hadir di Hampton Square
Nantinya, Open Concept Lifestyle Mall di Hampton Square akan dikelola oleh BLVEPRINT Destinations, retail consultant berpengalaman. Beberapa proyek yang di kelola oleh BLVEPRINT Destinantions, diantaranya COMMUNE at RDTX Place, OPEN PUBLIC PIK 2, TRAVOY HUB TMII, MARKT LANE Sentul, dan lain-lain.
Pusat lifestyle ini juga diperuntukkan sebagai tenant puller dan entertainment area, dimana nantinya akan hadir Black Owl sebagai destinasi dining & entertainment terpopuler di Jakarta (soft opening Mei 2024).
Beragam destinasi lain juga akan hadir, mulai dari café, kuliner, taman pet-friendly, taman bermain anak, toko berkonsep, fasilitas penunjang gaya hidup aktif, dan pusat perbelanjaan dengan suasana lingkungan yang nyaman dan cantik.
Baca Juga: Properti Bagi WNA Dipermudah, Pengembang Sambut dengan Banyak Kemudahan
Dalam kesempatan yang sama, Veri Y Setiady, Founder dan CEO BLVEPRINT Destinations, menuturkan, saat ini, pusat perbelanjaan/mal tidak hanya menjadi tempat untuk berbelanja, tetapi juga harus memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri agar pengunjung tertarik untuk kembali.
Kata dia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan pusat perbelanjaan, diantaranya harus memiliki identitas dan bisa diakses dengan mudah. Selain itu, pengelola harus dapat memahami karakteristik pengunjung dan lokasi mal harus dekat dengan tempat bekerja, hangout, pusat gaya hidup, kecantikan, kesehatan, dan lain-lain.
“Saat ini sebuah destinasi komersial tidak hanya fokus pada gourmet market dan culinary spot, tetapi juga harus diimbangi dengan beragam fasilitas lifestyle. Konsep inilah yang akan kami wujudkan di Hampton Square Open Concept Lifestyle Mall @Manhattan District,” terangnya.
Sementara Erwin Tan, Chief Human Capital Officer Black Owl, menambahkan, Kota Gading Serpong merupakan salah satu lokasi strategis dalam membuka bisnis Food & Beverages (F&B). Aktivitas di wilayah ini kini semakin pesat dan ramai, bahkan hingga malam hari.
“Kami memutuskan untuk memperluas usaha dan memperkenalkan Black Owl di Kota Gading Serpong sekaligus membawa inspirasi dan ide-ide inovatif ke dalam industri hiburan khususnya di Gading Serpong, Tangerang,” katanya.
Konsep Outdoor, Tren Pasca Pandemi
Tren bisnis properti terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Dari hasil survei yang dilakukan Indonesia Property Watch (IPW), ada perubahan perilaku konsumen terutama pasca pandemi.
Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch, menjelaskan, pandemi telah membawa perubahan besar bagi perkembangan dan pengoperasian bisnis. Masyarakat juga semakin gemar beraktivitas outdoor, sehingga tren bisnis usaha perhotelan, F&B, dan lifestyle mulai menyediakan ruang outdoor yang nyaman.
“Hal inilah yang dicermati oleh para pengembang untuk berinovasi dan bertransformasi mengakomodasi kebutuhan konsumen,” katanya.
Menurut Ali, Paramount Land merupakan pengembang yang sangat piawai membaca dan memanfaatkan cela pasar saat ini. Salah satunya dengan menghadirkan Manhattan District sebagai fasilitas bisnis dan komersial berskala regional bagi masyarakat luas dengan prospek tinggi.

Mengutip laporan Cushman & Wakefield, sebut Nawawi, pusat-pusat ritel gaya hidup menjadi destinasi ritel yang semakin diminati karena saat ini para pengunjung mencari pengalaman.
Baca Juga: Program Sejuta Rumah Capai 634.132 Unit Hingga Agustus 2023
Hal ini juga sejalan dengan yang disampaikan oleh Yunus Karim, Head of Research JLL Indonesia, lanjut Awi, bahwa strategi dari pengembang atau operator mal untuk menarik pengunjung, kuncinya dengan tenancy mix.
“Bagaimana caranya tetap up to date untuk mengetahui tren apa saja yang sedang berkembang dan apa yang diminati oleh pasar yang dituju,” katanya.
Kota Gading Serpong telah berkembang menjadi sebuah destinasi populer di Tangerang Raya dan Jabodetabek dengan populasi mencapai lebih dari 120 ribu jiwa (belum termasuk komuter).
Kota ini terus bertumbuh secara pesat dengan lebih dari 30 klaster terhuni, fasilitas kota yang lengkap, transportasi umum, jalan boulevard yang dilewati lebih dari 15.000 kendaraan/jam, dan tingkat okupansi bisnis yang sangat tinggi.
Baca Juga: Mulai Dibangun, Jalan Akses Langsung OCBD Bogor Menuju Tol BORR, Rampung Akhir 2023
Kehadiran Central Business District (CBD) yang tersebar di Kota Gading Serpong, menurut Awi, menjadikan kota ini terkenal sebagai pusat kuliner, bisnis, perkantoran, dan hiburan yang saling terintegrasi.
“Hal ini tidak hanya mendongkrak roda perekonomian masyarakat yang tinggal di Gading Serpong dan sekitarnya, tapi juga Tangerang Raya,” tegas Awi.
Baca berita lainnya di GoogleNews
*** Baca berita lainnya di GoogleNews



